<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695</id><updated>2012-02-14T21:17:37.819+07:00</updated><category term='19 Oktober 2011'/><category term='Aurel Cafe'/><category term='Batu Buil'/><category term='pontianak'/><title type='text'>Ini.. Blog.. Saya..</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-4477508505526158068</id><published>2012-02-14T21:17:00.000+07:00</published><updated>2012-02-14T21:17:37.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batu Buil'/><title type='text'>Vacation coming ^___^</title><content type='html'>Libur telah tiba.. Libur telah tiba.. ^___^&lt;br /&gt;Whahaha.. liburan semester kali ini aku kembali menelusuri jalanan yang udah lama banget nggak pernah aku lewatin.&lt;br /&gt;Bujubuneng... jalannya udah licin mamen :)&lt;br /&gt;Tapi cuma dikit doang :(&lt;br /&gt;perjalannya di mulai waktu aku berkunjung ke rumah nenek. Ajib.. berasa ikutan trail waktu naik mobilnya sodara kala itu !&lt;br /&gt;Seru... tapi perut di bikin ngocol mulu' !&lt;br /&gt;Pulang dari rumah nenek, mobil yang kita pake gak bisa jalan !&lt;br /&gt;Men... gas nya nggak berfungsi gitu.&lt;br /&gt;*Panik tingkat SMA&lt;br /&gt;Untungnya, sodara ketemu kawan yang bisa nolongin kita kala itu. Alhasil, mobilpun dengan pasrahnya masuk ke rumah sakit mobil..&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, aku di boyong oleh sodara untuk berkunjung ke rumahnya yg ada di daerah Batu Buil, Kabupaten Melawi...&lt;br /&gt;Akhirnya, malam itu aku berada di tempat asing yg baru pertama aku kunjungi.&lt;br /&gt;And now, here i'am...&lt;br /&gt;Persis saat aku nulis blog malam ini, di sini !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-4477508505526158068?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/4477508505526158068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/02/vacation-coming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4477508505526158068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4477508505526158068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/02/vacation-coming.html' title='Vacation coming ^___^'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-5239398278040339391</id><published>2012-01-31T16:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T16:23:51.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Cinta Binatang Laut</title><content type='html'>Lucu dech... liat judul yang aku tulis, aku jadi membayangkan kalau kisah cinta kita itu kayak cinta dua spesies laut yang kandas gara-gara di tabrak sama kapal yang lewat.&lt;br /&gt;Tapi setidaknya, cinta kita itu selalu ngalir kayak air.&lt;br /&gt;Waktu aku nonton filmnya Raditya Dika yang judulnya "Kambing Jantan", aku jadi kepikiran tentang kita.secara nggak sengaja, cinta kita dulu itu juga cinta "binatang". cinta dua ekor binatang laut yang berbeda spesies dan nggak bakalan&amp;nbsp; bisa kawin.&lt;br /&gt;Bayangin aja gemana kawinnya antara kamu (Ubur2) dan aku (Dolphin) ????&lt;br /&gt;Sampe lautan terbelah dua pun, kita nggak bakalan bisa nyatu.&lt;br /&gt;Tapi kita bukanlah binatang bawah laut.&lt;br /&gt;Akhirnya seperti apa, kita juga nggak ada yang tau satu sama lainnya.&lt;br /&gt;Untuk sekarang,biarain aja ngambang kayak gini..&lt;br /&gt;Di air...&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-5239398278040339391?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/5239398278040339391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/cinta-binatang-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5239398278040339391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5239398278040339391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/cinta-binatang-laut.html' title='Cinta Binatang Laut'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-4486827768814186222</id><published>2012-01-28T15:44:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T15:44:46.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Again..</title><content type='html'>Hari ini, tepat di tanggal 28 January 2012, sahabatku citra yunistia melahirkan putri pertamanya yang di beri nama "Vithia Kalisha Legacy".&lt;br /&gt;Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Bayi mungil yg berbobot 2,2 kg itu menjadi bukti cinta citra dan suaminya, Along.&lt;br /&gt;sebagai orang yang dekat dengan kedua keluarga itu,akupun ikut hadir di hari bahagia itu. bertepat di klinik Anugrah, aku bertemu dengan kedua keluarga. disana aku juga menjumpai "mantan calon ibu mertuaku"&lt;br /&gt;Haaaah.... sedih rasanya saat aku sudah tak lagi menjadi "bagian" di dalamnya. tapi inilah kenyataan yang harus aku hadapi..&lt;br /&gt;Tapi mengapa pertanyaan itu masih saja menghampiriku???&lt;br /&gt;"Kenapa bisa putus sama Diwan?"&lt;br /&gt;Jujur, untuk setiap pertanyaan itu, aku sendiri tidak tau harus menjawab apa.&lt;br /&gt;keadaan membuatku untuk bungkam pada ketidaktahuanku yang sebenarnya. aku sendiri tidak pernah tau yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Biarlah waktu yang nanti akan menjawabnya..&lt;br /&gt;Semoga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-4486827768814186222?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/4486827768814186222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/again.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4486827768814186222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4486827768814186222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/again.html' title='Again..'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-291776826144976940</id><published>2012-01-26T01:05:00.000+07:00</published><updated>2012-01-26T01:05:35.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Book</title><content type='html'>Harus di mulai dari mana ya??? aku binggung untuk menuliskannya dalam blog ini. intinya, saat ini aku tengah mengerjakan proyek menulis sebuah buku yang di dalamnya menceritakan tentang perjalanan cinta yang pernah aku lalui bersama seseorang yang berarti dalam hidupku.&lt;br /&gt;Ridwan Abdi Putra&lt;br /&gt;awalnya aku ragu untuk melakukannya, karena untuk itu tidak akan mudah. aku harus bergelut kembali bersama perasaan-perasaan sakit yang harus aku rasakan kembali.&lt;br /&gt;mengulang semua kisah-kisah indah yang seharusnya aku hindari untuk mengingatnya.&lt;br /&gt;tapi aku sudah berjanji dalam hatiku sendiri bahwa aku akan membuat buku ini. jika buku ini sudah selesai nanti,&amp;nbsp;akan ku berikan kepada dia tepat di hari ulang tahunnya, 14 Maret 2012.&lt;br /&gt;semoga dia bisa menghargai hasil kerja kerasku nanti, meski ku tau aku tidak akan bisa untuk mengharap lebih dari itu.&lt;br /&gt;semoga :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-291776826144976940?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/291776826144976940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/book.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/291776826144976940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/291776826144976940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/book.html' title='Book'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-254726927708263936</id><published>2012-01-25T02:36:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T02:36:35.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Heart 2 Heart</title><content type='html'>Malam ini aku baru saja menyelesaikan tontonan film di sebuah laptop milik temanku. ceritanya menarik. tipikal cerita-cerita remaja indonesia. ada saat-saat PDKT, jatuh cinta, kemudian pacaran. namun endingnya di akhiri dengan pengorbanan cinta.&lt;br /&gt;saat menonton film ini, pikiranku kembali tertuju pada Abi-ku. ya.. dia adalah orang yang sampai saat ini masih mengisi tempat di hatiku.&lt;br /&gt;aku jadi berfikir, jika harus dengan cara yang sedemikian rupa bisa membuatnya kembali mencintaiku, akan aku lakukan. jujur, aku masih belum bisa menghapusnya dari ingatanku.&lt;br /&gt;mengapa sosok orang yang telah melampiaskanku begitu saja masih tetap aku cintai?&lt;br /&gt;ya... aku mungkin gila. gila pada rasa yang telah aku punya.&lt;br /&gt;tapi sayangnya, dia tidak merasakan kegilaan yang aku rasakan.&lt;br /&gt;jika setiap kejadian yang terjadi di film-film itu bisa terwujud dalam kehidupan nyata, mungkin aku akan merasakan hal lain dalam hidupku.&lt;br /&gt;mengapa semua seolah-olah di buat dengan mudah?&lt;br /&gt;saat aku menangis, ku ingin dia menangis. saat aku bahagia, ku ingin dia bahagia. saat aku memikirkannya, ku harap dia juga memikirkanku. sama seperti apa yang tengah aku rasakan malam ini.&lt;br /&gt;adakah dia di sana merasakan apa yang kurasa?&lt;br /&gt;wahai 'ubur2' tercintaku..&lt;br /&gt;I'am thinking of you all night.. do you feel like me? maybe just for one night?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-254726927708263936?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/254726927708263936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/heart-2-heart.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/254726927708263936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/254726927708263936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/heart-2-heart.html' title='Heart 2 Heart'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-4315401734932046016</id><published>2012-01-19T02:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-19T02:39:20.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>My Birthday ;)</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim...&lt;br /&gt;Hari ini, tepat di tanggal 19 January 2012, usiaku bertambah satu tahun lagi. nggak terasa, waktu berjalan begitu cepat. saat ini aku telah menginjak usia 20 tahun.&lt;br /&gt;20. bukanlah angka yang kecil. di sini, aku harus bisa belajar lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. kedewasaan yang harus bertambah, juga pola fikirku yang juga harus semakin bijak.&lt;br /&gt;Aku selalu berdo'a kepada Allah, agar aku masih di berikan kesempatan lebih banyak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diriku sendiri dan buat orang lain.&lt;br /&gt;Di berikan nikmat sehat pula sehingga aku bisa mengejar cita-citaku dan membahagiakan keluargaku.&lt;br /&gt;Karena tidak ada yang lebih sempurna, saat aku bisa membuat diriku bahagia, dan orang-orang di sekitarku juga merasakan kebahagiaan itu :)&lt;br /&gt;Semoga...&lt;br /&gt;Amin.. Amin.. Amin.. Ya Rabbal 'alamin :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-4315401734932046016?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/4315401734932046016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/my-birthday.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4315401734932046016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4315401734932046016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/my-birthday.html' title='My Birthday ;)'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-7588181443636761276</id><published>2012-01-13T02:00:00.000+07:00</published><updated>2012-01-13T02:00:52.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Feeeel...</title><content type='html'>malam ini.. aku kembali menuliskan keluh kesahku di blog ini. pukul 01.53 dini hari, mataku masih juga belum bisa terpejam. entah hal apa yang menyebabkannya.. semuanya terjadi begitu saja tanpa aku sadari..&lt;br /&gt;ubur-ubur.. mungkin kamu telah tertidur dengan nyenyaknya malam ini. bertemankan dengan mimpi-mimpi indah bersama orang baru dalam hatimu. bukan aku.&lt;br /&gt;tapi aku di sini masih memikirkanmu...&lt;br /&gt;memikirkan tentang kebodohanku yang masih belum bisa melepaskanmu dari hatiku..&lt;br /&gt;damn.. why it's so hard???&lt;br /&gt;berbagai cara telah aku coba, tapi nyatanya, hatiku masih belum bisa menerima kenyataan ini.&lt;br /&gt;aku jadi rentan galau sejak engkau meninggalkanku seorang diri. aku jadi lebih banyak memikirkan hal-hal yang maih belum bisa aku relakan hilang dari hatiku.&lt;br /&gt;bukan hal yang mudah saat aku harus melupakan orang yang lebih dari sekedar "kekasih" buatku..&lt;br /&gt;karna apa yang telah kita lakukan lebih dari itu..&lt;br /&gt;kesalahan-kesalahan bodoh itu, tidak pernah aku lupakan !&lt;br /&gt;jangan salahkan aku atas sikap ini,,, karna kita telah melangkah terlalu jauh..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-7588181443636761276?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/7588181443636761276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/feeeel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7588181443636761276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7588181443636761276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/feeeel.html' title='Feeeel...'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-1455113203004468248</id><published>2012-01-02T20:54:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T20:54:20.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>One Hope,One Action</title><content type='html'>Permulaan tahun baru aja di mulai. pesta pergantian tahun malam itu terlihat sangat meriah. meriah sama orang-orang yang memadati jalanan di kota pontianak.&lt;br /&gt;tahun baru ini, aku ngerayain pergantian tahun bersama teman-teman satu kampus,di kampus.&lt;br /&gt;tragis... nothing someone special in the year end who i have. just all my friend.&lt;br /&gt;puluhan sms malam itu masuk ke inbox handphone ku mengucapkan selamat tahun baru. kalimatnya panjang-panjang banget... padahal intinya cuman tahun baruan doang.&lt;br /&gt;tapi ada satu sms yang buat aku ketawa. ini sms jelas banget salah alamat. isinya ngucapin "selamat ulang tahun"&lt;br /&gt;ebuseeeet... aku ulang tahun itu masih lama tau!&lt;br /&gt;tapi kalau di inget2, bentar lagi umurku udah kepala 2. nggak terasa, umur udah tua ternyata, tapi muka tetep aja imut.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun baru ini, aku mulai dengan hal yang membuatku bahagia. setidaknya memang itulah harapanku.&lt;br /&gt;kesalahan apa-apa aja yang udah aku lakukan di 2011, jelas nggak boleh lagi aku lakuin di 2012 ini.&lt;br /&gt;one hope,one action...&lt;br /&gt;semuanya tentang hal-hal baik yang ingin aku capai dan harus aku lakukan..&lt;br /&gt;Now, just keep spirit for me !!!&lt;br /&gt;:))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-1455113203004468248?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/1455113203004468248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/one-hopeone-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/1455113203004468248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/1455113203004468248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2012/01/one-hopeone-action.html' title='One Hope,One Action'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-5823089378811240686</id><published>2011-12-30T21:37:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T21:37:06.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Year End..</title><content type='html'>Tahun baru..&lt;br /&gt;Nggak terasa, hari ini aku akan melewati akhir tahun 2011 ku. sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sepertinya tahun ini akan berjalan seperti biasa.&lt;br /&gt;banyak orang yang beranggapan bahwa setiap tahun baru itu harus di barengi dengan suatu acara atau hal semacamnya untuk merayakan pergantian tahun tersebut.&lt;br /&gt;tapi buatku, semuanya terasa sama.&lt;br /&gt;aku belum pernah merasakan arti sebenarnya dari tahun baru itu sendiri. meskipun pada kenyataannya, di setiap pergantian tahun, aku selalu berdo'a untuk hal yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik, serta harapan yang juga baik.&lt;br /&gt;2011&lt;br /&gt;banyak kisah yang telah aku lalui.&lt;br /&gt;suka, sedih, tawa, serta tangis bercampur menjadi satu.&lt;br /&gt;menjadikan sebuah rasa yang tidak biasa.&lt;br /&gt;banyak kejadian yang pada akhirnya memberiku pelajaran. pelajaran tentang hidup yang ternyata tidak semudah yang aku bayangkan.&lt;br /&gt;aku hanya selalu mencoba untuk berusaha dan berdo'a, karena pada akhirnya Allah lah yang menentukan hasilnya.&lt;br /&gt;2011&lt;br /&gt;aku juga harus merelakan seseorang yang aku cintai pergi dari hidupku. meskipun kenyatannya, aku masih dapat melihatnya dengan mata kepalaku. tapi tidak dengan hatiku.&lt;br /&gt;masih seperti tahun-tahun sebelumnya, aku akan selalu berdo'a untuk kehidupanku yang lebih baik di tahun berikutnya..&lt;br /&gt;tidak akan kuulangi kesalahan-kesalahan yang dulu pernah aku lakukan. cukuplah hal itu menjadi pelajaran berharga bagiku yang tidak akan aku lupakan.&lt;br /&gt;namun akan aku lakukan pembaharuan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;God.. help me to doing that :)&lt;br /&gt;Hope You always beside me.. Every time !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-5823089378811240686?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/5823089378811240686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/year-end.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5823089378811240686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5823089378811240686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/year-end.html' title='Year End..'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-6198541655146376360</id><published>2011-12-16T18:32:00.000+07:00</published><updated>2011-12-16T18:32:22.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Everything will be OK :)</title><content type='html'>Night.... :)&lt;br /&gt;Lama banget rasanya aku udah nggak buka blog ini. kangen juga pengen cerita-cerita tentang dia.&lt;br /&gt;17 Desember 2011. besok itu tepat 3 bulan aku dan dia bubar. ternyata seperti ini rasanya.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah selalu membantuku dalam berbagai hal. salah satunya dalam hal ini.&lt;br /&gt;Everything will be okey !&lt;br /&gt;aku bahagia. setidaknya saat ini aku sudah dapat menjalani hidup tanpa kehadirannya di sisiku.&lt;br /&gt;aku juga sudah ikhlas melepasnya dan membiarkan dia memilih orang lain dalam hidupnya.&lt;br /&gt;setidaknya, jika dia bahagia, aku juga bahagia.&lt;br /&gt;itulah kalimat yang juga aku ucapkan saat aku harus merelakan dia pergi meninggalkanku.&lt;br /&gt;Aku tahu, Allah itu tidak pernah tidur.&lt;br /&gt;dibalik semua kesakitan yang telah aku rasakan, Allah pasti menyediakan kebahagiaan lain untukku.&lt;br /&gt;berjalan tanpa dirinya, aku menemukan hal-hal positive dalam hidupku.&lt;br /&gt;aku berterimakasih untuknya karena telah mengajariku arti keikhlasan dan kesabaran yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Aku akan tetap mencintainya meski dengan cara yang lain.&lt;br /&gt;setidaknya aku kini tidak merasa terpuruk dalam kesendirian ini, karna masih banyak teman-teman lain yang selalu ada di belakangku.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, i'm single and very happy....... :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-6198541655146376360?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/6198541655146376360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/everything-will-be-ok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6198541655146376360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6198541655146376360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/everything-will-be-ok.html' title='Everything will be OK :)'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-8283588167279195519</id><published>2011-12-04T20:40:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T20:40:35.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Thinking of You</title><content type='html'>Udah hampir 3 bulan kita jalani ini masing2..&lt;br /&gt;aku masih belum bisa menghapus bayangannya sepenuhnya dari hatiku...&lt;br /&gt;kamu berjalan semakin jauh meninggalkanku.. harusnya aku juga demikian !!!&lt;br /&gt;tapi sial... aku masih belum bisa...&lt;br /&gt;ku coba untuk menghapus bayangmu saat aku bersamanya.&lt;br /&gt;tapi tetap, hasilnya NIHIL....&lt;br /&gt;oh God.... what happen to me?&lt;br /&gt;begitu dalamnya dia di hatiku.. mau sampai kapan aku seperti ini???&lt;br /&gt;sudah waktunya untukku melupakanmu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-8283588167279195519?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/8283588167279195519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/thinking-of-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8283588167279195519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8283588167279195519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/12/thinking-of-you.html' title='Thinking of You'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-4599385593223824704</id><published>2011-11-27T23:37:00.000+07:00</published><updated>2011-11-27T23:52:03.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>New Spirit</title><content type='html'>"When you fell like everything is over, remember that God has a plan for you and everything happens for a reason. For a better reason."&lt;br /&gt;ini adalah alasan mengapa aku harus move on...&lt;br /&gt;aku jadi ingat perkataan salah seorang teman yang mencoba untuk menghiburku dari keterpurukan yang aku alami.&lt;br /&gt;"nggak semua harapan itu menjadi kenyataan. so.. ngapain berharap !!!"&lt;br /&gt;aku setuju.. saat aku berharap pada sesuatu yang belum tentu pasti, lebih baik aku bangkit dengan hidupku yang baru.&lt;br /&gt;Hal ini juga atas perencanaanNya.. The God always beside me.. I know that !&lt;br /&gt;Dari kejadian ini.. akuberfikir dan bangkit.&lt;br /&gt;Aku ingin menghasilkan sebuah karya..&lt;br /&gt;karya yang bisa menunjukkan bahwa aku juga mampu tanpa dirinya...&lt;br /&gt;Thanks for everything you did :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-4599385593223824704?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/4599385593223824704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/when-you-fell-like-everything-is-over.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4599385593223824704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4599385593223824704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/when-you-fell-like-everything-is-over.html' title='New Spirit'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-4008055345010786364</id><published>2011-11-17T22:08:00.000+07:00</published><updated>2011-11-17T22:08:15.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>17'Nov 2011</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;..Its time to move on..&lt;br /&gt;I must forgoten everything about you&lt;br /&gt;I know it’s hard for me, but i must do that&lt;br /&gt;When i said to everyone “i’m okay without you”,&amp;nbsp; you know i’m liar&lt;br /&gt;I want someone look at me, come to me and say “i know you’r not”&lt;br /&gt;We have crown all 2 month&lt;br /&gt;But why i still hoped to you???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What it’s &amp;nbsp;just happen in my dream???&lt;br /&gt;and what you know.. i say this just not from my lip&lt;br /&gt;But from the bottom of my heart&lt;br /&gt;I’m faithfull to you.. but why everything make me complicated???&lt;br /&gt;Just hope everything good for you..&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-4008055345010786364?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/4008055345010786364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/17nov-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4008055345010786364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/4008055345010786364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/17nov-2011.html' title='17&apos;Nov 2011'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-2404635386761790753</id><published>2011-11-12T23:54:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T23:54:49.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Sat' Night...</title><content type='html'>Lagi-lagi malam minggu. entah sudah keberapa kalinya aku melalui malam seperti ini tanpa dirinya. aku masih merindukan kehadirannya disisiku...&lt;br /&gt;pernahkah ia merasakan hal seperti ini??? rindu yang tak tersampaikan. duhai orang terkasihku, orang yang selalu membayangi setiap malam2 ku sebelum aku memejamkan mata ini.. aku mencintaimu. masih sama seperti aku mencintaimu beberapa tahun yang lalu......&lt;br /&gt;bagaimana aku dapat mengatakan ini padamu???&lt;br /&gt;terkadang aku merasa menjadi orang yang cukup bodoh dengan selalu memikirkanmu, sedangkan kenyataannya aku tak pernah tau apakah kamu juga pernah memikirkanku.. memikirkan hatiku..&lt;br /&gt;tidak sedikit orang yang menyuruhku untuk melupakanmu.. tapi ketahuilah wahai orang terkasihku, aku belum bisa melakukannya....&lt;br /&gt;entah mengapa firsatku mengatakan bahwa kita akan bersama suatu saat nanti. jika pada akhirnya nanti memang demikian, aku berharap kamu akan mengerti arti dicintai dengan ketulusan hati yang sesungguhnya...&lt;br /&gt;sadarilah bahwa untuk menemukan hal seperti itu, tidak semua orang dapat melakukannya untukmu..&lt;br /&gt;dan aku, akan mencoba untuk itu kepadamu...&lt;br /&gt;meskipun kau tau, luka ini menggerogotiku setiap kali aku melihatmu...&lt;br /&gt;melemahkan hati yang hampir tak mampu untuk berbuat sesuatu saat berada dihadapanmu...&lt;br /&gt;Tuhan,,,, aku benar2 menyayanginya.&lt;br /&gt;jadikanlah ia yang halal untukku atas izinMu..&lt;br /&gt;Amiiiiiiin...............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-2404635386761790753?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/2404635386761790753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/sat-night.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/2404635386761790753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/2404635386761790753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/sat-night.html' title='Sat&apos; Night...'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-3927874609878998121</id><published>2011-11-07T15:27:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T15:27:01.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aurel Cafe'/><title type='text'>7'November</title><content type='html'>aku selalu merasa kalau apa yang aku lihat itu tidak selalu sama dengan kenyataannya. aku nggak bisa menilai semuanya dari sudut mata telanjangku...&lt;br /&gt;well... semuanya hanya perlu pendalaman terhadap apa yang aku yakini kebenarannya.&lt;br /&gt;saat aku memilih sesuatu itu bukan karna aku terkesima dengan pandangan pertamaku terhadap sesuatu tersebut... yang membuatku yakin adalah saat aku telah menjalaninya.&lt;br /&gt;hidup itu nggak akan berjalan mulus2 aja kayak jalan aspal yang baru di poles.. pasti ada celah meskipun ia terlihat rapi.&lt;br /&gt;aku berpikir untuk berbuat sesuatu yang ingin membuat fisikku merasa senang. tapi untuk apa kalau nyatanya hatiku tidak demikian????&lt;br /&gt;aku hanya mampu berkata2 melalui tulisan ini, karna pembuktiannya itu tidak semudah apa yang aku fikirkan...&lt;br /&gt;tapi aku selalu menginginkan hal terbaik dalam hidupku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-3927874609878998121?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/3927874609878998121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/7november.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/3927874609878998121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/3927874609878998121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/7november.html' title='7&apos;November'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-2374081816084582335</id><published>2011-11-05T15:48:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T15:48:00.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>foto2 ini aku dedikasikan buat "kami"...&lt;br /&gt;setidaknya, aku pernah menjalani hal2 indah bersamanya...&lt;br /&gt;20 January 2010 until 17 September 2011...&lt;br /&gt;i'm happy with him..... :)&lt;br /&gt;thanks to make me know about the thrue love...&lt;br /&gt;you made it for me...&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cg0wHSac3Gw/TrT0iSdSDAI/AAAAAAAAADU/Da6zA0iZC7I/s1600/EHM.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-cg0wHSac3Gw/TrT0iSdSDAI/AAAAAAAAADU/Da6zA0iZC7I/s200/EHM.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini waktu foto yang "bener" di Pasir Panjang, 23 Juli 2010&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-n429L7eebSo/TrT1afSjzKI/AAAAAAAAADc/DhKwPD9wYFs/s1600/Image1759.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-n429L7eebSo/TrT1afSjzKI/AAAAAAAAADc/DhKwPD9wYFs/s200/Image1759.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto gila2an ne... tapi tetep cantik n ganteng. hahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1x1jMHAZamk/TrT2DNopKvI/AAAAAAAAADk/CfWsMAOyWVQ/s1600/Image1762.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-1x1jMHAZamk/TrT2DNopKvI/AAAAAAAAADk/CfWsMAOyWVQ/s200/Image1762.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the second foto crazy with him... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-aJNIUs8c76w/TrT2whmK1lI/AAAAAAAAADs/AL_2ff6ZTew/s1600/Image2718.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-aJNIUs8c76w/TrT2whmK1lI/AAAAAAAAADs/AL_2ff6ZTew/s200/Image2718.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tetep aja narsis... yang di belakang gak sadar kayaknya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-2374081816084582335?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/2374081816084582335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/foto2-ini-aku-dedikasikan-buat-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/2374081816084582335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/2374081816084582335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/foto2-ini-aku-dedikasikan-buat-kami.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cg0wHSac3Gw/TrT0iSdSDAI/AAAAAAAAADU/Da6zA0iZC7I/s72-c/EHM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-5087967801816674212</id><published>2011-11-05T15:25:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T15:25:42.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Idul Adha Before</title><content type='html'>Besok lebaran haji...&lt;br /&gt;well.. seperti tahun2 sebelumnya, aku selalu berada jauh dari keluargaku.&lt;br /&gt;suasanannya pasti seperti ini. KESEPIAN.&lt;br /&gt;tapi bedanya, tahun ini aku benar-benar sendiri. dia tidak lagi menemaniku.&lt;br /&gt;ya... kenyataan yang harus aku hadapi. dia tidak lagi bersamaku.&lt;br /&gt;Dan lagi.. aku merindukannya. kapan perasaan ini bisa hilang dari hatiku.&lt;br /&gt;untungnya, aku ini bukan tipe orang yang terlalu mengejar2 cinta, meski ku tau aku begitu mencintainya.&lt;br /&gt;aku hanya menyerahkan semuanya kepada Allah, berharap yang terbaik yang akan aku dapatkan nanti..&lt;br /&gt;yaaaaah.... entah itu kapan, aku sendiri tidak pernah tau.&lt;br /&gt;aku hanya percayakan hatiku bahwa semuanya akan baik2 saja...&lt;br /&gt;but it's not enough for me..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-5087967801816674212?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/5087967801816674212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/idul-adha-before.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5087967801816674212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5087967801816674212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/11/idul-adha-before.html' title='Idul Adha Before'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-6520216967819294795</id><published>2011-11-01T13:22:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T13:22:49.279+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>Selasa, awal November pukul 13.17 menit...&lt;br /&gt;hujan hari ini masih saja belum reda. i wanna come back home..&lt;br /&gt;sepertinya berada di tempat tidur dengan cuaca seperti ini lebih membuatku merasa nyaman..&lt;br /&gt;di tambah alunan lagu slank yang liriknya nyentuh k hati, itu dalem banget kawan.....&lt;br /&gt;aku benci berada pada suasana seperti ini.&lt;br /&gt;suasana yang membutku ingin lari dari kenyataan yang ada bahwa semuanya kini telah jauh berbeda..&lt;br /&gt;yaaa..... BERBEDA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-6520216967819294795?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/6520216967819294795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/selasa-awal-november-pukul-13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6520216967819294795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6520216967819294795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/selasa-awal-november-pukul-13.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-9063444609493000921</id><published>2011-10-29T14:50:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T14:50:45.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>For Your Happines</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fVrntNanc24/TquvrrqB96I/AAAAAAAAADM/XYzAx0_TvQA/s1600/IMG_4466.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-fVrntNanc24/TquvrrqB96I/AAAAAAAAADM/XYzAx0_TvQA/s320/IMG_4466.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;mungkinkah ini hanya akan menjadi kenangan dalam perjalanan hidupku???&lt;br /&gt;pernahkah kau tau betapa sakitnya aku??????&lt;br /&gt;Abi.....&lt;br /&gt;would you come back too me??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-9063444609493000921?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/9063444609493000921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/for-your-happines.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/9063444609493000921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/9063444609493000921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/for-your-happines.html' title='For Your Happines'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fVrntNanc24/TquvrrqB96I/AAAAAAAAADM/XYzAx0_TvQA/s72-c/IMG_4466.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-8897134010488356972</id><published>2011-10-29T14:12:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T14:12:21.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Grrrrrr.....:)</title><content type='html'>Oke....&lt;br /&gt;sekarang semuanya sudah semakin jelas...&lt;br /&gt;tak ada harapan yang sepertinya pantas aku tunggu..&lt;br /&gt;kamu bahagia dengan hidupmu sekarang..&lt;br /&gt;well... aku juga harus seperti kamu. tapi sialnya itu nggak semudah seperti apa yang aku harapkan.&lt;br /&gt;kamu bisa tertawa di atas penderitaanku...&lt;br /&gt;good job, salut buat semuanya...&lt;br /&gt;tapi ku yakin dan percaya suatu saat semuanya akan berbalik kepadamu...&lt;br /&gt;semua ini hanya tentang waktu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-8897134010488356972?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/8897134010488356972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/grrrrrr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8897134010488356972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8897134010488356972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/grrrrrr.html' title='Grrrrrr.....:)'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-6270172658813085172</id><published>2011-10-28T15:07:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T15:07:28.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>In Memorian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qRsIKKTbOdg/Tqph1RrUrcI/AAAAAAAAACs/0bpuZZgnBh8/s1600/Image2564.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-qRsIKKTbOdg/Tqph1RrUrcI/AAAAAAAAACs/0bpuZZgnBh8/s200/Image2564.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;when i look this picture, my hope everything will be okey...&lt;br /&gt;but in the fact...&lt;br /&gt;everything like complicated....&lt;br /&gt;but i still love you...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-6270172658813085172?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/6270172658813085172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/in-memorian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6270172658813085172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6270172658813085172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/in-memorian.html' title='In Memorian'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qRsIKKTbOdg/Tqph1RrUrcI/AAAAAAAAACs/0bpuZZgnBh8/s72-c/Image2564.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-822202936775311071</id><published>2011-10-28T14:57:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T14:57:29.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>How poor i am</title><content type='html'>aku masih belum sanggup untuk beranjak pergi. meski nyatanya kini semua telah menjauh.&lt;br /&gt;harapan yang sepertinya tidak akan menjadi kenyataan untuk ku...&lt;br /&gt;miris... melewati hari yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya akan terjadi..&lt;br /&gt;hidupku terlalu takut untuk melihatmu pergi...&lt;br /&gt;meninggalkan bukti nyata yang tak aku kira sebelumnya...&lt;br /&gt;jejakmu... langkahmu.. masih terus membias hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haaaaaah......&lt;br /&gt;mau sampai kapan aku seperti ini???&lt;br /&gt;hidup itu jadi nggak seasik yang aku rasa.&lt;br /&gt;simple live... semuanya terlihat mudah, but in the fact all must complicated...&lt;br /&gt;melihatmu setiap hari semakin menyiksa perasaanku.&lt;br /&gt;belum lagi mendengarkan pertanyaan2 yang sebenarnya tak ingin aku jawab.&lt;br /&gt;aku tak sekuat yang kau lihat.......&lt;br /&gt;andai kau tau itu..&lt;br /&gt;aku menangis dalam kesendirian yang tak pernah orang lain tau..&lt;br /&gt;now, i like a coward.....&lt;br /&gt;how poor i am...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-822202936775311071?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/822202936775311071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/how-poor-i-am.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/822202936775311071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/822202936775311071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/how-poor-i-am.html' title='How poor i am'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-8833983486835815999</id><published>2011-10-22T09:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T09:01:39.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>Bad Day</title><content type='html'>Apes banget hari ini...&lt;br /&gt;sial... bener2 sial...&lt;br /&gt;hp satu2 nya, sekarang berpindah tangan.&lt;br /&gt;Subuh tadi, hp aku raib entah kemana...&lt;br /&gt;mana kondisi keuangan lagi gak stabil pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 kata buat kamu yang bawa kabur hp aku.&lt;br /&gt;"SIAL"&lt;br /&gt;Emang gak "berprikehapean" tu orang.&lt;br /&gt;coba kalo mau nyuri tu ke rumah orang kaya sekalian, biar hasilnya gede.&lt;br /&gt;ini nyuri ke rumah anak kuliahan.&lt;br /&gt;ku sumpahin jadi kodok tu orang !!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sial...sial...sial...sial...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-8833983486835815999?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/8833983486835815999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/bad-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8833983486835815999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8833983486835815999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/bad-day.html' title='Bad Day'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-5008901505743994738</id><published>2011-10-19T21:52:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T21:52:23.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>Malam ini aku ingin marah... tapi gak tau apakah aku masih pantas untuk itu????&lt;br /&gt;melihatnya telah jauh berubah, aku kecewa.&lt;br /&gt;perubahan ke arah yang ku lihat memburuk.&lt;br /&gt;ku kira dia bisa lebih baik dari ini setelah kejadian '17" itu.. tapi ternyata aku salah.&lt;br /&gt;aku salah menilai orang yang sudah hampir 3 tahun aku kenal.&lt;br /&gt;orang yang sempat kumengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak tau apa yang sebenarnya yang sedang dia cari.&lt;br /&gt;kebebasankah???&lt;br /&gt;tapi kebebasan yang seperti apa???&lt;br /&gt;sebagai orang yang peduli, aku tak ingin hidupnya ke arah yang lebih buruk..&lt;br /&gt;Apakah dia mengerti itu????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-5008901505743994738?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/5008901505743994738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/malam-ini-aku-ingin-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5008901505743994738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/5008901505743994738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/malam-ini-aku-ingin-marah.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-7505150651349854240</id><published>2011-10-19T21:33:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T21:33:59.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='19 Oktober 2011'/><title type='text'>Hmmmmm...</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Malam ini suasananya melow banget.dingin pula.menusuk sampai ke hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Ternyata teramat sulit melupakan hal yang tak ingin kita lupakan...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Beeeeuuuuh.... lagi galau tingkat tinggi ne !!!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;(BULAN INI MEMANG BULAN GALAU DI KALENDERKU)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Gemana bisa coba, menghapus semuanya begitu cepat, sementara aku selalu melihatnya dihadapanku...”Everyday”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Itu gak mudah teman....&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Aku bisa aja pura2 berkata “yup, i’m okey withaout u boy”. Tapi pembuktiannya itu susah bangeeeeeeeeeeeeet..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Ternyata Tuhan itu hebat ya???? Dia menciptakan perasaan yang daleeeeeeeeeeeeem banget..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Mau disembunyiin gemanapun, kita tetep aja gak bisa bohongin yang namanya “HATI NURANI”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Coba aja hidup itu semudah apa yang tidak kita rasakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Waktu dia bilang,”kayaknya kita sampai sini aja dech, soalnya aku udah gak ada rasa apa2 lagi sama kamu”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat??????&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Emang dikiranya kita percaya gitu aja dengan alasan yang gak masuk akal kayak gitu ?????????&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Maunya, saat itu juga aku langsung jawab pake lagunya Sherina Munaf..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;“&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bradley Hand ITC&amp;quot;;"&gt;pergilah kau.. pergi dari hidupku.. bawalah semua rahasiamu yang tak ingin ku tahui&lt;/span&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Kesannya sich jadi kayak oke2 aja, tapi pas udah di kamar????&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Huaaaaaa... hiks,,hiks,,hiks,, huaaaaaaaaaaaaaaa.... nangisnya sampai 7 hari 7 malam. Ngabisin tisu sampai 7 kotak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;Besoknya liat mata udah segede bola basket ngembangnya. :’(&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;But for all... dari yang udah aku tulis di atas, semuanya tetep aja belum merubah keadaan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;AKU ITU MASIH SAYANG BANGET SAMA KAMU UBUR-UBUR JELEK !!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;KAMU ITU NGERTI NGGAK SIH ???????????????????????????????????????????????????&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -2.3pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;(hanya bisa ngedumel dalam hati sendiri. NGENES.)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-7505150651349854240?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/7505150651349854240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/hmmmmm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7505150651349854240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7505150651349854240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/hmmmmm.html' title='Hmmmmm...'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-1942713861209656915</id><published>2011-10-19T12:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T12:43:01.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='19 Oktober 2011'/><title type='text'>Just "Coret-Coret"</title><content type='html'>Haaaah.....&lt;br /&gt;boring tingkat tinggi !!!!&lt;br /&gt;jaringannya lelet banget... gemana mau upload background kalo kayak gini???&lt;br /&gt;coba aja fasilitas kampus ini lebih baik.&lt;br /&gt;bakalan betah ne stay di kampus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena udah bejamur mantengin layar yang ngasi tampilan "bufering" akhirnya aku pindah haluan..&lt;br /&gt;gerakin jari2 di atas keyboard kayaknya lebih asyik..&lt;br /&gt;di tambah ngedegarin alunan cempreng dari kawan2 di kampus yang ngebawain lagunya Slank ngebuat otak jadi sedikit 'fresh'..&lt;br /&gt;gokil kalo lg gak ada dosen kayak gini...&lt;br /&gt;semuanya jadi mahasiswa yang punya status "GAK JELAS"..&lt;br /&gt;But for all.... i'm interest gusy :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, kayaknya postingan hari ini dicukupkan sampe sini aja..&lt;br /&gt;see you soon ...... :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-1942713861209656915?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/1942713861209656915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/just-coret-coret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/1942713861209656915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/1942713861209656915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/just-coret-coret.html' title='Just &quot;Coret-Coret&quot;'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-6980343510600536114</id><published>2011-10-18T09:44:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T09:44:05.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat pagi dunia... :)&lt;br /&gt;pagi ini aku memulai aktivitasku seperti biasa.&lt;br /&gt;kuliah...kuliah... kuliah...&lt;br /&gt;Whuuuuaaaaaaa.... padahal masih ngantuk.&lt;br /&gt;Sampainya di kampus, ketemu sama mata kuliah pertama "Psikologi Dakwah".&lt;br /&gt;Ebuseeeeeeeeeettt.... dosennya kagak genah.&lt;br /&gt;nyeleneh mulu...&lt;br /&gt;segala macam dia omongin....&lt;br /&gt;Tapi lucu juga c... Suka :) &lt;br /&gt;Dikiranya kita mau belajar apaan coba????????&lt;br /&gt;Mata kuliahnya begitu, tapi yang di omongin begini..&lt;br /&gt;sialnya, setiap kali pembagian KHK aku selalu di tegur..&lt;br /&gt;"setiap pagi sarapan ya...."&lt;br /&gt;postur aku ya emang begini pak,,,,,&lt;br /&gt;(ngedumel dalam ati) &lt;br /&gt;ramping2 gemanaaaaaaaaaa gitu, dan yang pasti juga imut :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaaaaahhh....&lt;br /&gt;tapi untungnya jam kuliah udah menunjukkan pukul 09.00&lt;br /&gt;itu dosen buru2 dech keluar....&lt;br /&gt;next.... aku ketemu lagi sama mata kuliah yang juga gak genah&lt;br /&gt;"Pengantar Kewirausahaan"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-6980343510600536114?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/6980343510600536114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/selamat-pagi-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6980343510600536114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6980343510600536114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/selamat-pagi-dunia.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-8760842647983136607</id><published>2011-10-17T12:32:00.000+07:00</published><updated>2011-10-17T12:32:32.587+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ada yang tak biasa dengan tanggal 17. mengingatkanku pada hal yang paling aku benci, aku sesali, dan hal yang selalu menjadi pertanyaan dalam fikiranku.&lt;br /&gt;kamu hebat.. salut untuk hal yang pernah kamu lakukan untukku. kamu mampu membuatku membenci angka yang paling aku sukai.&lt;br /&gt;mengapa hal ini masih belum bisa ku hilangkan dari pikiranku???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you make me so despretly in love..&lt;br /&gt;and now you late me down..&lt;br /&gt;drowning me so deep..&lt;br /&gt;i just cant reach my self again..&lt;br /&gt;congretulation "Jellyfifh"...&lt;br /&gt;You Win !!!!!&lt;br /&gt;and i Quit...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-8760842647983136607?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/8760842647983136607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/ada-yang-tak-biasa-dengan-tanggal-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8760842647983136607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/8760842647983136607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/ada-yang-tak-biasa-dengan-tanggal-17.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-7219075744270319529</id><published>2011-10-17T12:14:00.000+07:00</published><updated>2011-10-17T12:14:31.258+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>hari ini tepat 1 bulan sudah semenjak kejadian pada tanggal 17. semuanya masih kurasakan seperti ini. tidak ada yang pernah berubah. bahkan untuk sesuatu yang tidak dia mengerti..&lt;br /&gt;aku masih belum percaya, apakah ini nyata???&lt;br /&gt;tapi semuanya terlihat benar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang harus aku lakukan???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku masih belum dapat beranjak dari peraduan hati ini..&lt;br /&gt;semuanya kurasakan begitu sulit.. teramat sulit bahkan.&lt;br /&gt;teringat jelas saat2 yang tak pernah dapat aku lupakan. mungkin aku terlihat mampu, tapi nyatanya aku rapuh. aku terluka. aku tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;why everything so confusing???&lt;br /&gt;i still love you my "Jellyfish".. but i know, you cant..&lt;br /&gt;if my dream will be came true, i just want to see your smile again... for me...&lt;br /&gt;but, how you can di it????&lt;br /&gt;ooooo God... you know how i can move on.........................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-7219075744270319529?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/7219075744270319529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/hari-ini-tepat-1-bulan-sudah-semenjak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7219075744270319529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/7219075744270319529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/hari-ini-tepat-1-bulan-sudah-semenjak.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-199338811464362164</id><published>2011-10-16T10:49:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T10:49:26.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'>The True Story of Me</title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;    &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;    &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:6.0pt; mso-para-margin-right:1.0cm; mso-para-margin-bottom:6.0pt; mso-para-margin-left:1.0cm; text-align:center; text-indent:1.0cm; line-height:150%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;I Love My Self&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Hingar bingar deru suara kendaraan yang melintasi jalanan malam ini memecah kesunyian malam. Aku masih asyik dengan layar kecil yang ada di depan mataku. Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Masih banyak lembaran-lembaran kertas yang berserakan dihadapanku. Setengah lemah badan ini aku gerakkan jemariku di atas keybord laptop berwarna merah marun milik temanku. Perutku berbunyi. Aku mulai merasa lapar sekarang. Kuselesaikan bait pertama kerjaanku malam ini. Mudah-mudahan setelah makan nanti aku memiliki tenaga lebih untuk melanjutkan kerjaanku ini..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Saat kugerakkan jemari ini, aku tengah bernostalgia dengan pengalaman masa kecilku. Pikiranku kembali ke saat masa-masa indah ketika aku masih belia. Dan saat ini, aku tengah berada di sudut kecil ruangan tempat aku tinggal sekarang. Jauh dari kedua orang tuaku, jauh dari keluargaku, dan mungkin juga, jauh dari orang-orang yang menyayangiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Sintang, 19 January 1992. Ini adalah tanggal dimana aku dilahirkan dari rahim ibuku, tepatnya pada hari sabtu pukul 02.00 dini hari. Aku adalah anak pertama dari hasil pernikahan kedua orang tuaku. Tangis bayi memecah kesunyian malam disudut rumah orang tuaku saat itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;eorang dukun kamp&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ng ikut membantu persalinan ibuku waktu itu. Aku dilahirkan dilingkungan keluarga yang bahagia. Kedua orang tuaku memberi&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ku&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; nama Isniatul Fadhillah. Sebuah nama yang memiliki arti tersendiri tentunya, dan pasti ada sebuah pengharapan yang ada di dalamnya. Alhamdulillah… aku bangga memiliki nama itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Saat ini, aku memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Al-hanif Mustafiyuddin dan seorang adik perempuan yang bernama Innayatul Izzaty. Dan insya Allah, akan ada seorang makhluk kecil lagi yang akan meramaikan rumah kami nantinya, karna ibuku kini tengah mengandung anak ke-4 nya. Hanif kini tengah duduk di kelas Tiga sekolah dasar, dan iin duduk dikelas Satu di sekolah yang sama pula seperti Hanif, yaitu di Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang. Meskipun kami sering bertengkar antara satu sama lain, tapi aku begitu mencintai kedua adikku tersebut. Setidaknya, itulah yang aku rasakan saat aku menuliskan buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Berbicara tentang sekolah dasar, aku kembali teringat tentang masa kecilku dulu. Aku adalah seorang siswa dari Sekolah Dasar Negeri 16 Sungai Tebelian Sintang. Aku memasuki sekolah dasar ketika aku berusia 5 tahun, tepatnya pada tahun 1997. Di SD ini, aku bertahan hingga kelas Tiga caturwulan pertama. Pada saat itu, sistem yang ada di sekolah tersebut masih menggunakan hitungan caturwulan. Pada saat caturwulan kedua di kelas Tiga, aku dan keluargaku pindah kedaerah Gurung Kempadik yang juga masih berada di Kabupaten Sintang. Atas alasan pekerjaan orang tuaku, aku mengikuti keputusan mereka untuk pindah sekolah. Di sana, aku tinggal berdekatan dengan saudara-saudara dari pihak ayahhku. Ada abang beserta kakak beliau yang juga tinggal &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Di sekolahku yang baru, aku memiliki teman-teman yang baru pula tentunya. Dan pada saat itu, aku duduk di kelas yang juga ditempati oleh 2 orang sepupu perempuanku yang bernama kak Rini dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kak Yuli. Aku memanggilnya kakak karena memang usia mereka lebih tua dariku. Selain itu pula, mereka berdua adalah salah satu anak dari abang dan kakak dari ayahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Selama masa sekolahku, Alhamdulillah aku memiliki prestasi yang cukup baik. Aku tidak pernah keluar dari urutan 10 besar yang ada di sekolah, bahkan di SD ku yang pertama, aku selalu berhasil menjadi juara kelas setiap caturwulannya. Meskipun pada saat itu usiaku masih relatif muda di antara kawan-kawanku yang lain. Setelah pindah kesekolahku yang baru, barulah prestasiku mulai menurun ke urutan 5 besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Memasuki kenaikan kelas Enam, aku harus mengikuti kedua orang tuaku &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;pindah lagi. Untuk kedua kalinya aku harus memasuki sekolah baru. Namun mau bagaimana lagi,aku hanya bisa mematuhi mereka. Saat itu, kedua orang tuaku pindah ke daerah Melawi, tepatnya di Desa &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Nanga &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Serawai. Otomatis, aku menghabiskan masa sekolahku di S&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;D &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ku yang baru tersebut. Sekolah Dasar Negeri 03 Serawai. Di sinilah aku menjadi anak baru untuk kedua kalinya. Namun di tempat ini, aku berhasil meraih prestasiku kembali untuk bisa berada di juara kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Mengingat kembali masa-masa SD ku dulu, aku memiliki pengalaman yang masih belum bisa aku lupakan sampai saat ini. Kejadian ini terjadi saat aku berada di kelas Empat, tepatnya saat aku berada di Sekolah Dasar yang ada di Gurung Kempadik. Pagi itu adalah pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kami para siswa kelas Empat ditugaskan untuk menghafal surah pendek yang ada dalam Al-qur’an, yaitu surah Ad-Dhuha. Guru agamaku bernama ibu Hafsah. Dia adalah guru sekaligus ibu bagi teman sekelasku yang bernama Fitri Lutfia. Aku dan Fitri Lutfia adalah teman baik sejak aku masuk di SD tersebut. Jadi, akupun mengenal dekat dengan kedua orang tuanya. Kembali ke kejadian waktu itu, ibu Hafsah memanggil muridnya satu persatu untuk maju kedepan kelas dan menyetorkan tugas hafalan yang sudah dua minggu beliau berikan kepada kami. Dan saat tiba giliranku, aku berhasil menyelesaikan tugasku dengan baik. Aku bisa menyelesaikannya dan mendapatkan nilai yang memuaskan di mata pelajaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Sekarang, tiba giliran temanku yang bernama Zulaiha untuk maju kedepan kelas. Dari awal dia sudah bercerita kepadaku bahwa untuk hafalan kali ini dia belum siap untuk maju kedepan karena dia memang belum hapal dengan tugas yang diberikan oleh ibu. Akhirnya, saat namanya di panggil, ia enggan untuk maju kedepan kelas dan berkata dengan ibu jika dia belum siap untuk menghafal kedepan kelas. Namun karena ini adalah tugas yang ibu berikan dua minggu yang lalu, ibu tetap menyuruhnya untuk maju kedepan kelas sambil menghapalkannya. Setelah teman-teman yang lain berhasil menyelesaikan tugas mereka masing-masing, tinggallah Zulaiha sendiri yang berada di depan kelas sambil berdiri memegangi buku hafalannya. Dan disinilah kejadian itu bermula. Entah karena rasa malu, takut, atau yang lainnya, tiba-tiba saja Zulaiha buang air kecil di dalam kelas. Spontan saja, teman-teman yang ada di kelas menjadi r&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;but mengetahui kejadian tersebut. Karena ibu tengah melanjutkan penjelasan di papan tulis, akhirnya salah satu temanku memberitahukan kepada ibu guru. Karena tidak tahan dengan kondisi itu, Zulaiha pun menangis. Dia malu kepada semua orang yang ada dikelas. Akhirnya, diapun berlari menuju toilet sambil&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;menangis. Ibu Hafsah menyuruh salah seorang dari kami untuk menyusulnya dan membujuknya untuk masuk kembali kedalam kelas. Namun karena dia malu dan takut kepada ibu Hafsah, Zulaiha memutuskan untuk tetap berada di dalam toilet sampai akhir mata pelajaran tersebut. Dia tidak berani untuk masuk kedalam kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ini adalah sepenggal kisah di masa SD ku dulu yang belum bisa aku lupakan sampai saat ini. Kejadian lucu dan memalukan bagi temanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setelah Enam tahun aku menyelesaikan sekolah dasarku dan lulus pada tahun 2003. Akupun melanjutkan sekolahku di Madrasah Tsanawiyah Negeri Sintang di tahun yang sama. Di sini, aku memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memasuki lingkungan yang berbeda, menemukan hal-hal baru yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Teman-teman baru, guru-guru baru, dan suasana yang baru. Pada saat tsanawiyah ini, aku harus berpisah dari kedua orang tuaku. Saat itu kedua orang tuaku masih berada di Serawai, sementara aku harus tinggal di Sintang karena harus menempuh pendidikan yang baru. Saat itu, aku tinggal bersama bibiku. Beliau adalah kakak dari ayahku. Di rumahnya, aku juga tinggal bersama kakak sepupuku yang juga menumpang tinggal di rumah bibiku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Setelah mengikuti &lt;/span&gt;masa &lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;orientasi siswa untuk anak-anak yang baru masuk, kamipun di bagi menjadi empat kelas, dan aku berada di kelas VII A. Senang rasanya bisa berada di kelas tersebut. Aku mendapatkan teman-teman yang menyenangkan. Saat itu aku memiliki teman dekat yang bernama Nurul &lt;/span&gt;Wahidah, Lia Murniati,&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt; dan Siti Munasiroh. Ku habiskan waktu luangku ketika istirahat bersama mereka. Selama berada di kelas VII A, Alhamdulillah aku masih bisa menempatkan prestasiku di posisi 10 besar saat pembagian raport. Meskipun aku berada dilingkungan yang baru, aku masih bisa menempatkan posisiku di 10 besar ketika kenaikan kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Masuk ke kelas berikutnya, aku kembali di tempatkan di kelas VIII A. Disini aku mendapatkan teman-teman yang baru lagi, karena saat pembagian kelas, seluruh siswa kembali di acak. Namun, aku masih menjumpai sebagian temanku yang dulu pernah satu kelas denganku. Berpisah dengan sebagian temanku yang lain, cukup membuatku sedih pada awalnya, apalagi akupun berpisah dengan teman&lt;/span&gt;-teman&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt; dekatku, Nurul&lt;/span&gt;, Lia,&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt; dan Siti. &lt;/span&gt;Namun&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt; itu semua tidak memutuskan tali persahabatan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Berada di kelas VIII A inipun, aku masih bisa mempertahankan prestasiku. Meskipun pada semester pertama aku berada diurutan ke 7, namun pada semester berikutnya aku bisa meningkatkan prestasiku diurutan ke 4. Pada saat semester 2 inilah kelas kami mendapatkan teman baru yang berasal dari daerah Banyuwangi, namanya Hilmi Juhaida. Melihat dari daerah asalnya, sudah pasti dia adalah orang jawa yang kental dengan ciri khas dialek bahasanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Selesai dari kelas VIII, kamipun naik ke kelas IX. Lagi-lagi aku harus berada di kelas A, namun bedanya pada saat kenaikan kelas ini pihak sekolah mengadakan penyeleksian untuk pembagian kelasnya. Untuk siswa-siswa yang berada pada urutan 10 besar saat kelas VIII, mereka bisa menempati kelas A. Dengan kata lain, siswa-siswa yang ada di kelas A saat kelas IX adalah siswa-siswa pilihan. Alhamdulillah,,,aku berada di kelas tersebut. Ada rasa bangga dalam diriku saat itu, namun di sisi lain ini adalah sebuah tantangan. Jadi, saat berada di kelas tersebut pada semester 1, aku hanya berhasil menduduki peringkat ke-9 dari 30 siswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dikelas IX A ini, aku bertemu dengan teman-teman yang mengasyikkan. Aku memiliki banyak teman akrab dikelas ini. Mereka adalah Uray, Iix, Sary, Nunung, I’a, Wiwid, dan Ridha. Namun saat kelas tiga ini aku paling dekat dengan Uray. Aku sudah dianggap seperti keluarga olehnya dan kedua orang tuanya. Tak jarang akupun sering tidur dirumanya jika hari libur tiba. Dengan Uray, aku banyak melakukan hal-hal gila. Dulu, sewaktu tsanawiyah aku adalah anak yang cukup tomboy. Meskipun aku di sekolah menggunakan jilbab, tapi saat diluar sekolah aku sering keluar tanpa menggunakan jilbab. Saat itu kesadaranku untuk menggunakan jilbab masih belum ada. Rambutkupun tak pernah kubiarkan panjang. Sering ibuku menyuruhku untuk memanjangkan rambutku layaknya anak-anak perempuan pada umumnya. Tapi karena sifatku yang terbilang tomboy, aku enggan untuk mengikuti nasehat ibuku tersebut. Dan aku rasa, saat aku menuliskan buku inipun sifat tomboyku masih belum banyak yang hilang. Artinya masih ada walaupun sedikit. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dulu,aku pernah memanjat pagar rumah bibiku setinggi kurang lebih 2 meter hanya untuk bisa masuk kedalam rumahnya. Hal ini aku lakukan karena terkadang rumah itu sering dikunci. Aku memanjat dari bagian dinding garasi luar menuju tempat jemuran yang ada di lantai 2 bagian belakang. Rumah bibiku memang sangat besar, jadi terkadang suara orang yang memanggil dari bawah tidak kedengaran sampai ketingkat 2. Pernah juga aku lakukan hal-hal gila sepulang sekolah. Dulu, saat pulang sekolah aku harus mengendarai oplet untuk bisa sampai kerumah bibiku. Jarak antara sekolah dan tempat tinggalku saat itu memang cukup jauh. Saat mengendarai oplet tersebut, aku pernah bergantungan di depan pintu masuk oplet tersebut layaknya seorang kernet. Jika mengingat kejadian-kejadian tersebut aku sering tertawa seorang diri. Betapa gilanya aku saat itu. Namun itulah sisi lain dari diriku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Memasuki semester ke dua, porsi belajar kami semakin di perbanyak. Kami diwajibkan mengikuti les untuk mempersiapkan UAN (Ujian Akhir Nasional). Hampir setiap hari kami pulang sekolah pada pukul 17.00. hal ini cukup membuat kami kejenuhan untuk menerima pelajaran, apalagi saat mata pelajaran Matematika. Selain karena tingkat pemahamannya yang cukup sulit, di dukung lagi dengan kondisi belajar yang sudah sore membuatku dan sebagian teman-teman yang lain merasa bosan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Hari yang kami nanti-nanti itupun akhirnya tiba. Setelah melaksanakan Ujian Akhir Nasional, kini tiba saatnya untuk menunggu hasil dari jerih payah kami selama tiga tahun berada di madrasah tsanawiyah&lt;/span&gt; tersebut&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang hari yang menegangkan itu, beredar kabar-kabar tentang hasil kelulusan kami. Banyak yang mengatakan bahwa tingkat kelulusan kami pada waktu itu lebih banyak dari tahun sebelumnya. Namun aku tetap optimis bahwa aku bisa lulus dengan hasil yang baik. Segala bentuk usaha telah aku lakukan, tinggal berserah diri kepada Allah atas hasil yang akan aku peroleh nantinya, karena segala sesuatu telah di atur oleh-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Pukul 09.00 pagi pada hari senin. Semua siswa kelas IX dikumpulkan di aula sekolah untuk mendengarkan pengumuman hasil ujian yang telah kami laksanakan. Dibuka dengan sambutan dari bapak kepala sekolah, kemudian di ikuti oleh sambutan dari bapak/ibu guru seluruh wali kelas IX. Setelah itu tibalah saatnya untuk membacakan pengumuman kelulusan siswa-siswi kelas IX. Detak jantungku semakin tidak menentu saat wali kelas kami&lt;/span&gt;, ibu Miftahul Khairiyah&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt; maju ke depan podium untuk membacakan hasil kelulusan tersebut. Dan setelah amplop kelas dibuka, beliau pun berkata bahwa seluruh siswa kelas IX A lulus 100%. Alhamdulillah… betapa senangnya aku saat itu. Kamipun bersorak kegirangan dan tidak lupa mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Ternyata kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Aku berhasil membuat kedua orang tuaku bangga. Walaupun pada saat itu kedua orang tuaku tidak bisa hadir dan melihat kebahagiaanku, tapi aku yakin mereka pasti turut bahagia mendengar kabar tersebut.Terima kasih ya Allah… Engkau telah mengabulkan do’aku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Lulus dari madrasah tsanawiyah, akupun melanjutkan sekolahku kembali ke jenjang yang lebih tinggi. Dan pilihanku saat itu jatuh di Madrasah Aliyah Ushuluddin Singkawang. Jujur, sebanarnya saat itu aku tidak punya keinginan untuk sekolah yang jauh dari orang tuaku. Apalagi, di singkawang aku tidak memiliki seorangpun saudara. Namun karena keinginan ayahku untuk menyekolahkanku di pondok pesantren, akhirnya akupun mengikuti keinginan keluargaku tersebut. Mengapa harus ushuluddin singkawang? Ada cerita tersendiri di balik itu semua. Sebenarnya, lulus dari Madrasah Tsanawiyah dulu aku hendak di sekolahkan ke Pondok Pesantren Gontor yang ada di Jawa Timur, namun karena aku belum bisa berpisah terlalu jauh dari keluargaku, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan sekolahku di Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang. Alasan mengapa aku memilih untuk melanjutkan sekolahku di sana setidaknya cukup masuk akal untukku. Saat tsanawiyah dulu, pengetahuanku tentang pondok pesantren tidak terlalu banyak, dan yang aku ketahui adalah sekolah di pondok pesantren itu sangat tidak mengasyikkan, apalgi setingkat Gontor yang sudah pasti memiliki aturan-aturan yang sangat ketat. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih sekolah di pondok pesantren yang ada di singkawang tersebut, yaitu Pondok Pesantren Ushuluddin. Hal ini aku lakukan karena aku melihat di pondok pesantren tersebut tidak memiliki aturan yang ketat. Karena itulah aku bersedia untuk sekolah di sana. Semua tentang ushuluddin aku ketahui saat sekolahku dulu melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, tepatnya saat aku berada di kelas IX tsanawiyah dulu. Itu merupakan kunjungan pertama sekolahku ke Kota Singkawang.Setelah melakukan negosiasi kepada kedua orang tuaku, akupun di izinkan untuk melanjutkan sekolahku di sana. Alhamdulillah.. aku berhasil membujuk kedua orang tuaku saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Masuk ke masa-masa SMA, tentu saja berbeda dengan memasuki masa-masa SMP dulu. Walaupun pada dasarnya aku di sekolahkan di tempat yang berbasiskan agama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Singkawang, tepatnya pada tahun 2006. Ini dalah kedua kalinya aku menginjakkan kakiku di kota ini. Dan di kota inilah aku akan menghabiskan waktuku setidaknya untuk tiga tahun kedepan. Tinggal ditempat berbeda, jauh dari kedua orang tua, mengenal lingkungan, teman, suasana yang benar-benar berbeda saat masih tsanawiyah dulu membutaku merasa asing di kota ini. Apalagi aku harus tinggal di asrama bersama ratusan teman dari daerah lain. Sebenarnya aku menyukai tempat-tempat baru yang aku datangi. Namun karena suasananya berbeda, harus tinggal di asrama membuatku merasa tidak betah tinggal di tempat tersebut. Hidup di lingkungan asrama adalah pengalaman pertama untukku. Tinggal satu kamar bersama ketiga teman baruku yang berasal dari berbagai daerah, belum lagi penyesuain untuk kehidupan asrama yang amat sangat berbeda dengan kehidupan yang ada di rumah. Mulai dari harus antri saat ingin mandi, antri saat harus menyetrika baju, pola makan yang sudah di atur oleh pihak pondok, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang aku temukan di tempat tersebut. Saat di asrama, aku harus mengikuti semua kegiatan yang ada, mulai dari menghafal surah-surah pendek yang ada di dalam Al-Qur’an, Hadits, kosa kata dalam bahasa Arab dan Inggris, Tasrib, Khitobah, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Tiga bulan pertama aku berada di sana, kerinduanku kepada keluargaku yang ada di Sintang semakin memuncak. Aku benar-benar ingin segera pulang dan menemui meraka saat itu. Namun karena belum ada libur panjang yang diberikan oleh pihak sekolah, aku hanya bisa memendam rasa rindu itu, dan tidak jarang aku sering menangis seorang diri di dalam kamar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Waktu terus saja berjalan. Aku mulai terbiasa dengan tempat tinggalku saat itu. Kutemukan sisi positif di balik semuanya, setidaknya aku sudah dilatih untuk bisa hidup mandiri. Mulai dari semua aktivitasku, dan cara bagaimana agar aku bisa mengatur keuangan yang aku miliki sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Di asrama, aku memiliki teman-teman akrab yang sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri. Meraka adalah Novianti, Nurul Azizah, Yumy Mulyani, Dewi Retno Sari, Zulfikarianti, Eni Purnama, dan Nuraisyah Siregar. Kami menyebutnya sebagai keluarga besar. Berbagai aktivitas sering kami lakukan bersama-sama. Saat aku menuliskan buku ini, aku tengah merindukan kalian semua teman-temanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Masuk di aliyah ternyata semakin meningkatkan prestasi belajarku. Pada semester pertama aku berhasil memperoleh juara dua di kelas. Betapa senangnya aku saat itu. Kuberitahukan kabar gembira tersebut kepada kedua orang tuaku yang ada di Sintang. Merekapun bahagia mendengar kabar tersebut. Aku bangga bisa membuat kedua orang tuaku bahagia. Namunpada semester kedua,prestasiku menurun menjadi juara ketiga. Ayah, ibu, maafkan aku..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Di akhir semester dua saat aku kelas satu aliyah dulu, semua siswa diwajibkan untuk memilih jurusan yang akan di ambil saat naik ke kelas dua nantinya. Saat itu pilihan yang da hanya dua, yaitu IPA dan IPS. Melihat dari nilai-nilai yang aku perolah saat aku kelas satu aliyah dulu,banyak yang menyarankan kepadaku untuk memilih jurusan IPA, mulai dari kedua orang tuaku, guru-guruku, teman sekelasku, bahkan dari teman-teman dekatku. Namun dari awal, aku sama sekali tidak memiliki minat untuk masuk kejurusan IPA. Di tambah lagi aku memang tidak menyukai pelajaran-pelajaran IPA. Namun karena aku ingin menuruti keinginan orang tuaku, akhirnya akupun memilih untuk masuk ke jurusan IPA. Mungkin benar apa yang sering orang-orang katakan, bahwa sesuatu yang tidak di dasari dengan niat dan keikhlasan maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Benar saja, hari pertama aku ada di kelas IPA, aku sudah merasa tidak betah. Kuutarakan niatku kepada kedua orang tuaku untuk pindah ke jurusa IPS. Alhamdulillah.. mereka bisa mengerti dengan keinginanku. Akhirnya, keesokan harinya akupun pindah ke jurusan IPS.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhir semester dua saat aku kelas dua aliyah, pemerintah Kota Singkawang menyelenggarakan pemilihan anggota PASKIBRA untuk Kota Singkawang dan provinsi. Semua sekolah yang ada di Kota Singkawang mendapatkan surat pemberitahuan tersebut yang ditujukan kepada seluruh siswa-siswi yang berminat mengikuti seleksi pada PASKIBRA angkatan tahun 2008. Awalnya aku sama sekali tidak berminat untuk ikut, namun karena teman-temanku menyuruhku untuk ikut, akupun di daftarkan untuk ikut seleksi tersebut perwakilan dari sekolahku. Dalam fikiranku saat itu, aku tidak mungkin bisa lolos dan terpilih menjadi anggota diantara ratusan peserta yang ada saat itu, dan akupun memang tidak berharap bisa lolos di pemilihan tersebut. Beberapa bulan berlalu, akhirnya pengumuman tentang hasil kelulusan bagi anggota barupun dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Kota Singkawang. Dari keputusan tersebut, terpilihlah 36 calon anggota PASKIBRA&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari masing-masing sekolah. Dua diantaranya nanti akan di kirim sebagai wakil dari Kota Singkawang untuk PASKIBRA yang di adakan di provinsi. Betapa terkejutnya aku saat itu, ternyata di antara 36 nama-nama yang sudah terpilih itu terdapat namaku, dan aku adalah satu-satunya perwakilan yang berhasil lolos dari sekolahku. Perasaanku saat itu bercampur aduk. Antara bingung dan bahagia. Bahagia karena sudah berhasil terpilih menjadi salah satu anggota PASKIBRA Kota Singkawang, dan bingung bagaimana nantinya aku disana. Aku hanya seorang diri dari sekolahku, dan aku bukanlah warga asli Kota Singkawang. Aku tidak mengenal orang-orang yang berasal dari sekolah lain. Lingkup hidupku saat itu hanyalah seputar sekolah dan asrama yang aku tinggali. Tapi walau bagaimanapun aku harus menjalaninya. Di sana aku harus berkumpul dengan teman-teman baruku dari sekolah lain, dan seluruh anggota baru tersebut nantinya akan menjalani masa karantina yang telah ditentukan dari pihak penyelenggara. Kami semua di kumpulkan di suatu tempat oleh para pelatih dan panitia pelaksana. Selama menjalani masa pelatihan, tentu saja sekolahku menjadi terbengkalai. Tapi aku yakin aku bisa mengatasinya nanti. Ini adalah pengalaman pertama untukku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Di hari pertama mengikuti pelatihan, banyak teman-temanku yang jatuh pingsan karena tidak sanggup berdiri terlau lama di bawah sengatan matahari. Maklumlah, ini adalah hari pertama kami latihan. Tapi akhirnya, semakin hari fisik kami semakin kuat. Kamipun berlatih semakin giat. Belum lagi kekompakan yang terbangun diantara kami semakin jelas terlihat. Selama mengikuti masa pelatihan, banyak hal-hal baru yang aku rasakan. Mulai dari tidak mengenal satu sama lain, akhirnya bisa mengenal antara satu dan lainnya. Bahkan ada beberapa teman kami yang mengalami cinta lokasi selama masa pelatihan berlangsung. Tidak terkecuali denganku. Aku menyukai salah seorang temanku yang berasal dari SMAN yang ada di Kota Singkawang tersebut. Namun karena berbagai alasan, aku hanya bisa sebatas mengaguminya. Ku simpan rasa yang aku miliki ini di dalam hati. Biarlah waktu yang nantinya akan menjawab semuanya. Meskipun aku tau dia memiliki rasa yang sama untukku. Bahkan saat aku menuliskan buku ini, aku masih memiliki rasa yang tidak pernah berubah untuknya. Aku berharap begitu pula dengan rasa yang dia miliki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berbicara mengenai cinta saat masa pelatihan dulu, semua terasa begitu indah. Bahkan di antara kami tidak ingin bila saat-saat seperti itu segera berakhir. Yang kami mau, kami bisa tetap bertemu setiap harinya. Aku jadi teringat saat-saat aku menikmati kedekatanku bersamanya. Mulai dari saat istirahat latihan bersama, mengobrol berdua di kantin, shalat subuh berjam’ah, dan masih banyak lagi hal-hal indah yang aku rasakan saat itu. Pernah, aku begitu menikmati perjalan yang kami lakukan bersama-sama. Saat itu setelah menonton pawai lampion yang ada di Kota Singkawang, kamipun pulang menuju asrama tempat kami di karantina. Dalam perjalanan pulang, banyak hal yang kami bicarakan. Ditemani dengan sebungkus snack, kami menikmati perjalanan menuju asrama malam itu.Namun semua, waktu jugalah yang harus memisahkan pertemuan yang kami lakukan setiap harinya. Ada pertemuan, maka akan ada perpisahan yang terjadi. Seiring dengan berputarnya waktu, aku rasa semua bisa terkendali dengan baik. Namun ada sesuatu yang sangat aku sesali saat itu. Saat hari terakhir kami di karantina, kami semua berpamitan antara satu dan lainnya sebelum pulang kerumah masing-masing. Tapi dia, aku tidak berani untuk menemuinya. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Teramat jauh aku rasakan, hingga aku tidak bisa menjangkau keberadaannya. Meskipun sebenarnya ia nyata dihadapanku. Dan saat jemputannya datang, diapun berlalu tanpa menoleh kepadaku. Aku hanya bisa menghela nafas melihat dia berlalu semakin jauh dari pandanganku. Jauh dan kemudian hilang tak terjangkau oleh mataku. Tidak ada kata terakhir yang sempat aku ucapkan kepadanya. Andai dia tau, aku teramat sakit saat itu..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dan kini tiba saatnya. 17 Agustus 2008. Kami melaksanakan tugas kami sebagi anggota PASKIBRA. Suasana pagi di Kota Singkawang saat itu sangat bersahabat, dan akhirnya kamipun berhasil menyelesaikan tugas kami dengan baik di depan bapak wali kota dan wakilnya beserta jajaran dan peserta upacara yang hadir pada hari itu. Kami merasa puas, lega, dan bahagia. Tenyata kerja keras kami beserta rekan-rekan lainnya tidak sia-sia. Alhamdulillah...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selesai dari masa-masa PASKIBRA, aku beserta teman-temanku yang lain harus kembali ke sekolah masing-masing. Akupun harus mengejar semua mata pelajaran yang tertinggal. Sedih rasanya harus berpisah dengan teman-teman yang aku kenal saat PASKIBRA tersebut. Dan lebih sedih lagi saat aku tidak bisa berjumpa lagi dengannya. Orang yang memiliki arti lebih dari sekedar teman untukku. Walaupun kami hanya dipersatukan dengan waktu yang tidak lama, namun rasa persahabatan yang ada di antara kami terjalin dengan baik hingga saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kembali kesekolah, akupun dihadapkan lagi dengan pelajaran-pelajaran seperti biasa. Dan tidak terasa aku sudah berada di kalas tiga aliyah sekarang. Ini saatnya tingkat belajarku harus di perketat, karena tidak lama lagi kami akan aku dan teman-temanku yang lain harus menghadapi ujian akhir penentuan lulus tidaknya kami di sekolah ini. Memasuki semester dua,waktu balajarku lebih giat lagi. Saat itu aku hanya memiliki sedikit waktu untuk bersantai. Mulai dari masuk sekolah pukul 07.00 pagi dan pulang pada pukul 13.30 siang untuk mata pelajaran yang khusus saat ujian nanti. Sedangkan pukul 14.00, kami harus masuk kembali untuk mengikuti pelajaran-pelajaran agama hingga pukul 17.00 sore. Di asramapun aku tidak memiliki waktu yang banyak untuk bersantai. Selesai dari melaksanakan shalat Isya, para siwa-siswinya yang ada di asarama diwajibkan untuk belajar. Terlebih lagi bagi siswanya yang berada dikelas tiga. Aku mulai belajar mulai dari jam 8 malam sampai dengan jam 11. Dan pada pukul 01.00 atau 02.00 dini hari, aku dan teman-temanku bangun untuk melaksanakan shalat Tahajud sampai menunggu waktu subuh tiba, sambil menggunakan waktu luang tersebut untuk kembali belajar. Itulah rutinitas yang sering kami lakukan di akhir-akhir waktu menjelang ujian tiba.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhirnya, waktu itupun tiba. Kami semua mengikuti ujian yang di adakan di sekolah kami. Beberapa minggu kemudian, hasil kelulusanpun telah di terima oleh pihak sekolah. Alhamdulillah, akupun berhasil lulus aliyah dengan baik. Terima kasih ya Allah..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Inilah sepenggal kisah masa-masa sekolahku yang masih teringat di dalam benakku. Ingin rasanya kembali ke masa-masa tersebut. Tapi waktu terus saja berjalan. Kini aku harus tetap berjuang untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Waktu kini telah menunjukkan pukul 17.05 sore. Aku baru terbangun dari istirahatku yang tidak seberapa lama. Hari ini, kota pontianak terguyur hujan. Oleh karena kondisi seperti itulah aku bisa beristirahat walaupun sejenak. Biasanya, aku jarang sekali bisa tidur siang. Apalagi jadwal kuliah yang aku miliki&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membuatku tidak bisa beristirahat dengan cukup. Namun aku telah terbiasa dengan ini semua. Kulirik ke jendela yang ada di kamarku. Cuaca sore ini sepertinya memang kurang bersahabat. Tetes hujan masih terlihat jatuh meskipun tidak terlalu banyak. Aku masih asyik dengan selimutku. Kutarik kembali selimut berwarna orange yang bermotif boneka pemberian dari ibuku. Badanku sepertinya masih terasa sakit. Apalagi siang tadi aku mengetik terlalu banyak. Hal inilah yang membuat pinggangku terasa sakit. Setelah beberapa menit, sepertinya aku tidak bisa untuk meneruskan tidurku. Akhirnya kupaksakan badanku untuk beranjak dari tempat tidur. Aku berjalan kearah pintu kamar dan menghidupkan lampu yang ada dikamarku. Barulah aku bisa melihat dengan jelas isi kamarku sore itu. Kubuka kembali laptop milik temanku yanga aku pinjam untuk mengetik buku ini. Aku menghidupkan mp3 yang ada di laptopnya. Kulanjutkan kembali untuk melentikkan jemari-jemariku di atas keybord ini. Suasana sore ini semakin membuatku malas untuk beraktivitas diluar kamar. Jadi aku memilih untuk tetap ada di depan layar ini. Sepertinya tidurku tadi membuat kreativitasku kembali berjalan dengan baik. Tanpa ragu aku menuliskan apa-apa yang ada di fikiranku saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Lagu Britney Spears yang berjudul everytime menemaniku sore ini. Aku begitu menikmati lagu tersebut. Aku kembali teringat dengan seseorang. Dulu, aku pernah menyanyikan lagu ini untuknya. Penuh penghayatan. Kunyanyikan tidak hanya dari bibirku, tetapi juga dari dalam hatiku. Tepatnya saat dia berulang tahun yang ke 17. Kuhadiahkan lagu tersebut untuknya. Jujur, sebelumnya aku tidak pernah menyanyikan lagu khusus untuk orang lain, apalagi dia adalah seorang laki-laki. Sepertinya dia adalah orang pertama yang mendengarkan lagu tersebut dari mulutku. Aku tidak peduli apakah suaraku jelek saat itu. Yang aku lakukan hanyalah apa yang berdasarkan pada apa yang aku rasakan saat itu. Aku memang benar-benar ingin menghadiahkan lagu itu untuknya. Aku hanya berharap dia bisa mengerti apa yang aku maksudkan untuknya dari lagu yang aku bawakan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku kembali ke laptop yang ada di hadapanku saat ini. Dan kini, waktu telah menunjukkan pukul 17.30. ini saatnya aku harus menghentikan aktivitasku sejenak. Akupun bergegas mematikan laptop tersebut. Mungkin pekerjaanku ini akan aku lanjutkan setelah shalat Magrib nanti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Menjelang malam hari aku baru kembali kedepan layar ini. Aku masih belum bisa tidur saat ini. Mataku masih belum menunjukkan tanda-tandanya bahwa aku mengantuk. Kini aku berada diruang tamu yang ada di rumahku. Kunikmati malam minggu yang mulai sunyi. Mungkin dikarenakan cuaca yang kurang baik hari ini, tak kudengar deru suara motor yang lalu lalang melintasi gang yang ada di sekitar rumahku. Hanya suara jangkrik dan katak yang semakin nyaring mendendangkan nyanyian-nyanyian pemanggil hujan. Hah... kurebahkan badanku di atas sofa berwarna merah yang sudah hampir usang. Taklupa pula kuhidupkan mp3 yang ada di laptop ini. Setidaknya lagu Taylor Swift kali ini cukup membuatku semangat untuk melanjutkan kerjaanku malam ini, meskipun aku sendiri tidak hapal dengan lirik lagunya, tapi aku menikmati alunan musiknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Inilah sepenggal kisah yang dapat aku ceritakan tentang diriku. Mungkin bagi orang lain, kehidupanku biasa saja. Tapi aku begitu mencintai diriku sendiri. Hanya kita yang bisa memotifasi diri kita sendiri untuk dapat melihat peluang-peluang apa yang ada dihadapan kita. Tulisan ini bukanlah apa-apa, tapi kemauan untuk menulis ini adalah sebuah hasil dari kerja keras yang bisa aku rasakan. Setidaknya itulah perkataan yang bisa aku ambil dari dosen bahasa indonesiaku di STAIN Pontianak saat ini, yaitu Dr.Yusriadi.&lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;My Lovely Parents&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kata orang, kita bisa mengungkapkan apa yang ada di isi hati kita melalui sebuah lagu. Mungkin pendapat tersebut ada benarnya. Dan melalui buku ini, akan kupersembahkan sebuah lagu untuk ibu yang sangat aku cintai. Mungkin ini bukanlah apa-apa, hanya saja melalui lagu ini aku harap ibu bisa mengetahui seberapa besar rasa sayang yang aku miliki untuknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 64.35pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Bunda&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Kubuka album biru..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Penuh debu dan usang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Ku pandangi semua gambar diri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Kecil bersih belum ternoda..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Pikirkupun melayang..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Dahulu penuh kasih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Teringat semua cerita orang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Tentang riwayatku..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Kata mereka diriku slalu di manja..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Kata mereka diriku slalu di timang..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Nada-nada yang indah..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; tab-stops: center 148.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Slalu terurai darinya&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Tangisan nakal dari bibirku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Takkan jadi deritanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Tangan halus dan suci..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Tlah mengangkat tubuh ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Jiwa raga dan seluruh hidup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Telah dia berikan..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;Oh... bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 187.65pt; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Papyrus;"&gt;By : Melly Goeslow&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Jogjakarta, 1 Oktober 1974. Ini adalah tempat dan tanggal dimana ibuku dilahirkan. Beliau adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara. Beliau mempunyai dua orang kakak laki-laki, satu orang perempuan, dan seorang adik laki-laki. Kakak laki-laki pertamanya bernama Suratman, dan yang kedua bernama Sunaryo, sedangkan kakak perempuan beliau bernama Surami, dan adik laki-lakinya bernama Sumidi. Ibuku sendiri bernama Supiyanti. Beliau lahir dari pasangan suami istri yang bernama Sudiyo dan Sukiyem. Beliau dilahirkan dari kalangan keluarga yang bisa dibilang kurang mampu di suatu kampung yang terletak di Jogjakarta. Entah mengapa kelima anak yang dilahirkan oleh pasangan suami istri ini diberi nama dengan awalan huruf S. Mungkin ada filosofi tersendiri yang diberikan oleh mereka pada saat itu. Sebuah nama yang memiliki maksud tersendir meskipun terdengar begitu simpel olehku. Saat kecil, ibuku diasuh oleh kakak perempuannya, karena ibunya saat itu sedang sibuk bekerja. Jadi, kakak beliaulah yang diberi tugas untuk mengurus segala kebutuhannya saat beliau masih kecil. Meskipun saat itu kakak beliau juga masih kecil, tetapi dia mampu untuk mengurus ibuku saat ditinggal pergi oleh orang tua mereka. Karena pada saat itu, kedua orang tua beliaubekerja di sebuah pasar yang jauh dari tempat tinggal mereka. Dan mereka baru pulang kerumah saat hari sudah menjelang malam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Memasuki usia empat tahun, ibuku beserta keluarganya mengikuti program transmigrasi ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Kalimantan Barat yaitu di daerah Paoh kabupaten Sintang. Entah karena alasan apa, kedua orang tua ibuku memutuskan untuk mengikuti program transmigrasi tersebut yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan meninggalkan keluarga mereka yang ada di Jogjakarta. Setelah terdaftar sebagai anggota yang mengikuti transmigrasi tersebut, akhirnya pada tahun 1978 keluarga ibuku diberangkatkan menuju Kalimantan Barat dengan menggunakan pesawat terbang. Pada saat itu adalah pengalaman pertama bagi ibuku mengendarai pesawat terbang. Beliau berangkat bersama rombongan-rombongan yang juga mengikuti program transmigrasi tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di bandara Supadio Pontianak. Ini adalah pertama kalinya beliau menginjakkan kakinya di tanah Kalimantan. Lebih tepatnya lagi di Kota Pontianak. Pada saat itu Kota Pontianak tidak ramai seperti sekarang. Masih banyak ditemukan tempat-tempat yang banyak ditumbuhi olah pepohonan yang lebat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah sampai di Kota Pontianak, semua keluarga yang mengikuti program transmigrasi tersebut dikumpulkan terlabih dahulu di gedung transmigrasi Kota Pontianak untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut. Setelah selesai melakukan pengecekan, barulah seluruh anggota keluarga tersebut diberangkatkan kembali kedaerah yang akan mereka tempati nantinya, khususnya di daerah Sintang. Dan saat itu keluarga ibuku mendapatkan tempat di Desa Paoh. Setiap anggota keluarga yang mengikuti program transmigrasi tersebut sudah ditentukan untuk menempati daerah yang telah disiapkan oleh Premerintah yang bersangkutan. Setiap kepala keluarga mendapatkan sebuah rumah dan sehektar kebun karet sebagai sumber mata pencarian mereka nantinya. Waktu itu ibuku masih berusia empat tahun. Jadi, setelah pindah ke Kalimantanpun segala kebutuhan ibuku masih di urus oleh kakak perempuan beliau. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat memasuki usia sekolah, ibuku masih belum disekolahkan oleh kedua orang tua mereka dikarenakan faktor biaya yang tidak memadai. Sampai pada akhirnya, saat ibuku berusia kurang lebih tujuh tahun, beliau diminta oleh seorang ibu untuk dikadikan sebagai anak angkat di dalam keluarga mereka. Dikarenakan ibu tersebut belum juga dikaruniai seorang anak dari hasil pernikahan mereka. Ibu tersebut datan g kerumah orang tua ibuku dan bertemu mereka. Ibu tersebut mengutarakan maksudnya untuk meminta ibuku menjadi anak angkat dikeluarga mereka. Dan saat itu terjadilah perbincangan yang sangat serius diantara kedua belah keluarga yang bersangkutan beserta ibuku. Pada saat itu ibu tersebut menjanjikan kepada kedua orang tua ibuku bahwa nanti saat ibuku sudah menjadi anak angkat mereka, maka ibuku akan disekolahkan, dirawat dengan baik dan mendapatkan kehidupan yang layak. Mungkin atas dasar faktor ekonomi yang sulit di dalam keluarga ibuku dan faktor-faktor yang lainnya, akhirnya kedua orang tua ibuku mengizinkan ibu tersebut untuk mengambil ibuku menjadi anak angkatnya. Mereka yakin dan percaya bahwa ibuku nantinya akan mendapatkan kehidupan yang layak dan dapat bersekolah seperti anak-anak yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ibu Simpen. Ini adalah nama dari ibu angkat yang mengambil ibuku dan menjadikannya sebagai anak angkatnya saat itu. Pada awalnya ibu Simpen ini berprilaku baik kepada ibuku. Dia juga memanjakan ibuku sebagaimana beliau memanjakan anak kandungnya sendiri. Maklum saja, ibuku adalah anak kecil pertama yang ada di dalam kehidupan mereka. Namun selang beberapa bulan berlalu, kehidupan ibuku dirasa sudah mulai berubah. Tidak ia temukan lagi kasaih sayang layaknya seorang ibu yang menyayangi anak kandungnya, apalagi usia ibuku saat itu terbilang masih kecil. Jangankan untuk dimanjakan, diperhatikan sekalipun sudah hampir tidak ibuku rasakan. Mulai dari mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, membantu ibu angkatnya tersebut dikebun, mencari makan untuk ternak-ternak peliharaan mereka, dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan berat yang seharusnya belum layak untuk dilakukan oleh ibuku saat itu. Bahkan yang lebih parah, janji yang diberikan oleh ibu angkat beliau untuk menyekolahkannya tidak dilaksanakan pada tahun pertama keberadaan ibuku dikeluarga tersebut. Hilang sudah rasanya harapan ibuku untuk bisa sekolah seperti anak-anak pada umumnya saat itu. Yang ada didalam fikiran ibuku waktu itu adalah bagaiman ia bisa kembali kepada kedua orang tua kandungnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah enam bulan ibuku berada bersama orang tua angkatnya tersebut, barulah kedua orang tua kandung beliau menjenguk ibuku. Ini dikarenakan tempat tinggal antara rumah antara orang tua angkat dan orang tua kandung ibuku berjarak cukup jauh. Dan saat itu adalah kunjungan pertama mereka menjenguk ibuku. Senang rasanya ibuku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saat itu bisa bertemu dengan kedua orang tua kandungnya. Ingin rasanya beliau mengutarakan isi hatinya untuk bisa kembali tinggal bersama kedua orang tua kandungnya. Karena saat itu ibuku benar-benar tidak sanggup untuk tetap bisa tinggal bersama orang tua angkatnya. Namun karena saat itu ibukupun tau bahwa ibunya mempunyai seorang anak laki-laki lagi, jadi beliau mengurungkan niatnya untuk itu. Beliau tahu bahwa ibunya juga sudah repot mengurusi adik laki-lakinya tersebut. Ibuku tidak ingin menambah repot kedua orang tua kandungnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahunpun telah berganti tahun. Ternyata ibuku masih tetap bertahan untuk hidup bersama keluarga angkatnya tersebut. Dalam waktu beberapa tahun tersebut, ibuku hanya bisa menyelesaikan pendidikannya di kelas dua sekolah dasar. Hampir semua waktu yang ibuku miliki digunakan untuk membantu kedua orang tua angkatnya. Tidak terasa waktupun terus berjalan. Sama seperti anak-anak lain pada umumnya, ibukupun memasuki masa pubernya. Masa-masa dimana beliau sudah mulai mengenal lawan jenisnya. Ibuku pernah bercerita kepadaku di suatu waktu. Dulu, ada seoarang pria yang menyukai ibuku, dan ibukupun menyukai pria tersebut. Namun pada saat itu, teknologi memang belum canggih seperti saat ini, sehingga semua berjalan dengan alaminya. Dikarenakan ibuku saat itu sibuk membantu orang tua angkatnya bekerja dan tidak memiliki waktu luang untuk bermain, akhirnya yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bisa dilakukan saat itu adalah berkomunikasi melalui surat. Pria tersebut mengirimkan surat cintanya kepada ibuku.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sedangkan saat itu ibuku belum fasih untuk membaca. Alhasil, yang terjadi adalah setiap pria tersebut mengirimkan surat cintanya untuk ibuku, ibuku selalu menyuruh temannya untuk membacakan dan membalas surat tersebut. Dan untungnya pria tersebut tidak pernah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh ibuku. Namun itu semua tidak berjalan lama, karena ibu angkat dari ibuku tidak menyukai pria tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hilang sudah cerita cinta antara ibuku dan pria tersebut. Tapi, ada cinta lain yang hadir dalam kehidupan ibuku. Saat tinggal bersama orang tua angkatnya, ibukupun mengenal seorang pria yang kini menjadi suami sekaligus ayah bagiku. Belaiu berkenalan saat ayahku berdagang pakain keliling kedaerah tempat tinggal ibuku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa tahun ibuku tinggal bersama kedua orang tua angkatnya, akhirnya ibukupun diperbolehkan untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kembali kepada kedua orang tua kandungnya. Beliau kembali berkumpul bersama saudara-saudaranya yang lain. Betapa bahagianya ibuku saat itu. Meskipun beliau hidup dalam lingkungan keluarga yang sederhana, namun kebahagian yang ibuku peroleh tidak bisa ditukar dengan harta benda apapun. Inilah yang dinamakan dengan kebahagian yang sejati. Dan inilah yang sesungguhnya aku impikan. Aku menginginkan kebahagian dan kasih sayang seutuhnya dari keluargaku. Aku menginginkan agar keluargaku bisa berkumpul kembali dalam satu rumah. Hidup dalam kebersamaan meskipun dengan kondisi yang sederhana. Karena harta bukanlah jaminan untuk memperoleh kebahagian. Aku mencintai ibuku, ayahku, dan adik-adikku. Semoga saja Allah selalu melindungi keluarga kami dan orang-orang yang ada didalmnya. Aku titipkan mereka melalui do’a-do’a yang aku panjatkan dalam shalatku. Amiin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Sekarang, aku akan menceritakan sedikit tentang kehidupan ayah. Seorang kepala keluarga dalam keluarga kecil kami. Saat menuliskan buku ini, aku hanya ingin ayah tau bahwa aku benar-benar merindukan sosok seorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ayah yang dulu ku kenal. Seseorang yang selalu memberikan contoh yang baik untukku. Tapi kini, semua itu ku rasakan mulai berbeda. Namun walau bagaimanapun, engkau tetaplah ayah bagiku. Maafkan aku yang mungkin telah menyakiti hatimu ayah. Aku tetap mencintaimu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Serawai, 27 Maret 1970. Ini adalah tanggal dan tempat dimana ayahku dilahirkan dari rahim ibunya. Beliau adalah anak ke-6 dar 10 bersaudara. Beliau memiliki tiga orang kakak laki-laki, dua orang kakak perempuan, tiga orang adik laki-laki, dan satu orang adik perempuan. Beliau dilahirkan disebuah perkampungan kecil yang berada di daerah Melawi, tepatnya di desa Nanga Serawai. Beliau dilahirkan dari kalangan perekonomian menengah kebawah. Ayah beliau berasal dari suku Minangkabau (Padang), sedangkan ibu beliau berasal dari suku Melayu. Namun saat usia beliau kurang lebih empat tahun, ayah beliau telah lebih dahulu di panggil oleh sang pencipta (ALLAH). Ayah beliau meninggal saat beliau masih kecil, jadi beliau tidak merasakan kasih sayang yang penuh dari ayahnya tersebut. Namun itulah kehidupan, kita tidak pernah tau kapan kita akan meningglkan dunia ini. Umur bukanlah yang menjadi tolak ukur kapan kita akan menghadap-Nya, karena segala sesuatunya hanya Dialah yang maha tahu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ayahku menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Serawai. Namun beliau tidak menyelesaikan pendidikannya tersebut di sekolah yang sama, sebab beliau pernah pindah sekolah saat sekolah dasar. Saat itu beliau pindah ke daerah Sintang dan tinggal bersama keluarganya yang ada di daerah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selesai dari sekolah dasar, beliau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinngi, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dan saat itu beliau melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri ) 01 Sintang. Di saat masa SMPnya tersebut, beliau mulai belajar untuk berdagang. Karena salah satu dari kakak beliau ada yang berdagang. Mungkin karena mereka adalah orang padang, jadi jiwa dagang yang ada pada diri mereka cukup tinggi. Beliau belajar banyak bagaimana seharusnya seseorang tersebut berdagang. Dan saat itu, bidang yang beliau pelajari adalah bagaimana cara berdagang pakain dengan baik, karena saat itu kakak beliau sedah memiliki toko pakain sendiri. Dan sampai kini, toko pakain milik kakak ayahku tersebut masih berjalan dan bertambah banyak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah menyelesaikan masa SMPnya, beliau melanjutkan masa studynya di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Sintang pula, yaitu di SMA Negeri 01 Sintang. Keadaan beliau masih sama. Selama menjalani masa sekolahnya tersebut, beliaupun masih belajar bagaimana cara berdagang dengan baik. Beliau tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada dihadapannya. Karena di satu sisi hal itu akan menjadi bekal beliau dalam mengarungi kehidupan pada masa yang akan datang. Itulah hikmah yang beliau dapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Lulus dari SMA, beliau tidak melanjutkan lagi masa studinya dikarenakan faktor ekonomi yang tidak memadai. Namun karena beliau sudah mengerti bagaimana cara berdagang, beliaupun memberanikan diri utuk mencoba berdagang pakain. Bermodalkan semangat untuk maju seperti kakak beliau yang sudah lebih dahulu sukses, akhirnya beliaupun mewujudkan keinginannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat itu, beliau memulai usahanya dengan berjualan pakaian keliling kampung. Beliau memasuki kampung demi kampung. Biasanya beliau juga menetap di kampung tersebut untuk beberapa hari guna menjajakkan barang dagangannya tersebut. Setelah beberapa hari, barulah beliau pindah kekampung lain untuk menjajakkan barang dagangannya kembali. Seperti itulah rutinitas yang beliau lakukan setelah menyelesaikan masa sekolahnya. Di awal-awal kegiatan beliau tersebut, beliau mendapatkan untung yang cukup lumayan. Namun lama-kelamaan, usaha beliau mulai mengalami penurunan. Begitulah kehidupan. Kadang kita berada di atas, namun terkadang kita berada di bawah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat melakukan kegiatannya tersebut, beliaupun akhirnya bertemu dengan seorang wanita yang kini menjadi ibuku. Semua itu bermula saat beliau berjualan pakainnya ke daerah Sabang Surai, tempat ibuku tinggal bersama ibu angkatnya dulu. Mereka bertemu ditempat ibuku berjualan. Ibuku saat itu menunggu warung makanan milik ibu angkatnya yang juga berada di rumah mereka. Ayah, saat itu tengah beristirahat ketika dia berkeliling di kampung tersebut, dan yang melayani beliau adalah ibuku. Mungkin diantara mereka cinta pada pandangan pertama itu benar-benar terjadi. Beliau menaruh hati pada ibuku. Entah apa yang membuatnya begitu menyukai ibuku saat itu, hampir setiap hari selama beliau berada di kampung tersebut, beliau selalu mampir ketempat ibuku berjualan. Lama-kelamaan ibuku pun mengetahui bahwa ayahku saat itu menaruh hati kepadanya. Akhirnya, seiring dengan berjalannya waktu, beliau memberanikan diri untuk melamar ibuku. Setelah mengutarakan maksud beliau kepada kedua orang tua dari ibuku, baik yang kandung ataupun yang angkat, beliaupun mendapatkan restu tersebut. Segala persiapan telah beliau lakukan. Dan pada tahun 1990, beliaupun mempersunting ibuku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah mengarungi kehidupan berumah tangga, banyak hal-hal yang mereka alami bersama. Mulai dari susah dan senang bersama-sama. Akhirnya, pada awal tahun 1992 mereka diberikan kepercayaan oleh Allah SWT dengan dikaruniai seorang anak perempuan. Hal inilah yang melengkapi kebahagian keluarga kecil tersebut. Mereka memberi nama anak tersebut Isniatul Fadhillah. Dan itu adalah aku. Kini aku telah tumbuh menjadi seorang gadis berusia 19 tahun. Itu artinya, selama 19 tahun itulah mereka membina rumah tangga bersama-sama. Aku bahagia dilahirkan dari rahim ibuku tersebut. Yang bisa aku lakukan saat ini adalah berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, dan nantinya akan membahagiakan kedua orang tuaku tersebut. Semoga Allah memberiku kemudahan untuk melakukan itu semua. Amiin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;***&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;My Young Brother and Young Sister&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Malam ini kurasakan begitu hening. Semilir angin yang berhembus lembut seolah membelai setiap orang yang masih terjaga malam ini. Sudah hampir pukul 01.00 dini hari, tapi mata ini masih belum bisa aku pejamkan. Tuhan.. tolong aku. Kerinduanku malam ini sudah sangat memuncak. Aku merindukan keluargaku yang berada jauh disana. Ibu, Ayah, Hanif, Iin, kakak merindukan kalian. Ingin rasanya malam ini juga aku dapat bertemu mereka. Jarak inilah yang memisahkan kita. Tapi aku yakin hati ini akan selalu dekat. Hanya sebuah do’a tulus yang bisa aku panjatkan, semoga kalian bisa tertidur dengan nyenyak malam ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berada jauh dari orang-orang yang aku sayangi, terkadang membuatku merasa bosan berada di kota ini. Rinduku yang terbendung, tak jarang berubah menjadi derai tangis yang mengalir di sela-sela pipiku. Dengan jari-jari yang telah lemah,kukuatkan ia untuk mengusap air mata ini. Dengan hati yang getir, kusandarkan segala keluh kesahku kepada-Nya. Kerena hanya dialah tempat curhat yang paling ampuh bagiku. Berharap semoga Allah selalu menemaniku disetiap langkah yang aku lalui. Aku titipkan orang-orang yang aku cintai dibawah pengawasannya. Aku percayakan setiap gerak-gerik mereka selalu terawasi oleh-Mu. Saat ini, aku berada di tempat ini, tidak lain juga atas rencana- semoga-Mu. Semoga setiap apa yang aku lakukan bisa bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitarku, dan yang paling penting adalah untuk orang-orang yang telah menaruhkan kepercayaannya terhadapku. Aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka. Walau dengan badan yang tertatih, langkah yang hampir goyah, aku kuatkan hati ini untuk tetap tegar dalam menjalani hidupku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat ini,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aku berada jauh dari kedua adikku. Hanif, Iin apa kabar kalian sekarang? Kakak berharap kalian dalam keadaan yang baik-baik saja. Sunnguh, walaupun kedua adikku tersebut terbilang anak yang nakal, dan tak jarang juga menyakiti hatiku, tapi aku begitu mencintai mereka. Walau bagaimanapun mereka adalah adik kandungku. Dan saat berada jauh dari mereka seperti ini, aku merasa kesepian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Terlahir menjadi seorang kakak tentu saja membuatku memiliki tanggung jawab yang besar terhadap adik-adikku. Aku harus bisa memberikan contoh yang baik untuk mereka. Hal ini tentu saja terasa berbeda saat aku masih menjadi anak tunggal dalam keluargaku. Meskipun di satu sisi aku mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuaku, tapi di sisi lain aku sering merasa kesepian saat berada dirumah. Tidak ada teman yang dapat aku ajak bermain, apalagi saat kedua orang tuaku tengah sibuk bekerja. Aku berharap di dalam hatiku, semoga saja aku memiliki adik nantinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ungkapan bahwa Allah itu tidak pernah tidur itu ternyata memang benar. Allah mengabulkan do’aku. Akhirnya, pada pertengahan tahun 2000, ibuku mengandung seorang bayi. Mendengar kabar tersebut tentu saja aku merasa sangat gembira. Saat itu aku masih berusia delapan tahun, dan aku tengah duduk di kelas tiga sekolah dasar. Ini berarti untuk kedua kalinya ibuku mengandung seorang bayi. Tentu saja, sebagai seorang anak yang belum memiliki seorang adik, aku sangat menantikan saa-saat di mana ibuku nantinya akan melahirkan seoarang adik untukku. Aku sudah membayangkan, bagaimana ributnya rumahku nanti saat ada seorang anak kecil lagi yang mengisi rumah kami. Hari-hari yang aku lalui saat ibuku mengandung anak keduanya masih terasa biasa. Ibuku masih memperhatikanku dengan kasih sayang seorang ibu yang ia miliki. Namun seiring dengan berjalannya waktu, usia kandungan ibuku sudah bertambah besar. Beliau sudah jarang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah yang ia rasa berat. Tentu saja aku sebagai anak perempuannya harus bisa membantu pekerjaan ibuku tersebut. Dari sinilah aku belajar untuk bisa bekerja, karena biasanya segala urusanku dulu masih selalu di urus oleh ibu. Ini resiko yang harus aku terima, karena aku menginginkan seorang adik. Nantinya akupun harus merelakan jika perhatian kedua orang tuaku tidak hanya terfokus kepadaku, tetapi juga untuk adik baruku tersebut. Dalam shalatku, aku selalu mendo’akan ibu dan adik kecilku nantinya. Semoga tidak ada kendala yang berarti saat persalinan nanti. Dan akupun berharap semoga adikku nanti adalah seorang laki-laki, karena aku sangat menyukai anak kecil laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Memasuki tahun 2001, tepatnya pada tanggal 29 Maret, adik pertamaku dilahirkan. Saat itu aku masih berada di sekolah dan ibuku hanya seorang diri di rumah, karena hari itu ayah sedang menjenguk ibunya yang ada di sintang. Sedangakan saat itu, kami masih berada di Desa Gurung Kempadik. Pukul 09.00 pagi, ibuku dilarikan ke puskesmas yang ada di desa tersebut oleh tetangga kami. Beliau mengetahui bahwa saat itu ibuku akan melahirkan. Sesampainya dipuskesmas, ibukupun langsung melakukan persalinannya. Tenggaku tersebutpun kemudian segera memberi kabar kepada ayahku bahwa ibuku akan melahirkan. Tidak lupa pula beliaupun memberi tahu saudara-saudar kami yang ada di desa tersebut. Mendengar kabar tersebut, ayahpun bergegas untuk segera pulang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pukul 09.30, saat kami sedang istirahat sekolah, akupun mendapatkan kabar dari salah seorang temanku bahwa ibuku telah melahirkan, dan kini ibuku masih berada di puskesmas tersebut. Untung saja letak puskesmas tersebut berhadapan dengan sekolahku, jadi aku tidak perlu jauh-jauh untuk segera menjumpai ibuku. Sesampainya aku di puskesmas tersebut, suara tangis seorang bayi sudah bisa aku dengar. Aku semakin mempercepat langkahku untuk masuk keruangan tempat ibuku dirawat.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setelah membuka pintu kamar, aku melihat ibuku sedah berbaring lemah. Di sampingnya ada seorang bayi mungil yang sedang menangis. Disanapun terdapat beberapa orang keluargaku yang sudah lebih dahulu datang.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat aku melihat bayi tersebut, aku tersenyum bahagia. Ternyata sekarang aku sudah memiliki seorang adik, dan ia berjenis kelamin laki-laki. Selang berapa jam kemudian ayahkupun tiba di puskesmas tempat ibuku di rawat. Setelah beliau melihat bayi tersebut, beliaupun lalu menciumnya. Tidak lupa pula beliau mengadzankan adik baruku tersebut. Aku bahagia, Ibu bahaggia, Ayah bahagia, dan semuapun bahagia. Alhamdulillah dalam menjalani masa persalinan, ibuku tidak mengalami kendala yang berarti. Semuanya berjalan dengan baik. Sekali lagi Allah telah mengabulkan keinginanku untuk mempunyai seorang adik laki-laki. Dan kini, do’ku terkabul. Seorang bayi laki-laki mungil telah ada di hadapanku. Aku rasa, mulai hari ini rumahku akan ramai dipenuhi dengan suara tangis bayi mungil tersebut. Berisik memang, tapi aku bahagia. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Mempuyai seorang adik tentu sangat menyenangkan bagiku saat itu. Apalagi adikku adalah seorang laki-laki. Banyak hal-hal lucu di setiap harinya. Aku kini tengah menjalankan peranku sebagai seorang kakak. Saat itu, aku mulai merasa memiliki teman saat aku berada di rumah. Kehadiran adik laki-lakiku tersebut menjadi penyemangatku saat aku mulai merasa bosan, apalagi setelah aku pulang sekolah. Biasanya, aku langsung menghampiri adik kecilku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Al-Hanif Mustafiyuddin. Ini adalah nama yang orang tuaku berikan kepada adik kecilku tersebut. Lagi-lagi, nama kami identik dengan bahasa arab. Mungkin ayahku memang menyukai hal tersebut. Nama yang bagus menurutku. Kami memanggilnya dengan nama panggilan Hanif. Aku sendiri belum tau apa arti dari nama tersebut. Andai saja waktu itu aku sudah besar, mungkin aku bisa berpartisipasi untuk memberikan nama bagi adik laki-lakiku tersebut. Meskipun aku tidak tau nama apa yang akan aku berikan nantinya. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Semakin hari, pertumbuhan adikku semakin pesat. Berat badannya pun naik setiap bulan. Aku senang adikku tumbuh menjadi anak yang subur, dan terlihat gendut pastinya. Semakin dia terlihat gendut, maka aku akan semakin sering memainkan pipi comelnya tersebut. Aku memang sering merasa geram bila melihat anak kecil yang gendut. Hal ini mungkin dikarenakan makanan yang ia makan setiap harinya memiliki gizi dan protein yang tinggi. Dulu, ayahku selalu memberikannya makanan bayi yang bermerek “Milna”. Makanan yang berbentuk roti ini memang sangat cocok untuk pertumbuhan bayi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tak jarang saat aku membuatkan makanan untuk adik laki-lakiku tersebut, aku sering mencoba makanannya. Mengetahui hal itu, ibuku sering memarahiku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pada saat Hanif berusia kurang lebih tujuh bulan, dia sering diletakkan di sebuah roda. Hal ini dimaksudkan agar adikku bisa berlatih berjalan. Saat itu, adikku tengah diletakkan di dalam roda tersebut, sedangkan aku berada di dapur untuk membuatkannya makanan. Karena sibuk membuatkannya makanan, aku tidak memperhatikan keadaan adik kecilku tersebut. Akhirnya, adikku berjalan dengan rodanya menuju tangga yang mengarah kedapur. Alhasil, karena aku tidak memperhatikannya, adikkupun jatuh dari tangga tersebut dengan kondisi badan yang masih berada di dalam rodanya. Hanif pun menangis sekencang-kencangnya. Setelah mengetahui hal tersebut, ibukupun memarahiku karena aku tidak becus dalam menjaga adikku. Mungkin atas dasar tersebutlah, akhirnya orang tuaku memutuskan untuk menyuruh saudara dari ayahku tinggal bersama kami untuk mengasuh adik kecilku tersebut. Karen sibuk bekerja, ibuku memang tidak sempat mengasuh adikku tersebut di pagi hari. Ayahkupun menyuruh sepupu perempuannya untuk tinggal bersama kami. Dia bernama bibi Tuti. Meskipun aku memanggilnya bibi, tapi sebenarnya dia belum menikah pada saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kehadiran bibi tuti di rumah sangat membantu keluarga kami. Dialah yang mengasuh Hanif saat ibu pergi bekerja di pagi hari. Beliau juga mengurus rumah saat orang tuaku pergi bekerja dan saat aku sekolah. Kami semua sangat berhutang budi kepanya. Bibi tuti tinggal bersama kami kurang lebih selama dua tahun. Dia tidak lagi tinggal bersama kami saat kedua orang tuaku memutuskan untuk pindah ke Nanga Serawai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kini adikku semakin tumbuh besar. Saat aku menuliskan buku ini, sebentar lagi dia akan berulang tahun yang ke 10, tepatnya pada tanggal 29 Maret 2011. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Saat itu adikku memulai sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri 03 Nanga Serawai. Hanif ikut pindah ke serawai saat usianya kurang lebih tiga tahun. Meskipun dia lahir di Gurung Kempadik, tapi dia harus memulai sekolahnya di Nanga Serawai. Pertama kali melihat adikku sekolah, aku merasa bangga kepadanya. Meskipun setelah besar dia berubah menjadi anak yang nakal. Maklum saja karena dia adalah anak laki-laki. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari pertama adikku berangkat ke sekolah, dia diantar oleh ayahku. Aku dan ibu hanya menyemangatinya dari rumah. Setelah ayah mengantarnya ke sekolah tersebut, ayahpun membiarkannya untuk berinterksi dengan teman-teman barunya di sekolah. Setelah pulang sekolah, kami yang ada dirumahpun dibuatnya terkejut karena penampilannya. Baju putih yang tadinya bersih kini berubah kotor menjadi kekuning-kuningan. Kaos kaki yang tadinya juga bersih kini telapaknya berubah menjadi kuning. Setelah ditanya oleh ibuku, diapun mengatakan bahwa saat istirahat sekolah tadi dia bermain sepak bola di halaman sekolahnya bersama teman-temannya yang lain. Sepatu yang dia pakai dilepaskan olehnya karena alasan berat dan panas. Akhirnya, dia bermain bola hanya menggunakan kaos kaki. Terang saja, kaos kakinya berubah menjadi amat sangat kotor. Ibukupun memarahinya saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Naik ke kelas dua sekolah dasar, adikku harus kembali pindah ke sekolah yang ada di Kota Sintang. Tepatnya di Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang. Karena alasan orang tua kamilah yang menyebabkan dia juga harus ikut pindah. Baik aku maupun adik-adikku tidak pernah menghabiskan masa sekolahnya di satu SD yang sama. Selalu saja berpindah-pindah. Mungkin ini semua adalah nasib yang harus kami terima. Kami sebagai anak hanya bisa menuruti kemauan orang tua. Aku rasa, kami semua adalah korban dari ketidak konsistenan yang dilakukan oleh ayahku. Mudah-mudahan ini semua akan segera berakhir. Amiin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku menghabiskan waktu bersama adikku saat itu, sebelum akhirnya aku harus terpisah darinya. Karena aku harus melanjutkan sekolahku ke madrasah tsanawiyah yang ada di Kota Sintang. Semenjak kepergianku dari rumah saat itu, kemudian aku pindah ke rumah bibiku yang ada di Kota Sintang, adikkupun hanya tinggal bersama kedua orang tuaku. Jujur, saat itu aku masih belum ingin berpisah dengannya. Akupun belum pernah berpisah jauh dari keluargaku. Ini adalah pengalaman pertama untukku. Apalagi aku harus meninggalkan adik kecilku tersebut, tentu saja aku akan sangat merindukannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah berada di Sintang, aku jarang pulang kerumahku. Karena jaraknya cukup jauh dari Sintang, akupun hanya bisa pulang saat libur panjang sekolah tiba. Namun biasanya, ayahku sering menjengukku. Setidaknya kerinduanku saat itu bisa terobati, meskipun aku hanya bisa berjumpa dengan ayahku saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Seperginya aku dari rumah karena alasan pendidikan, akupun jarang mengetahui keadaan ibuku yang berada di Serawai tersebut. Aku terkejut saat ibuku mengatakan kepadaku melalui sebuah telepon bahwa dia tengah mengandung anak ketiganya. Dan aku semakin terkejut ketika aku mengetahui bahwa kandungan ibuku saat itu berusia tujuh bulan. Itu artinya, aku mendapatkan seorang adik lagi. Aku hanya bisa mendo’akan ibuku agar ia dan calon bayinya selalu dalam keadaan sehat dan di lindungi oleh Allah SWT. Saat itu sudah bisa di pastikan bahwa aku tidak akan bisa melihat persalinan ibuku karena aku masih dalam masa belajar. Otomatis, aku baru bisa berjumpa dengan adik baruku tersebut saat dia telah lahir kedunia nanti. Tapi walaupun begitu, dia adalah adik kandungku juga. Hanya saja saat hamil dan kelahirannya nanti aku tidak bisa melihatnya. Memang terasa berbeda untukku, tapi aku bisa memakluminya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Serawai, 10 April 2004 lahirlah seorang bayi perempuan dari rahim ibuku. Saat ibuku melahirkannya, ayah dan hanif sedang berada di Sintang. Ibu hanya di temani oleh anak-anak sekolah yang mengekost di rumah kami saat itu. Untung saja ada mereka di sana, jadi ada yang menolong ibuku saat ia melahirkan. Merekapun lalu memberi kabar kepada ayahku saat itu, bahwa ibuku telah melairkan seorang bayi perempuan. Ayahpun lalu membitahukan kabar tersebut kepadaku. Betapa senangnya aku, kini aku telah memiliki seorang adik lagi, dan dia berjenis kelamin perempuan. Itu artinya aku kini mempunyai dua orang adik, satu orang laki-laki yaitu Hanif, dan satu orang perempuan yang bernama Iin. Mengetahui kabar tersebut, keesokan harinya ayah dan hanif pun bergegas pulang ke Serawai. Mereka sudah tidak sabar untuk menjumpai ibu dan adik baruku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Sesampainya di Serawai, hanif terkejut melihat ada seorang bayi berada di kamar bersama ibuku. Apalagi saat itu, adik baruku tersebut tengah menggunakan alas tidur milik hanif. Sebagai seorang anak yang masih berumur kurang lebih tiga tahun, ia marah melihat ada anak kecil lain yang berada bersama ibunya. Dia masih belum bisa terima bahwa saat itu dia telah memiliki seorang adik. Karena hal itulah, hanif pun melakukan gerakan refleks dengan menarik alas tidur miliknya. Spontan saja iin pun langsung menangis. Akhirnya, ayahku mengajak hanif untuk keluar dari kamar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Innayatul Idzzaty. Itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku kepada adik kecilku tersebut. Sama seperti sebelumnya, nama kami memang identik menggunakan bahasa Arab. Namun saat dirumah, kami memanggilnya dengan panggilan nonong. Bisa dibilang itulah nama sayang untuk adikku iin. Sedikit aneh memang, tapi kami suka memanggilnya seperti itu. Berbicara mengenai nama kesayangan dalam keluarga kami, hanif memiliki nama panggilan dodoy. Sedangkan aku sendiri, nama panggilan kesayanganku adalah... ehmmm &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan iin memang relatif cepat saat itu. Badannya terlihat gendut saat dia telah memasuki usia enam bulan. Melebihi gendutnya badan hanif di bulan yang sama saat mereka masih kecil. Semakin berjalannya waktu, kini dia telah tumbuh semakin besar. Aku memang tidak bisa menceritakan hal-hal terlalu banyak tentangnya, karena aku memang tidak berada di rumah saat itu. Aku tidak mengetahui perkembangan yang berarti tentang adik perempuanku tersebut. Apalagi, setelah selesai dari masa tsanawiyahku dulu, aku kembali melanjutkan masa sekolahku ke madrasah aliyah yang ada di Kota Singkawang. Otomatis, aku berada semakin jauh darinya. Aku hanya bisa bertemu dengannya ketika aku pulang ke rumah saat libur sekolah tiba. Akupun hanya bisa menanyakan kabarnya kepada kedua orang tuaku saat mereka sedang menelponku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat ia telah tumbuh menjadi anak-anak yang sudah mulai mengerti tentang lingkungan yang ada di sekitarnya, iin memiliki kepekaan yang labih cepat. Bisa di bilang, iin memang anak yang cerdas untuk menangkap hal-hal baru yang ia ketahui. Berbeda dengan hanif yang cenderung agak lambat saat menerima hal-hal baru yang ia temui. Sebagai seorang anak perempuan pada umumnya, iin lebih menyukai hal-hal yang berkaitan dengan dunia perempuan. Tapi berbeda denganku, karena dari kecil aku memang lebih menyukai hal-hal yang berkaitan dengan dunia laki-laki. Mungkin itulah yang menyebabkan aku memiliki sifat tomboy dalam diriku, bahkan sampai saat ini. Tapi aku tidak pernah perduli dengan itu semua, karena memang inilah aku. Namun sepertinya, semakin dengan bertambahnya usiaku saat ini, aku sudah mulai meninggalkan sifat ketomboyanku tersebut. Apalagi, kini aku telah memiliki seseorang yang selalu mengingatkanku untuk kembali kepada kodrat seorang wanita pada umumnya. Terima kasih untuk itu semua. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Inilah sepenggal kisah tentang kedua adik yang aku miliki. Dan saat aku menuliskan buku ini, ibuku tengah mengandung anak ke empatnya. Itu artinya aku akan mempunyai seorang adik lagi. Aku rasa, adik ketigaku ini akan bernasip sama dengan adik keduaku dulu. Dalam arti, aku tidak bisa melihatnya lahir kedunia ini nantinya, karena aku kini tengah melanjutkan sekolahku di tingkat perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak, tepatnya di STAIN Pontianak pada semester dua. Aku hanya bisa mendo’akan semoga saat ini dan nanti ibuku dan calon adik baruku tersebut selalu dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Amiin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;***&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 20.0pt; line-height: 115%;"&gt;From the Green House&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Jari ini kembali menari di atas sebuah laptop berwarna hitam. Aku memulai untuk menyelasaikan kembali tulisanku saat ini. Banyak hal yang ingin aku ceritakan. Ingin rasanya aku berbagi kepada setiap orang tentang pengalaman yang aku alami selama hidupku. Sukaku, sedihku, semuanya melebur menjadi satu. Ada banyak hal yang menarik dalam hidup ini, namun terkadang kita tidak pernah menyadari itu semua. Aku sangat bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Ia berikan. Hanya atas izin-Nya lah aku masih diberi kesempatan untuk mengeluarkan ide-ide di dalam otakku menjadi sebuah tulisan. Ku coba untuk merangkai kata satu demi satu menjadi sebuah kalimat. Aku berharap apa yang telah aku tulis saat ini bisa menjadi bekal dan kenanganku di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pontianak, 5 Mei 2011. Aku jadi teringat dengan kejadian satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 5 Mei&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;2010. Kejadian itu cukup membuatku melebarkan senyumku. Untuk pertama kalinya saat itu aku mendengarkan seseorang membacakan puisinya khusus untukku. Jujur, aku belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Dan ini akan menjadi kenangan yang tidak akan aku lupakan. Berada jauh dari kota kelahiranku membuatku merindukan suasana yang telah aku tinggalkan. Banyak kenangan yang terjadi di sana. Meskipun kini aku berada di sini, tapi aku tetap mencintai kampung halamanku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Rumah petak berwarna hijau berdindingkan papan tampak dari kejauhan. Itulah pemandangan yang terlihat saat aku baru datang dari Kota Singkawang. Aku kembali ke Kota Sintang setelah aku berhasil menyelesaikan sekolahku di Kota Amoi tersebut. Dulu, keluargaku tidak tinggal di Kota Sintang tersebut. Akan tetapi mereka tinggal di daerah Nanga Serawai. Atas berbagai alasan, merekapun memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut dan pindah ke Kota Sintang. Saat mereka pindah dulu, aku masih berada di asrama Pondok Pesantren Ushuluddin yang ada di Kota Singkawang guna menyelesaikan sekolahku. Aku hanya mengetahui bahwa mereka akan pindah dan telah pindah saat mereka mengabariku via telephone. Akupun tidak bisa membantu kepindahan keluargaku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pagi itu kabut putih masih menyelimuti Gg.Damai yang berada di Kota Sintang. Waktu menunjukkan pukul 04.30 saat aku baru saja turun dari Bus yang aku tumpangi sepanjang perjalanannku dari Kota Singkawang menuju kota Sintang tersebut. Ku lihat ayah telah menungguku di terminal Sungai Durian. Saat bus tersebut berhenti, akupun segera bergegas turun dan menghampiri ayahku. Beliaupun akhirnya bergegas mengemasi barang bawaanku yang jumlahnya lumayan banyak. Maklum saja, aku telah tinggal selama kurang lebih 3 tahun di Kota Singkawang. Otomatis barang-barang yang aku miliki selama aku di sanapun jumlahnya terbilang cukup banyak. Akhirnya, ayah pun menyewa sebuah becak untuk mengangkut barang-barang bawaanku tersebut. Setelah semua barang-barangku tersebut berada di dalam becak, ayah menyuruh tukang becak tersebut untuk membawa barang-barangku ke alamat rumah kami. Setelah tukang becak mengetahui alamat yang dimaksud, ia pun bergegas mengayuh becaknya. Untungnya, alamat rumah kami saat itu tidak berada jauh dari terminal tempat aku berhenti tadi. Ayahpun mengajakku untuk berjalan kaki dari terminal menuju rumah kami saat itu. Jujur, saat itu aku belum mengetahui bagaimana keadaan rumah yang akan aku tinggali nanti. Akupun semakin tidak sabar untuk segera bertemu dengan ibu dan juga adik-adikku yang tentunya telah menunggu kedatanganku di rumah. Akhirnya, akupun mempercepat langkahku agar segera tiba di rumah dan melepas rasa lelahku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Beberapa menit berlalu, akupun tiba pada sebuah persimpangan jalan yang ada di dalam gang tersebut. Akupun bertanya kepada ayahku, “Yah, rumah kita masih jauh kah?”. Beliaupun lalu menunjukkan kepadaku sebuah rumah petak berwarna hijau yang berada tepat di depan pandanganku pagi itu. Aku terkejut. Pikiranku berdiskusi dengan hatiku. Aku bertanya-tanya di dalam hati, apa benar ini rumah kami?. Aku masih belum yakin dengan apa yang aku lihat pagi itu, sampai akhirnya akupun tersadar dari pikiranku saat seorang ibu membukakan sala satu pintu rumah tersebut dari dalam rumahnya. Senyum yang terlihat di bibirnya membuatku melupakan apa yang telah aku pikirkan tadi. Dia adalah ibuku. Ibu yang selalu aku rindukan ketika aku berada jauh darinya. Sama seperti saat aku menuliskan buku ini, akupun tengah merindukannya. Kupeluk dan kucium pipi ibu yang telah melahirkanku tersebut. Kulepaskan rasa rindu yang telah membendungku selama aku berada di Kota Singkawang. Beliaupun menanyakan bagaimana kabarku hari itu. Akupun menceritakan banyak hal kepadanya selama aku menempuh perjalananku malam itu. Saat aku menuju kamar, akupun melihat kedua adik kecilku, yaitu Hanif dan juga Iin masih tertidur dengan pulas. Maklumlah, aku tiba lumayan pagi hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Di sinilah aku saat itu. Di dalam sebuah rumah kontrakan kecil yang berdempetan dengan tetangga-tetangga yang lainnya. Rumah itu hanya memiliki satu kamar, sebuah ruang tamu yang sempit, sebuah dapur kecil, dan sebuah toilet yang sempit pula. Rumah itu hanya berdindingkan papan dan berlantaikan papan pula. Rumah yang berbentuk panjang tersebut di bagi menjadi 4 buah rumah kontrakan yang kesemuanya saling menyatu antara rumah satu dan lainnya. Yang memisahkan di antara keempat rumah tersebut hanyalah sebuah dinding papan. Oleh sebab itu, tidak heran jika suara percakapan tetangga sebelah terdengar oleh tetangga yang berada tepat di samping rumah tersebut. Harga sewa setiap bulannya berkisar antara 200-250 ribu. Angka tersebut menjadi sangat mahal bagi orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap seperti keluargaku saat itu. Aku amat sangat sedih melihat kenyataan hidup yang aku alami. Aku merasa kasihan kepada ibuku bila melihat dia bekerja setiap harinya hanya untuk memenuhi kehidupan kami sehari-hari. Mengapa di usianya yang sudah semakin tua saat ini, dia masih belum bisa merasakan kehidupan yang nyaman. Aku selalu berdo’a kepada Allah agar aku masih bisa diberikan kesempatan untuk membuat ibuku merasakan hidupnya yang nyaman di hari tuanya nanti. Tidak jarang aku sering meneteskan air mataku bila melihat pengorbanan yang telah beliau lakukan. Kenapa ia masih sering tersakiti di saat iapun harus menjalankan kehidupan yang tidak mudah?. Sungguh, menjadi tegar itu tidaklah mudah. Perlu banyak pengorbanan untuk menghadapi itu semua. Tapi ibuku, dia bisa melakukannya. Aku akan selalu ingin mencontoh ketegaran yang ia miliki. Meskipun ia bukanlah orang yang kaya, tapi ia memiliki hati yang kaya. Aku sangat mencintaimu ibu. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Di rumah baruku tersebut, aku memiliki tetangga yang juga akrab dengan keluargaku. Mereka adalah keluarga mama Sany, mama Hery, mama Gilang, mama Azril, Buyung dan juga Nida. Mereka semua adalah keluarga yang juga tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ada yang telah memiliki keluarga, dan ada pula yang masih anak-anak sekolah. Maklum saja, itu hanyalah sebuah rumah kontrakan. Jadi siapa saja bebas untuk mengontrak di rumah tersebut. Mereka yang menempati rumah-rumah tersebut pula datang silih berganti. Bila ada orang dari salah satu rumah yang pergi meninggalkan rumah tersebut, otomatis akan ada orang baru lagi yang menempati rumah tersebut. Kamipun akan memiliki tetangga baru tentunya. Inilah fenomena yang pasti terjadi di setiap rumah kontrakan. Tapi aku harus menyukuri dengan apa yang telah aku miliki saat ini. Meskipun aku tinggal di sebuah rumah kontrakan, setidaknya aku masih memiliki keluarga yang menyayangiku. Semoga saja. Amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Rumah kontrakan sederhana yang aku tinggali saat itu membuatku merasa sedikit malu dengan teman-temanku yang lain. Bagaimana tidak, dulu sewaktu aku masih menempuh pendidikan di bangku SMP, aku tinggal bersama keluargaku yang terbilang berkecukupan. Rumah megah yang terdiri dari tiga lantai tersebut tentu berbeda 180 derajat dengan rumah yang aku tinggali kini. Teman-temanku tahunya aku tinggal dengan keluarga yang kaya, merekapun pasti berfikir jika orang tuakupun adalah orang yang berkecukupan pula. Padahal, pada kenyataanya sama sekali tidak demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dulu, sepulangnya aku dari Kota Singkawang, aku sempat tidak berani mengatakan kepada teman-temanku di mana sebenarnya aku tinggal. Karena saat itu aku sudah tidak lagi tinggal bersama bibiku lagi. Aku malu untuk mengatakan kepada teman-temanku bagaimana keadaanku yang sebenarnya. Hingga pada akhirnya, sore itu kedua teman baikku Riri dan juga Sari mengetahui keberadaanku yang sebenarnya. Setelah pulang dari berkumpul bersama, mereka berdua mengikutiku dari belakang. Menyadari hal tersebut, akupun tidak bisa mengelak lagi. Akhirnya akupun menceritakan alasanku kepada mereka mengapa aku tidak pernah ingin memberi tahu sebelumnya dimana tempat tinggalku sebenarnya saat itu. Jujur, saat itu aku memang belum siap untuk mengatakan semuanya kepada mereka. Aku hanya takut, saat mereka mengetahui keadaanku saat itu, mereka tidak mau lagi berteman denganku. Tapi nyatanya, mereka justru memberiku semangat. Mereka jugalah yang membuatku untuk tidak malu dengan keadaan yang aku alami saat itu. Terima semua apa adanya. Alhamdulillah, aku masih memiliki teman-teman baik seperti mereka. Terimakasih teman. Akhirnya, melalui kejadian tersebut, akupun mulai merubah cara berpikirku. Aku mulai bisa menerima keadaanku yang sebenarnya dan tidak malu dengan apa yang aku punya. Karena inilah aku apa adanya. Aku tidak mungkin bisa membohongi orang lain dan juga diriku sendiri secara terus menerus. Akupun harus mensyukuri atas segala apapun yang aku punya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah kepulanganku dari Kota Singkawang, akupun lebih sering menghabiskan waktuku di rumah bersama keluargaku yang lainnya. Jujur, aku merindukan kembali saat-saat di mana aku bisa berkumpul bersama mereaka secara utuh. Karena selama hampir enam tahun aku harus terpisah dari mereka. Aku hanya bisa menemui mereka saat aku pulang dari liburan sekolahku, ataupun saat mereka mengunjungiku. Di rumah, aku membantu pekerjaan ibuku. Akupun tidak melanjutkan kuliahku di tahun yang sama saat kelulusanku tersebut karena berbagai alasan. Sebagai kakak, aku harus mengalah untuk adik-adikku. Selain itu pula aku memikirkan masalah finansial yang dimiliki oleh keluarga kami saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah kurang lebih satu minggu aku berada di rumah, tetanggakupun menawariku sebuah pekerjaan. Akupun memulai untuk berani bekerja di tempat orang lain melalui restu orang tuaku tentunya. Saat itu pekerjaan yang aku ambil adalah bekerja pada sebuah toko ATK yang ada di kota Sintang. Aku mengambil keputusan tersebut karena aku ingin membantu keluargaku. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka dengan apapun yang bisa aku lakukan. Aku ingin mengurangi beban yang telah mereka pikul selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Bekerja pada sebah toko ATK tersebut, aku mendapatkan gaji yang lumayan. Setidaknya untuk ukuran orang yang belum berkeluarga sepertiku saat itu. Akupun amat sangat gembira mana kala aku memperoleh hasil kerja kerasku selama satu bulan bekerja di tempat tersebut. Uang hasil kerjaku tersebutpun aku berikan kepada ibuku untuk membantu meringankan beban ekonomi yang kami alami. Aku berusaha membantu, tapi ibuku menolaknya. Beliau tidak ingin menyusahkan anak-anaknya. Itulah hati seorang ibu. Meskipun ia mengalami kesulitan, tapi ia tidak pernah mau melibatkan anak-anak mereka ikut merasakan kesulitan yang ia alami. Aku begitu kagum akan ketegaran yang ibuku miliki. Di saat-saat sulit seperti itu, aku sendiri belum tentu bisa melakukannya. Tapi itulah ibu. Banyak hal-hal yang membuatku tegar saat aku mengalami masalah. Itu semua aku dapatkan dari contoh yang telah ia berikan kepadaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Di rumah tersebut, kami tidak memiliki televisi sebagai hiburan untuk kami. Dulu ayah pernah berkata bahwa ia memang tidak ingin membeli televisi meskipun ia memiliki uang untuk membelinya. Alasan beliau saat itu adalah agar anak-anaknya tidak kecanduan untuk terus menonton televisi sehingga membuat lupa belajar. Tapi menurutku itu tindakan yang kurang masuk akal, karena melalui televisi pula kita bisa mendapatkan informasi. Tapi itulah tindakan yang telah di pilih oleh ayah. Sebagai anak, mau tidak mau kami harus menjalaninya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Tinggal di rumah yang terbilang sempit, tidak membuat semangat belajar berkurang. Biasanya, rutinitas yang selalu dilakukan setelah magrib adalah mengajari adik-adikku mengaji. Untungnya, tetangga kami yang lain bisa memaklumi keadaaan tersebut saat waktu magrib tiba. Merekapun tidak membuat keributan di saat adik-adikku belajar mengaji.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hah... aku berfikir sejenak sebelum aku melanjutkan tulisanku malam ini. Aku kembali mengingat-ngingat kenangan saat aku masih tinggal di kontrakan tersebut. Banyak kenangan yang terukir dari sebuah rumah petak berwarna hijau tersebut. Tawa, tangis, Lelah, Putus asa, melebur menjadi satu. Semuanya berbaur menjadi sebuah rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Langit malam ini terlihat cukup cerah. Tidak seperti biasanya, apabila malam tiba, kota Pontianak lebih sering terguyur hujan. Apalagi di musim penghujan seperti ini. Sore tadi saja, sepulangnya aku dari kuliah, aku sempat terguyur hujan. Meskipun itu hanya sebentar, tapi air yang jatuh dari langit tersebut telah membasahi pakainku. Aku jadi teringat nasehat yang di berikan Opa pada sebuah acara Upin-Ipin. Hujan itu adalah anugrah. Kita harus mensyukuri setiap anugrah yang telah diberikan Allah kepada kita. Karena kesemunya yang ada di bumi ini memiliki keterkaitan antara satu dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dari sudut kecil ruangan kontrakan yang aku tinggali, aku sering merenung atas apa yang aku rasakan. Akupun selalu bertanya, kapan ini semua akan berakhir?. Aku tidak ingin melihat ibuku selalu menderita di saat ia harus menikmati masa tuanya. Inilah yang membuatku berpikir, bahwa hidupku nanti tidak boleh seperti ini. Aku harus bisa mendapatkan lebih dari apa yang telah orang tuaku dapatkan. Karena dari situ, aku bisa membuat ibuku merasakan kehidupan yang lebih baik dari apa yang telah ia peroleh selama ini. Saat ini aku boleh saja miskin harta, tapi suatu saat nanti hidupku harus lebih baik dari ini. Tanpa terasa air mata bening keluar dari sudut mataku, mengalir bersama tangisan hati yang aku rasakan. Ya Allah.. berikanlah aku kesempatan untuk bisa membahagiakan kedua orang tuaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Malam ini, kurasakan pengharapanku untuk bisa melakukan yang terbaik bagi hidupku dan juga keluargaku semakin dapat aku rasakan. Setengah lelah ku hitung rindu. Rindu pada semua hal yang telah aku lewati dan menjadi kenganan hidup yang tak pernah aku lupakan. Kulirik jam yang ada di laptop ini. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Kuakhiri tulisanku malam ini sampai di sini. Tapi kenanganku, tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;This is My Job’s&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari ini dimulai saat aku membuka mata tadi pagi dan menutupnya kembali dimalam hari. Setiap hari waktu terus berjalan bagai tak mengenal rasa lelah. Semua berjalan seirama dengan iringan yang telah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta. Tidak ada satupun makhluk didunia ini yang dapat melawan kehendak-Nya. Menjalani hidup terkadang tidak semudah apa yang kita bayangkan dan kita inginkan. Ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Meskipun sakit, kita tetap harus menghadapinya. Menghindar belum pasti tidak menemukannya, justru hal tersebutlah yang terkadang semakin memperburuk keadaan. Aku juga penah melakukan hal bodoh tersebut, tapi yang aku dapat adalah rasa yang dimilki oleh seorang pengecut. Namun apabila kita hadapi dengan keikhlasan dan pikiran yang jernih, ketahuilah bahwa kita akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan arti hidup yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Rasa sesalku, kecewaku, semuanya tercurah saat aku menangis. Aku merasa lebih lega jika aku telah mengeluarkan cairan bening itu dari mataku. Ada kepuasan tersendiri yang bisa dirasakan oleh hati, meskipun hal tersebut belum bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi. Terkadang aku merasa bahwa Tuhan itu tidak adil. Mengapa aku dilahirkan dikalangan keluarga yang keadaan ekonominya pas-pasan? Mengapa aku tidak dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan? Ya Allah.. betapa hinanya aku bila aku teringat akan hal tersebut. Seolah-olah aku tidak mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Namun inilah manusia, selalu tidak pernah merasa puas. Aku harusnya bersyukur telah memiliki keluarga yang sangat menyayangiku. Mereka membesarkanku dengan rasa cinta, bukan dengan air mata. Tapi apa yang telah aku berikan kepada mereka? Sepertinya aku belum memberikan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Lulus dari aliyah, aku sangat ingin langsung meneruskan sekolahku kejenjang yang lebih tinggi. Aku tidak ingin nasibku sama seperti kedua orangtuaku. Aku ingin memberikan yang terbaik kepada mereka, walau bagaimanapun caranya. Awal semester dua saat aku berada di kelas tiga aliyah, aku mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa untuk kuliah. Meskipun harus melaui penyeleksian lagi, tapi setidaknya aku memiliki peluang untuk itu. Ada dua beasiswa yang aku ikuti saat itu, yaitu beasiswa ke Perguruan Tinggi Negeri Untan, dan beasiswa ke Perguruan Tinggi Negeri UGM. Aku amat sangat berharap saat itu, semoga saja salah satu diantara beasiswa yang aku ikuti tersebut ada yang lolos. Sebuah kebanggaan tersendiri tentunya jika aku bisa sekolah dengan beasiswa yang aku dapatkan nanti. Setidaknya aku bisa meringankan beban kedua orang tuaku yang tidak mampu meneruskan sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi saat itu. Namun sepertinya Tuhan berkehandak lain. Ia ingin menunjukkan sisi lain yang harus aku jalani saat itu. Dari kedua beasiswa yang aku ikuti tersebut, tidak ada satupun yang lolos, artinya aku gagal untuk memperoleh kesempatan emas itu. Dan yang paling aku sesalkan adalah, aku harus mengubur dalam-dalam niatku untuk bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku jadi teringat sebuah kalimat yang mampu memberiku semangat luar biasa. Membuatkupun merasa bahwa semuanya tidak ada yang sia-sia. Kalimat tersebut berbunyi seperti ini, “Aku meminta kepada Allah setangkai bunga yang segar, tapi Allah memberiku kaktus berduri. Aku meminta kepada Allah binatang mungil yang cantik, tapi Allah memberiku ulat bulu. Aku sedih, protes, dan marah. Mengapa Allah memberikan kepadaku sesuatu yang tidak aku suka !! Betapa tidak adilnya Allah. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah, bahkan sangat indah. Dan ulat bulu itupun berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah.. jalan yang diberikan Allah akan indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Allah memberikan apa yang kita perlukan. Kita boleh merasa sedih, kecewa, bahkan terluka. Tapi diatas segalanya, Allah sedang merajut sesuatu yang terbaik untuk kita yang belum kita ketahui.” Subhanallah..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Mengetahui bahwa aku tidak mungkin memaksakan kehendakku untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, akupun memutar otakku. Aku tidak boleh terus seperti ini. Aku sadar, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Allah selalu menolong hambanya selagi itu mengarah kepada kebaikan. Hal tersebut mulai aku rasakan saat aku kembali ke kota asalku di Sintang. Saat libur setelah ujian nasional tiba, kami semua kembali kedaerah masing-masing. Kami hanya tinggal menunggu pengumuman hasil kelulusan dari pihak sekolah. Seminggu aku berada di sintang, akupun hanya diam di rumah sambil membantu pekerjaan ibuku setiap harinya. Tidak ada aktivitas pasti yang bisa aku lakukan. Jauh sebelum hari itu tiba, akupun sudah mengatakan keputusanku untuk tidak melanjutkan kuliahku dulu kepada kedua orang tuaku. Aku memiliki adik-adik yang masih harus bersekolah di sekolah dasar. Apalagi saat itu, adik bungsuku iin, baru memasuki sekolah dasar ditahun yang sama dengan kelulusanku. Sebagai seorang kakak, aku tidak boleh egois. Aku harus mendahulukan kepentingan adik-adikku terlebih dahulu. Aku rela mengalah demi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berada di usia 17 tahun, ini berarti awal tangga kedewasaan yang harus aku lalui. Selamat tinggal dunia semu, selamat datang dunia nyata. Hidup dalam dunia nyata, berarti aku harus siap merasakan kerasnya hidup. Namun dari sini, aku belajar dan mengetahui banyak hal. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Keberadaanku dirumah, ternyata mengusik pikiran tetanggaku saat itu. Beliau menawarkan kepadaku untuk bekerja. Beliau juga meminta pendapat kepada kedua orang tuaku, meskipun sebenarnya semua keputusan yang akan diambil nantinya tergantung kepadaku. Aku berpikir, mungkin ini adalah kesempatan untukku. Melalui kerja, aku berniat untuk bisa kuliah di tahun berikutnya. Akupun menyanggupi penawaran kerja tersebut. Saat itupun aku memulai kerjaku di sebuah toko ATK yang ada di Kota&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sintang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari pertama aku masuk kerja, aku merasakan lingkungan yang benar-benar baru bagiku. Aku harus bisa bekerja dengan baik di tempat tersebut. Akupun harus bisa menyesuaikan diriku di lingkungan yang baru aku rasakan. Aku tidak boleh mengecewakan orang yang telah mempercayaiku. Mulai saat itu, hari-hariku terisi dengan bekerja. Setiap hari aku harus bekerja dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 05.00 sore. Akupun mulai belajar bagaimana cara bekerja dengan baik di tempat tersebut. Mulai dari belajar memfoto copy, menjilid buku, dan hal-hal yang berkaitan dengan ATK. Aku sering merasa kelelahan setelah pulang kerja. Dari situ, aku mengatahui satu hal, bahwa untuk bertahan hidup itu tidak mudah. Aku baru sadar betapa sulitnya dan betapa lelahnya mencari uang. Selama ini yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aku tau hanyalah menggunakan uang yang telah orang tuaku berikan. Tidak jarang akupun sering menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Aku tidak pernah memikirkan bagaimana orang tuaku tersebut bersusah payah mencari uang untuk menghidupiku. Namun kini aku mengerti bahkan merasakan penderitaan itu. Melalui hal tersebut, aku belajar banyak hal. Inilah hikmah yang aku dapatkan dari apa yang telah aku lakukan. Allah mengajarkanku untuk mengenal hidup yang sebenarnya, dan Allah juga mengajarkanku untuk lebih menghargai dan mensyukuri apa yang telah aku dapatkan. Terimakasih ya Allah... aku mengerti sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Seminggu sudah aku berada ditempat kerja. Tidak terasa waktu terus saja berjalan. Hari itu, aku mendapatkan kabar tentang kelulusan sekolahku dari salah seorang kakak tingkat yang masih berada di asrama pesantren. Betapa senangnya aku saat itu, kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Meskipun disatu sisi aku merasa sedih jika teringat akan keinginanku untuk melanjutkan kuliah tidak bisa aku wujudkan. Tapi aku yakin, kesempatan itu masih tetap ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari ini adalah hari pertama di awal bulan. Itu artinya, aku akan mendapatkan gaji pertamaku hari ini. Alhamdulillah, aku bisa merasakan hasil kerja kerasku selama satu bulan ini. Senang rasanya saat sudah melihat uang gaji pertamaku ada di tanganku. Saat itu, aku memberikan gaji pertamaku kepada ibu. Aku ingin membahagiakannya, meskipun ini tidaklah seberapa dibandingkan dengan apa yang telah ia berikan selama ini kepadaku. Setelah gajian pertamaku itu, akupun masih tetap bekerja di tempat tersebut. Namun kali ini, uang gajiku akan aku tabungkan untuk persiapan kuliahku di tahun depan. Ditempat kerjaku tersebut, aku bertahan selama kurang lebih empat bulan. Berhenti dari tempat kerjaku yang pertama, aku beralih kepekerjaan lain, dan pekerjaan yang aku pilih saat itu adalah menjadi seorang kasir di sebuah mini market yang ada di Kota Sintang pula. Hasilnya memang sedikit lebih besar dari tempat kerjaku yang pertama, dan waktu kerja yang dilakukanpun lebih sedikit karena sistem kerjanya menggunakan sift.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Sebelum memasuki tempat kerjaku yang baru, aku harus mengikuti pelatihan di tempat lain, tepatnya di mini market yang masih satu perusahaan dengan mini market yang ada di Sintang tersebut. Mini market yang baru akan dibuka tersebut merupakan cabang dari mini market utama yang ada di Kota Pontianak. Karena harus mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu bulan, akupun harus tinggal di Kota Pontianak dan meninggalkan keluargaku yang ada di Sintang. Selama di pontianak, aku tinggal bersama keluargaku yang berada di daerah Tanjung Raya Dua. Setelah kurang lebih satu bulan, akupun dipindahtugaskan untuk kembali ke Sintang dan bekerja pada mini market baru tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ditempat kerjaku yang baru, aku lebih mendapatkan keringanan dalam bekerja, karena pekerjaan yang dilakukan pun tidak terlalu berat. Di awal gajian pertamaku, akupun tergoda untuk mengganti handphone lamaku dengan handphone yang baru. Aku mengatakan niatku tersebut kepada ibuku. Beliaupun menyerahkan semuanya kepadaku, mau untuk apa uang hasil kerjaku tersebut semuanya terserah kepadaku. Akhirnya akupun mengganti handphone lamaku dengan handphone yang baru. Alhamdulillah, aku bisa mengganti handphone dengan uang hasil kerja kerasku sendiri. Di bulan-bulan berikutnya, uang gajiku tersebutpun kembali aku tabungkan melalui sebuah bank. Aku takut tergoda untuk memakainya apabila uang tersebut tetap berada di tanganku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tidak terasa sudah hampir satu tahun aku bekerja di mini market tersebut. Di tempat kerjaku itu, akulah karyawan yang usianya paling muda. Sedangkan karyawan yang lainnya rata-rata berumur diatasku. Namun itu tidak menjadi masalah buatku, justru dari sana aku bisa bergaul dengan orang yang lebih memiliki kematangan sikap dan pikiran dari pada aku. Aku bisa belajar banyak hal dari mereka. Suka dan duka telah banyak aku lalui bersama rekan-rekanku di tempat itu. Apabila tanggal muda tiba, tidak jarang kami makan-makan di luar bersama. Ternyata seperti inikah rasanya jika kita sudah memiliki uang sendiri. Aku bersyukur atas apa yang telah aku dapat hari ini, karena tidak semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama sepertiku. Banyak orang-orang di luar sana yang merasakan sulitnya mencari pekerjaan hanya untuk sekedar menyambung hidup mereka. Hidup ini memang keras. Hanya orang-orang yang mau terus berusahalah yang mampu menghadapi hidup. Aku merasakan banyak hal-hal baru yang aku dapatkan selama aku bekerja. Akupun lebih mengenal banyak orang lagi selama aku bekerja. Tapi aku tidak boleh berhenti disini saja. Aku harus mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari ini, agar cita-citaku untuk membahagiakan kedua orang tuaku bisa aku wujudkan. Untuk itulah, aku sangat berkeinginan melanjutkan kembali sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi, agar apa yang aku dapatkan setimpal dengan apa yang telah aku korbankan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Memasuki tahun ajaran baru, aku mewujudkan niatku untuk melanjutkan kuliah. Akupun berhenti dari pekerjaanku selama ini. Alhamdulillah, aku bisa mengumpulkan uang untuk mendaftar kuliah dari hasil kerjaku selama kurang lebih satu tahun tersebut. Atas izin Allah, akupun mendapatkan apa yang aku inginkan. Ada kepuasan tersendiri saat aku bisa melanjutkan kuliah dengan menggunakan uang hasil kerja kerasku. Terima kasih ya Allah..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dan saat ini, aku tengah melanjutkan apa yang aku cita-citakan tersebut. Aku semakin percaya bahwa dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Aku akan berusaha untuk bisa menyelesaikan kuliahku sekarang. Aku ingin mewujudkan cita-citaku. Aku ingin membuat bangga kedua orang tuaku, keluargaku, dan seluruh orang yang pernah mengenalku. Amiin... &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br clear="all" style="page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;ada Quwwatul Hayyat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Senja sore ini membiaskan warnanya yang begitu indah. Jingga menghiasi langit Kota Pontianak hari ini. Aku hanya bisa menatap dari teras rumah yang aku tinggali saat ini. Warnanya memancarkan rasa indah kedalam hati. Aku masih asyik dengan kondisiku sa&lt;/span&gt;a&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;t ini, duduk dan menatap kearah cakrawala. Sepertinya hari ini cuaca terlihat bersahabat, meskipun di belahan dunia lain terdapat keadaan cuaca yang tidak mendukung. Bumi sudah tidak bisa di tebak lagi, terkadang dia terlihat bersahabat, tapi terkadang dia menunjukkan sikap yang tidak bersahabat. Hanya kita yang kurang peka terhadap itu semua. Andai kita bisa menjaganya, mungkin jingga langit sore ini masih terus bisa kita rasakan, meskipun tidak setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Cuaca yang cukup baik seperti hari ini sangat mendukung manusia untuk melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga, ataupun hal-hal yang lainnya. Aku jadi teringat saat aku berada di sekolahku dulu, tepatnya saat aku masih duduk di bangku aliyah yang ada di Kota Singkawang. Biasanya, di sela-sela kegiatan sekolahku setiap harinya, aku mengisi aktivitasku dengan mengikuti kegiatan drumband yang diadakan oleh pihak sekolah. Jujur, aku sangat menyukai kegiatan ini. Selain karena permainannya juga asyik, ada jiwa seni yang terdapat di dalamnya. Semua berkaitan dengan music dan skil atau kemampuan yang kita punya. Pada awalnya aku tidak pernah melihat permainan ini secara langsung, biasanya aku hanya melihat orang-orang yang memainkannya di dalam sebuah acara yang ada dalam televisi. Tapi kini aku bersyukur, karena aku bisa melihat bahkan ikut berpartisipasi didalam permainan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Saat awal aku sekolah di Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang dulu, kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut hanyalah pramuka, olahraga, dan juga silat. Dari ketiga kegiatan tersebut, tidak ada yang menarik minatku untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Sata tahun aku berada di sana, keadaannya masih saja sama. Aku belum tertarik untuk mengikuti salah satu kegiatan tersebut. Mungkin karena aku memang tidak memiliki minat dalam bidang-bidang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Waktu terus saja berjalan. Kini aku memasuki tahun keduaku. Itu artinya saat ini aku berada di kelas dua aliyah. Di kelas dua inilah aku mendapatkan kabar bahwa pihak sekolah akan mengadakan kegiatan ekstraklulikuler dr&lt;/span&gt;u&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;mband. Mendengar hal tersebut, aku sangat senang. Dari awal aku memang menyu&lt;/span&gt;k&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;ai kegiatan tersebut&lt;/span&gt;, namun baru kali inilah sepertinya aku berkesempatan untuk bisa berlatih dan bermain drumband. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah ada. Jauh sebelum alat-alat drumband itu ada di sekolahku, aku dan teman-temanku yang berminat dengan hal tersebutpun bergegas untuk mendaftarkan diri pada pihak sekolah. Ini adalah tahun pertama kegiatan ekstrakulikuler drumband itu ada di sekolahku. Kami sudah tidak sabar menunggu saat-saat itu tiba. Kami sering menanyakan kepada pihak sekolah kapan kegiatan itu segera dilaksanakan.Karena ini adalah kegiatan ekstrakulikuler dari sekolah, bukan dari pondok pesantren atau asrama, maka seluruh anak-anak yang bersekolah di ushuluddin tersebut berhak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun pada saat itu, anak-anak asramalah yang lebih mendominasi di saat pendaftaran dari pihak sekolah dibuka. Mungkin faktor lingkungan di sini juga mempengaruhi hal tersebut. Anak-anak yang tinggal di luar asrama tentu saja mereka lebih memiliki banyak pilihan yang dapat mereka pilih sebagai kegiatan mereka, sedangkan bagi anak-anak yang tinggal di asrama, lingkup hidup mereka sangat terbatas. Jadi dari pada tidak ada kegiatan, mereka lebih senang untuk mengisi waktu kosong mereka dengan bermain drumband. Hal ini jugalah yang sepertinya aku rasakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Seni itu adalah suatu keindahan. Keindahan yang tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat dirasakan. Dilihat dari segi manapun,seni akan memberi dampak kepada para penikmat seni. Seni juga bisa dikatakan sebagai obat bagi para pencintanya, karena seni bisa memberikan rasa kepuasan yang langsung dirasakan sampai ke hati. Seni dapat dihasilkan dari hasil karya tangan, mulut, tubuh, bahkan daya pikir kita atau kreativitas yang timbul didalamnya. Bahkan suatu kegiatan yang memadukan keseluruh unsur tersebut juga disebut seni. Dan bagiku, permainan drumband itu adalah seni.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku, Nurul, dan Novi adalah orang yang paling berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bersama kedua teman akrabku tersebut, kami sering membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan drumband. Mau bermain pada devisi apa, apa-apa saja yang mungkin kami pilih saat itu, dan masih banyak lagi hal-hal yang lainnya. Akhirnya waktu yang ditungu-tunggu itupun tiba. Pihak sekolah memberikan pengumuman kepada seluruh siswa yang ada di sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut kepada siswa-siswanya yang berminat. Waktu pendaftaran yang diberikan adalah sampai alat-alat drumband itu berada di sekolah, karena pada saat itu alat-alat tersebut masih dalam proses pengiriman. Antusias siswa-siswa saat itu ternyata cukup banyak. Lebih dari 70 orang mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut, sedangkan yang diperlukan saat itu hanya berjumlah 55 orang saja, sesuai dengan jumlah alat-alat drumband yang tersedia. 53 orang tersebut, nantinya akan ditempatkan pada posisi pemain senar sebanyak 10 orang, tenor 7 orang,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pianika 10 orang, belera 10 orang, symbal 3 orang, bassdrum 3 orang, dan CG ( colour guard) 10 orang, dan 2 orang sebagai mayoretnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Jujur, saat itu aku belum mengetahui secara pasti apa-apa saja dan bagaimana cara memainkan keseluruhan alat-alat yang telah di sebutkan tersebut, karena aku masih merasa asing dengan permainan ini. Setelah bertanya-tanya dan mengetahui posisi-posisi para pemain tersebut, aku, Nurul, dan Novi memilih untuk bermain di senar. Selain karena asik memukuli senar dengan menggunakan stick, posisi para pemain senar juga di letakkan pada barisan depan. Jadi lebih mudah untuk melihat dan terlihat oleh orang lain. Hehehe... &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ini adalah angkatan pertama atau tahun pertama di adakannya ekstrakulikuler drumband di sekolahku, tentu saja semuanya identik dengan baru. Alat-alat yang masih baru, dan tentu pelatih baru, karena di lingkungan sekolahku tidak ada yang pandai untuk melatih drumband. Akhirnya pihak sekolah meminta pelatih drumband Kota Singkawang untuk melatih kami. Ini adalah salah satu usaha dari sekolahku untuk meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut. Meskipun harus membayar mahal untuk membeli alat-alat drumband dan membayar pelatih untuk melatih kami. Setelah mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak antara sekolahku dan drumband Kota Singkawang, akhirnya terpilihlah ketiga pelatih yang nantinya akan melatih kami untuk bermain drumband. Mereka adalah Kak Ridwan, Kak Ipung, dan Kak Dili. Kak ridwan adalah pelatih asli drumband Kota Singkawang, sedangakan Kak Ipung dan Kak Dili adalah anggota dari drumband Kota Singkawang sekaligus merangkap sebagai pelatih juga di beberapa sekolah yang ada di Kota Singkawang mendampingi Kak Ridwan. Senang rasanya, sepertinya hari yang kami tunggu-tunggu akan segera tiba. Aku tau, ini pasti akan menjadi sangat menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari pertama di jadwal latihan, kami tidak langsung berlatih.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Para pelatih kami mengenalkan alat-alat apa saja yang nantinya akan kami mainkan. Merekapun menyeleksi kami satu persatu sesuai dengan pilihan alat yang akan telah kami pilih untuk dimainkan pada saat pendaftaran. Aku, Nurul, dan Novi mencoba untuk memainkan senar yang telah disiapkan. Dan alhamdulillah, kami bertiga terpilih untuk bermain di senar. Saat itu, keseluruhan alat yang ada di coba satu persatu, hanya stick mayoretlah yang tidak boleh di coba, karena saat itu memang pelatih belum memilih di antara kami untuk menjadi mayoret. Seorang mayoret nantinya harus memiliki kemampuan di atas yang lainnya, karena tugas mayoretlah yang paling berat. Sebuah pertunjukan drumband atau marcing band tanpa seorang mayoret atau instruktur tentu tidak akan bisa berjalan, karena mayoretlah yang memimpin jalanya permainan. Oleh sebab itu, seorang mayoret harus mengetahui seluruh alat-alat drumband tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pertemuan pertama telah berakhir. Kami harus berlatih lagi sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan disepakati bersama. Akhirnya, latihan hanya dilaksanakan selama tiga hari dalam satu minggunya. Latihan dilaksanakan di halaman sekolah kami. Setelah dilakukan penyeleksian oleh para pelatih, akhirnya terpilihlah ke 55 orang tersebut sesuai dengan divisi yang telah di tentukan. Pada pertemuan kedua, kami disuruh untuk membawa peralatan yang sesuai dengan divisi yang telah di tentukan. Aku, tentu saja mendapatkan perintah untuk membawa stick dari batang kayu terlebih dahulu, karena aku terpilih pada devisi senar. Seluruh devisi perkusi (senar,tenor,dan juga bassdrum) diwajibkan untuk membawa batang kayu tersebut yang telah di bentuk menjadi sebuah stick, kecuali mereka yang terpilih untuk memainkan symbal tidak harus membawa kayu tersebut. Pelatih melakukan hal tersebut karena mereka belum mengizinkan kami untuk langsung berlatih menggunakan alat-alat yang masih baru tersebut. Karena kami juga adalah seorang pemain pemula, para pelatih tidak ingin mengambil resiko kerusakan pada alat-alat drumband yang masih baru tersebut. Dihari kedua ini, kami belajar sesuai dengan devisi masing-masing. Pada devisi perkusi (senar, tenor, symbal, dan bassdrum) dilatih oleh Kak Ridwan, dan pada devisi melodi (pianika dan belera) dilatih oleh Kak Ipung, sedangkan pada devisi CG dilatih oleh kak dili. Setelah semua berkumpul sesuai dengan devisinya masing-masing, kamipun mulia dilatih untuk belajar memainkan peralatan-pertalatan yang ada tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari-hari berlatih drumband, aku mulai merasakan semangat untuk terus bisa berlatih. Tidak semua orang bisa memainkan alat-alat tersebut. Aku dan teman-temanku yang lain cukup beruntung, karena tidak semua sekolah yang ada di Kota Singkawang mampu membeli peralatan drumband yang harganya sangat mahal tersebut. Kesempatan ini aku gunakan sebaik-baiknya. Setiap pertemuan, kami dilatih hal-hal baru yang belum pernah kami temui. Akupun semakin bersemangat. Setelah beberapa pertemuan kami menggunakan stick kayu, akhirnya kamipun mendapatkan kesempatan bermain dengan menggunakan alat-alat yang asli. Pertama kali aku memegang stick, aku cukup kesulitan. Ternyata memegangnya tidak semudah seperti apa yang aku bayangkan sebelumnya. Namun aku tetap harus belajar sampai aku bisa. Aku tidak ingin menyerah begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Memulai berlatih dengan langsung menggunakan alat-alat drumband tersebut, kami mendapat perlakuan yang berbeda. Sebagai seorang pelatih, mereka lebih mengetahui keadaan yang baik bagi para anggota didiknya. Oleh sebab itu, kamipun dianjurkan untuk melaukukan pemanasan dengan berlari-lari sebentar dan meregangkan seluruh otot-otot dalam tubuh sebelum latihan dimulai. Setelah kurang lebih sepuluh menit, barulah kami memulai untuk memainkan alat-alat drumban tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Waktu terus saja berjalan. Masing-masing dari kami sudah mulai menunjukkan kemampuannya memainkan alat-alat drumband dengan baik. Sementara itu, para pelatih masih berperan sebagi seorang mayoret, karena pada saat itu mereka memang belum memilih salah seorang dari kami untuk menjadi mayoret. Beberapa kali telah melakukan latihan,kami belum mengetahui apa nama drumband kami tersebut. Akhirnya, Kak Ridwanpun memberi nama drumband kami dengan sebutan “NADA QUWWATUL HAYYAT”. Aku rasa ini nama yang sesuai untuk drumband kami yang memang berbasic islam. Kami bangga menjadi anggota didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dipertemuan berikutnya, pelatih akhirnya memilih salah seorang dari kami untuk menjadi mayoret dalam drumband tersebut. Hari itu, setelah latihan berakhir, Kak Ridwan memanggilku. Aku tidak tau untuk apa aku dipanggil saat itu. Dalam pikirankau, apa mungkin aku telah melakukan kesalahan? Aku merasa takut. Namun setelah bertemu dengan Kak Ridwan, ia menanyakan sesuatu yang cukup membuatku terkejut. Dia menanyakan kepadaku, “ nia mau jadi mayoret?”. Mendengar pertanyaan tersebut, aku langsung bertanya kepadanya, “nggak salah ne kak?, kok nia yang dipilih?”. Kak Ridwan pun akhirnya memberikan beberapa alasan yang membuat dirinya mengatakan bahwa akulah orang yang tepat untuk mendapatkan tempat menjadi seorang mayoret tersebut. Aku terkejut, senang, bahkan takut saat mengetahui bahwa akulah orang yang telah di pilih oleh para pelatih dan nantinya akan memimpin jalanya permainan tersebut. Akupun merasa belum yakin pada saat itu, apakah aku mampu mengemban tugas berat itu?, karena setahuku menjadi seorang mayoret tidaklah mudah. Setelah melakukan pertimbangan, akupun menyanggupi permintaan dari para pelatih. Alhasill, akulah mayoret utama pada saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Dipertemuan berikutnya, aku tidak lagi belajar memainkan stick senar. Posisiku saat itu berubah menjadi berlatih memainkan stick mayoret. Akupun harus terpisah dari kedua teman dekatku, yaitu Nurul dan Novi. Aku juga berpisah dari teman-teman perkusiku. Saat itu aku harus berlatih terpisah seorang diri. Aku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merasa sedih, karena aku tidak memiliki teman berlatih. Tapi Kak Ridwan mengatakan, tempatku memang berbeda dari yang lainnya. Kak Ridwan mengajariku berlatih menggunakan stick mayoret tersebut. Sama seperti sebelumnya, aku tidak langsung berlatih menggunakan stick yang asli, karena ditakutkan stick tersebut lebih dulu rusak sebelum waktunya. Akhirnya, akupun disarankan untuk berlatih menggunakan tongkat pramuka terlebih dahulu. Latihan dasarku adalah beratraksi menggunakan tongkat tersebut. Belajar bagaimana aku mengayunkan tongkat tersebut, memutar-mutarkannya, dan beberapa teknik dasar lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Menjadi seorang mayoret memang tidak mudah. Selain harus bisa beratraksi dengan menggunakan stick mayoret tersebut, akupun harus mengetahui aturan main dalam drumband, menguasai alur musik yang dimainkan, mengetahui setiap pergantian lagu, mengetahui ketukan irama yang dimainkan, mengatur barisan para personil drumband yang lain, dan masih banyak lagi. Tapi aku tidak boleh menyerah. Aku yakin aku bisa mengatasi semuanya, karena para pelatihpun telah yakin memilihku menjadi seorang mayoret. Itu artinya mereka percaya dengan kemampuan yang aku miliki. Namun sisi baiknya, menjadi seorang mayoret mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dibandingkan dengan personil yang lain. Selain lebih banyak dikenal, seorang mayoret juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapatkan fasilitas atau perlengkapan yang lebih bagus dari yang lainnya. Atau dalam kata lain, seorang mayoret mendapatkan perlakuan yang istimewa di banding yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa kali melaksanakan latihan, Kak Ridwan memilih seorang mayoret lagi untuk menemaniku, dan dia adalah Nurul, teman baikku saat itu. Aku merasa sangat senang, akhirnya aku memiliki teman berlatih. Aku tidak merasa sendirian lagi saat harus berlatih terpisah dengan teman-temanku yang lain. Pada awalnya, Nurul mendapatkan perlakuan yang sama sepertiku. Dia juga dilatih dengan latihan-latihan dasar oleh Kak Ridwan. Namun selang beberapa kali latihan, akhinya Kak Ridwan menyuruhku untuk mengajarkan hal-hal apa saja yang telah ia ajarkan terlebih dulu kepadaku. Alhasil, kamipun hanya belajar berdua.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selesai dari latihan dasar menggunakan stick mayoret, aku dan Nurul beralih dengan belajar memimpin personil lain. Kami dilatih untuk bisa memimpin personil lain memainkanalat musik mereka. Disini, kami harus mengetahui alur musik yang mereka mainkan. Akhirnya, Kak Ridwan pun menyuruh kami melatih para pemain perkusi bersamanya. Untuk pertama kalinya, aku dan Nurul mengalami kesulitan, apalagi saat Kak Ridwan meninggalkan kami berdua untuk memimpin latihan tersebut. Di awal-awal latihan, tidak jarang kami sering melakukan kesalahan karena kurang peka terhadap pergantian ketukan pada saat memainkan sebuah lagu. Namun semakin lama, kami sudah mulai bisa mengatasi itu semua. Kamipun dituntut untuk labih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan, karena konsekwensinya kami akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari personil lain saat melakukan kesalahan. Aku jadi teringat saat aku dan Nurul mandapatkan hukuman 80 kali puss-up. Awalnya, para personillah yang melakukan kesalahan. Merekapun dihukum untuk melakukan puss-up sebanyak 40 kali. Namun selang beberapa menit kemudian, justru kamilah yang melakukan kesalahan. Akhirnya kamipun harus mendapatkan hukuman yang lebih berat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berhasil memimpin devisi perkusi, akupun ditugaskan untuk memimpin devisi melodi. Disana, aku harus bergabung bersama Kak Ipung untuk melatih mereka memainkan pianika dan belera. Pada awalnya, aku mengalami kesulitan, karena memimpin devisi melodi berbeda dengan memimpin devisi perkusi. Tapi aku yakin, aku bisa melakukannya. Alhamdulillah, setelah beberapa kali aku berlatih memimpin devisi tersebut bersama Kak Ipung, akupun berhasil memimpin mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa kali melakukan latihan, kami telah berhasil memperoleh beberapa lagu yang siap untuk dibawakan. Akhirnya, kamipun mendapatkan kesempatan perdana kami tampil dalam acara perpisahan sekolah. Disana, kami harus menampilkan penampilan terbaik kami kepada pihak sekolah, karena kami tidak ingin mengecewakan pihak sekolah yang telah bersusah payah mengadakan kegiatan tersebut untuk kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat melakukan latihan untuk penampilan perdana tersebut, kamipun menyiapkan beberapa buah lagu yang akan kami bawakan dalam acara perpisahan tersebut. Setelah semuanya dirasa cukup, kamipun hanya mempersipakan diri kami masing-masing untuk berani mempilkan apa yang telah kami lakukan setiap minggunya. Semoga, kami bisa memberikan penampilan yang terbaik kepada semua orang yang hadir pada saat itu. Alhamdulillah, do’a kamipun terkabul. Semua berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan. Aku senang, semuanya pun merasa senang karena telah berhasil menghibur orang-orang yang ada pada saat itu. Penampilan perdana kami pada saat itu berhasil kami lakukan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berhasil tampil dengan baik pada penampilan perdana kami, drumband kamipun mendapatkan kepercayaan dari pihak sekolah untuk tampil dalam acara-acara lain. Hal ini dilakukan untuk bisa melatih kami, sekaligus mempromosikan kepada masyarakat Kota Singkawang khususnya bahwa sekolah Ushuluddin memiliki drumband yang cukup baik. Kamipun tidak merasa lelah untuk tetap balajar. Hal tersebut justru memacu kami untuk bisa menampilkan sesuatu yang lebih baik lagi kepada semua orang yang menyaksikan penampilan kami. Aku semakin bangga dengan drumband sekolahku ini. Aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk sekolahku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pada acara perayaan 1 Muharram, drumband Nada Quwwatul Hayyat mendapatkan kesempatan keduanya untuk tampil di depan umum. Namun bedanya, saat itu kami harus melakukan pawai melewati beberapa jalan yang ada di Kota Singkawang yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara. Mengetahui bahwa kami akan mengikuti acara tersebut, Kak Ridwan, Kak Ipung, dan juga Kak Dili semakin giat melatih kami. Merekapun ingin memberikan yang terbaik kepada drumband sekolahku tersebut. Saat itu, kami diajarkan beberapa lagu yang bersifat islami. Hal ini disesuaikan dengan acara yang akan kami ikuti dan juga menjaga image pesantren yang melekat pada drumband sekolah kami tersebut. Lagu-lagu yang disiapkan antara lain adalah lagu “Assalamu’alaikuum” miliknya Opik, “Anak bertanya pada bapak” miliknya Bimbo, dan beberapa buah lagu lagi yang bernafaskan islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kini tiba waktunya untuk menunjukkan penampilan kami di hadapan masyarakat Kota Singkawang. Kami harus bisa menampilkan yang terbaik di penampilan kedua kami kepada masyarakat, agar kami bisa menghibur mereka dan penyampaian promosi drumband kamipun bisa diterima dengan baik. Hari itu cuaca dikota singkawang cukup panas. Kami harus melakukan pawai bersama drumband-drumband lain pada pukul 15.00 sore, namun pada pukul 14.00 kami sudah harus bersiap-siap. Terik matahari sore itu tidak melemahkan semangat kami. Akhirnya, pada pukul 15.00 sore, acarapun dimulai. Kami langsung menunjukkan atraksi kami di hadapan masyarakat Kota Singkawang yang hadir pada sore itu. Lagu demi lagu kami bawakan dengan penuh semangat, meskipun aku akui masih terjadi kesalahan di beberapa bagian pertunjukkan. Untungnya, aku bisa mengatasi hal tersebut. Kamipun berjalan menyusuri jalanan Kota Singkawang sore itu, di iringi dengan alunan musik yang berasal dari drumband kami tentunya. Setelah melewati rute yang telah ditentukan, kamipun kembali ketempat semula. Disana, kami langsung mengistirahatkan seluruh anggota badan kami yang telah lelah melakukan atraksi drumband sore itu. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Para pelatihpun merekam penampilan kami tersebut agar kami bisa menyaksikan atraksi kami sekaligus mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi didalamnya. Sebagai sebuah drumband pemula, penampilan kami dinilai cukup baik. Para pelatihpun meyampaikan kepuasannya kepada kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari itu, aku, Nurul, Novi, dan teman-temanku yang lain merasa puas dengan hasil yang telah kami lakukan. Pihak sekolahpun mengatakan kepuasannya dengan penampilan yang telah kami tunjukkan tersebut. Setidaknya pesan penyampain promosi drumband Nada Quwwatul Hayyat telah kami lakukan. Harapan kami saat itu, semoga kami lebih sering mendapatkan tawaran untuk tampil dalam acara-acara lainnya. Selain bisa menambah pengalaman tersendiri untuk kami, kamipun akan semakin di kenal oleh banyak orang pada saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Ada orang yang mengatakan, hasil yang akan diterima orang lain akan berdampak baik kepada orang tersebut apabila penyampaiannya dilakukan dengan baik pula. Mungkin kalimat tersebut bisa ditujukan kepada drumband kami saat itu. Semenjak penampilan kedua kami dalam acara perayaan 1 Muharram tersebut, kamipun mulai banyak mendapatkan tawaran untuk tampil dalam acara-acara lainnya. Saat itu kami mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam sebuah acara perpisahan sekolah SPP yang ada di Kota Singkawang tersebut. Mereka mempercayai kami karena menilai atraksi drumband kami saat itu cukup menarik. Pada acara-acara perpisahan sebelumnya, biasanya pihak sekolah tersebut menggunakan drumband lain untuk mengisi acara perpisahan sekolah mereka. Namun untuk tahun ini, mereka mempercayai kami untuk mengisinya. Mengetahui hal itu, tentu saja pihak sekolahku menyanggupi permintaan tersebut. Dan untuk kali ini, karena kami tampil diundang oleh mereka, kamipun mendapatkan honor dari pihak penyelenggara. Meskipun tidak terlalu besar, tapi kami sanggat senang mendapatkan imbalan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berhasil menampilkan yang terbaik dalam acara perpisahan tersebut, kamipun banyak mendapatkan hal-hal baru lagi disetiap penampilan yang kami lakukan. Belajar dari kesalahan, itulah yang harus kami lakukan. Aku senang, sepertinya eksistensi keberadaan drumband kami mulai diperhitungkan oleh masyarakat Kota Singkawang. Akupun bangga menjadi salah satu anggota di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pada acara-acara islam yang dilakukan oleh pihak Kota Singkawang, drumband kamipun sering mendapatkan kepercayaan untuk mengisi acara tersebut. Untuk mengisi pawai-pawai acara yang bersifat keislaman, drumband kami sudah dapat dikatakan sebagai pengisi tetap acara-acara tersebut. Alhamdulillah, keberadaan drumband kami diterima dengan baik oleh masyarakat Kota Singkawang saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah penampilan kami di sekolah SPP tersebut, kamipun mendapatkan tawaran kembali untuk tampil dalam sebuah acara perayaan ulang tahun Bank BRI Kota Singkawang. Pihak sekolahpun menyanggupi permintaan tersebut. Namun kali ini, berbeda dengan penampilan-penampilan sebelumnya. Aku tidak bisa mengikuti pawai tersebut dan ikut bersama teman-temanku lainnya karena saat itu aku harus mengikuti pelatihan PASKIBRA Kota Singkawang. Jadwal antara latihanku dan pawai saat itu benar-benar bentrok. Aku tidak bisa meninggalkan jadwal latihanku tersebut karena waktuku untuk tampil dalam acara perayaan 17 Agustus tinggal menghitung hari lagi. Otomatis, para pelatih harus mencari seorang mayoret lagi untuk menemani Nurul menjadi mayoret dalam acara tersebut, karena tidak mungkin Nurul bisa mengatasi semuanya seorang diri. Akhirnya pelatih memilin adik kelasku yang bernama Herlina untuk menggantikan posisiku sebagai seorang mayoret untuk sementara waktu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah memperoleh posisi yang pas dalam formasi drumband kami tersebut, merekapun melakukan pawai dalam acara ulang tahun Bank BRI saat itu tanpa diriku. Akupun dapat memakluminya karena pada saat itu kondisiku memang tidak memungkinkan aku untuk ikut serta dalam acara tersebut. Untunglah pawai tersebut berjalan dengan baik, meskipun banyak terjadi kesalahan dikarenakan Herlina memang belum mengetahui posisi yang seharusnya sebagai seorang mayoret.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa bulanpun berlalu dan semuanya berjalan dengan baik. Selesainya aku mengikuti pelatihan PASKIBRA tersebut, akupun kembali mengikuti latihan drumband yang ada disekolahku. Rasa rinduku untuk bermain drumband kembali sudah aku rasakan, karena aku telah meninggalkan latihan tersebut selama beberapa minggu. Hadirnya aku kembali saat latihan ternyata sudah dirindukan oleh teman-temanku yang lainnya. Syukurlah, ternyata selama ini mereka merespon baik keberadaanku sebagai seorang mayoret didalam drumband tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhir tahun 2007, kami mendapatkan kabar bahwa drumband kami akan diikutsertakan dalam acara pembukaan MTQ yang akan dilaksanakan pada tahun 2008 nanti dan akan diadakan di Kota Singkawang. Sebagai pihak penyelenggara, Kota Singkawang ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kalimantan Barat saat itu. Merekapun ingin memecahkan rekor dengan membuat acara tari “1000 Tahar” pada saat pembukaan MTQ tersebut. Dan untuk meramaikannya lagi, pihak Pemerintah Kota Singkawang memilih drumband kami untuk bergabung bersama mereka. Mereka memutuskan memakai drumband sekolah kami dikarenakan secara kostum drumband kamilah yang paling sopan, karena semuanya tertutup dengan rapi. Meskipun ada drumband Kota Singkawang sendiri yang menurutku labih berpengalaman, tapi mereka tetap mempercayakan hal tersebut kepada kami. Mendapatkan kepercayaan seperti itu, kamipun merasa sangat terhormat. Sebuah kebanggaan tersendiri juga untukku bisa berpartisipasi dalam acara besar seperti itu. Kami harus bisa menampilkan yang terbaik yang pernah kami lakukan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Awal tahun 2008,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pihak sekolah kami masih belum mendapat kepastian kapan kami akan melakukan latihan, sedangkan acara tersebut akan dilakukan pada bulan Mei. Namun beredar isu yang mengatakan bahwa pihak Pemerintah Kota Singkawang tidak jadi menggunakan drumband kami dalam acara tersebut. Mendengar hal tersebut, semangat kami untuk latihanpun berkurang. Dan pada saat Pemerintah Kota Singkawang mengadakan penyeleksian untuk mengikuti acara tari “1000 Tahar” kepada siswa-siswi yang ada di semua sekolah yang ada di Kota Singkawang, aku dan teman-temanku yang ada di sekolah itupun mengikuti penyeleksian tersebut. Alhamdulillah, akupun lolos dalam seleksi tersebut. Aku sempat mengikuti latihan beberapa kali bersama temen-teman yang lain dari berbagai sekolah yang ada di Kota Singkawang tersebut yang jumlahnya kurang lebih delapan ratus orang. Pihak penyelenggara MTQ tersebut ingin menampilkan tarian yang mengikutsertakan 1000 orang didalamnya. Sungguh suatu pertunjukkan yang sangat luar biasa untukku. Bisa menjadi salah satu anggota didalamnya tentu sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Di sana, aku bertemu dengan ratusan siswa lain yang ikut serta dalam acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan berbagai agama. Meskipun sebenarnya ini adalah acara orang islam, namun walikota singkawang, yaitu Bapak Hasan Karman mengikutsertakan seluruh siswa-siwi yang ada di semua sekolah yang ada di Kota Singkawang tersebut. Hal ini dilakukan karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jumlah siswa-siswi yang beragama islam dan pandai menari di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;KotaSingkawang itu sendiri tidak mencapai jumlah yang akan di capai. Sungguh sebuah tindakan yang menunjukkan sikap tenggang rasa antar agama yang terjadi saat itu. Masyarakat yang bukan islam pun mau berpartisipasi untuk menyukseskan acara tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selang beberapa minggu kemudian, pihak sekolahpun mendapatkan kepastian bahwa drumband kamilah yang akan mengisi pembukaan acara MTQ nantinya. Mengetahui hal tersebut, aku sebagai seorang mayoret tentu harus memilih salah satu di antaranya. Harus tampil sebagai anggota tari “1000 Tahar” atau sebagai seorang mayoret di dalam drumband sekolahku tersebut, karena aku tidak mungkin bisa mengikuti keduanya sekaligus di acara yang waktunya bersamaan. Akhirnya atas pertimbangan yang matang, akupun memilih untuk tampil sebagai seorang mayoret dalam acara MTQ tersebut, karena aku sadar fungsi seorang mayoret dalam drumband sangatlah menentukan keberhasilan penampilan drumband tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Menjelang hari H tersebut, persiapan untuk menghadapi penampilan telah banyak kami lakukan. Mulai dari porsi latihan yang semakin sering, lagu-lagu yang kami bawakan pun tentunya lebih banyak lagi, karena tugas kami dalam pembukaan MTQ tersebut adalah mengiring para kontingen dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Barat untuk melakukan pawai didalam stadion olahraga KRIDASANA Singkawang. Sebagai pembuka, persiapan mental haruslah sangat diperhatikan, karena hal tersebut sangat mempengaruhi penampilan kami pada saat tampil di depan umum nantinya. Beberapa hari sebelum tampil, kami melakukan gladi kotor dan gladi resik di stadion olahraga tersebut. Kami semua berharap penampilan kami nanti dapat berjalan dengan baik tanpa ada halangan yang berarti. Amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kini hari yang di nanti-nanti itupun tiba. Hari itu, tepatnya tanggal 21 Mei 2008 acara itupun berlangsung. Cuaca sore itu di Kota Singkawang sedang tidak bersahabat. Setelah ashar, Kota Singkawang diguyur hujan yang sangat lebat. Hingga hari menjelang sore hari, hujanpun masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, padahal sebelum waktu isya acara tersebut harus sudah dibuka dan kami harus tampil sebagai pembuka acara tersebut. Penontonpun telah hadir memadati stadion saat itu untuk menyaksikan pembukaan acara MTQ tersebut. Untungnya, saat menjelang magrib hujanpun sudah mulai reda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Waktu itupun tiba. Bunyi tembakan sebagai tanda pembukaan acara tersebutpun telah dilakukan oleh bapak walikota singkawang. Lampu-lampu yang menghiasi bukit yang ada di Kota Singkawang pun telah dinyalakan. Kini tibalah saatnya aku dan teman-temanku yang lain beratraksi. Kami harus membawakan beberapa buah lagu dalam penampilan tersebut yang sudah kami siapkan sebelumnya, dan lagu wajib yang harus kami bawakan saat itu adalah lagu Mars MTQ. Senang rasanya saat aku berada dalam stadion yang dikelilingi oleh ratusan orang yang menyaksikan acara tersebut. Semua mata tertuju kepada drumband kami. Ada rasa bangga dalam hati kecilku saat itu. Meskipun saat akan mulai mengayunkan stick mayoretku tersebut aku mengalami kecelakaan kecil, yaitu kepala stick tersebut menghantam daguku, tapi aku tetap bersemangat memimpin jalannya pertunjukan tersebut. Alhamdulillah, hingga tugas kami selesai, semuanya berjalan dengan baik. Kami bisa menampilkan penampilan terbaik kami malam itu. Aku puas, dan aku rasa semuanyapun puas. Ini adalah pengalaman pertamaku tampil di acara yang semeriah ini. Sungguh, aku sangat senang dengan hasil yang telah aku lakukan bersama teman-temanku yang lain. Ini adalah sebuah pencapain terbesar yang pernah aku lakukan bersama teman-teman drumbandku di Nada Quwwatul Hayyat pada periode drumband pertama kami. Setidaknya melalui keikutsertaan kami dalam acara ini, kami telah menorehkan prestasi baik dalam drumband sekolah kami tersebut. Semoga, pencapain kami tersebut bisa ditiru dan menjadi contoh untuk generasi penerus drumband yang ada di sekolahku saat ini. Amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;In the Collage&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Tuntutlah ilmu dari buain hingga liang lahat. Inilah kata mutiara sekaligus kalimat penyemangat bagi orang-orang yang ingin terus selalu belajar dan belajar. Belajar itu sendiri tidak pernah memandang usia. Mau itu anak-anak, remaja, bahkan orang yang sudah tua sekalipun. Tidak ada batasan ilmu untuk mereka yang ingin memperbaiki diri mereka sendiri. Maka bersyukurlah bagi orang-orang yang masih mau dan mampu untuk meneruskan pendidikan mereka. Karena di luar sana masih banyak terdapat orang-orang yang tidak seberuntung kita. Dan faktor yang menentukan itu semua adalah kemauan dan juga kesempatan. Maka gunakanlah sebaik-baiknya waktu yang telah kita miliki saat ini untuk terus belajar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pertengahan tahun 2010. Ini adalah tahun pertama di mana aku mencoba untuk mendaftarkan diriku ke sebuah universitas di kota Pontianak. Jujur, sebenarnya aku sangat ingin melanjutkan studiku ke universitas yang ada di luar Kalimantan. Mengapa aku memilih tempat luar?, karena setahuku kualitas yang dimiliki oleh universitas yang berada di luar pada umumnya lebih baik dari universitas yang ada di sini. Namun aku tidak bisa mewujudkan keinginanku tersebut karena kendala finansial yang aku miliki. Satu-satunya jalan untuk bisa kuliah di Jawa, tepatnya di UGM pun tidak bisa aku dapatkan. Mungkin ini semua adalah takdir yang harus aku jalani. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untukku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Mei 2010. Untuk pertama kalinya aku mencoba peruntunganku dengan mendaftar di Universitas Tanjungpura Pontianak. Aku mengikuti tes seleksi lokal bersama ratusan calon mahasiswa lainnya. Saat itu, aku memilih jurusan Bahasa Inggris. Mengapa aku memilih jurusan tersebut?. Pada masa SMA ku dulu, aku memang lebih menyukai mata pelajaran Bahasa Inggris. Menurutku, bahasa inggris adalah mata pelajaran yang sangat menyenangkan. Mungkin itu semua di dukung oleh faktor guru yang mengajarku semasa SMA dulu. Selama masa pendaftaran tersebut, aku masih bekerja pada sebuah mini market yang ada di Kota Sintang. Namun karena aku harus mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru, otomatis akupun harus meminta izin untuk bisa mengikuti tes tersebut. Selama berada di Kota Pontianak, aku tinggal bersama bibiku. Aku menumpang dirumahnya selama mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut. Saat tes pertama itu, aku menempati gedung FKIP Untan. Aku berharap, semoga saja aku bisa lolos pada seleksi tahap pertama tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu berlalu. Pihak dari universitaspun mengumumkan hasil dari seleksi yang telah mereka adakan. Hari itu, pihak kampus memberikan informasi kelulusan melalui koran daerah Kalimantan Barat. Aku yang berada jauh dari Kota Pontianak pun tidak sabar menunggu koran yang terbit hari itu. Pikiranku hanya tertuju pada hasil kelulusan yang nantinya akan aku peroleh. Lulus atau tidakkah aku saat itu. Setelah mendapatkan koran yang di maksud, akupun segera bergegas mencari namaku di koran tersebut. Setelah melihat dengan teliti, ternyata aku tidak menemukan namaku di salah satu ratusan nama yang tercantum. Aku kecewa saat itu. Mengapa aku tidak lolos pada seleksi tersebut, padahal aku sudah berusaha semampuku untuk menjawab semua pertanyaan yang ada. Uang yang aku keluarkan untuk ongkos pendaftaran dan bolak-balik Sintang-Pontianak pun lumayan banyak. Untungnya saat itu aku sudah bekerja, jadi aku bisa menggunakan uang hasil kerja kerasku untuk ongkosku selama pendaftaran mahasiswa baru tersebut. Aku tidak ingin memberatkan kondisi keluargaku saat itu. Inilah sisi positif yang aku dapatkan selama aku bekerja. Setidaknya inilah alasan dan tujuanku mengapa aku memilih untuk bekerja terlebih dahulu sebelum aku melanjutkan kuliahku saat ini. Aku hanya berusaha semampuku untuk mengerjakan apapun yang bisa aku lakukan demi kehidupanku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Mengetahui bahwa aku tidak lolos pada seleksi pertama yang aku ikuti tersebut, akupun berniat untuk mencoba mengikuti tes kembali pada tes SNMPTN yang dilaksanakan pada bulan Juni tersebut. Aku berharap, pada tes yang kedua nanti, aku bisa lolos dalam seleksi tersebut. Aku yakin bahwa aku bisa melakukannya. Sebelum menjalani tes yang kedua, akupun mencoba untuk mengulang kembali pelajaran yang pernah aku dapatkan selama aku sekolah. Aku belajar di sela-sela keiatanku bekerja. Apabila aku mendapatkan sift kerja pagi, otomatis aku belajar pada malam hari, begitu pula sebaliknya. Akan tetapai, tidak jarang pula akupun membawa bahan bacaanku tersebut ke tempat aku bekerja. Aku amat sangat berharap bisa kuliah pada tahun tersebut, karena aku telah bersusah payah mengumpulkan uang untuk kuliahku tahun ini. Aku tidak mau bila tidak kuliah pada tahun tersebut, karena sebelumnya aku telah menunda kuliahku di tahun pertama saat aku baru lulus dari SMA.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Memasuku bulan Juni, aku mencoba mendaftarkan diriku kembali ke Universitas Tanjungpura Pontianak. Saat itu, pendaftaran di buka via online. Jadi aku tidak perlu mengeluarkan ongkos hanya untuk perjalananku dari Sintang menuju Pontianak. Setidaknya aku bisa lebih mengirit uangku untuk keperluan yang lainnya. Karena pendaftaran yang di buka saat itu via online, kamipun harus mentransfer uang pendaftaran kami melalui bank yang telah di tentukan oleh pihak Universitas yang bersangkutan. Dari prosedur yang telah ditentukan, kami harus mengambil slip pendaftaran di Bank Kal-Bar. Setelah mendapatkan slip tersebut, barulah kami membayar uang pendaftaran melaui Bank Mandiri. Setelah melakukan pembayaran uang pendaftaran, barulah kami mendapatkan nomer pin peserta pendaftaran yang bisa kita gunakan saat mendaftar secara online. Memang sedikit agak ribet sih, tapi kita bisa melakukannya dengan lebih cepat tanpa harus bepergian jauh. Kemajuan tekhnologi memang sudah semakin canggih. Semakin pintar kita bisa memaksimalkan tekhnologi tersebut, maka dunia ada di genggaman kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari itu, akupun melaksanakan semua persyratan pendaftaranku untuk seleksi tahap kedua. Aku kembali memilih jurusan Bahasa Inggris pada pilihan pertamaku, sedangkan pilihanku yang kedua adalah Teknik Informatika, dan alternatif pilihan yang terakhir aku memilih ekonomi pembangunan. Jujur, fokusku hanya tertuju pada jurusan Bahasa Inggris. Aku berharap pada seleksi yang kedua tersebut, aku bisa lolos pada jurusan yang aku inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu pun berlalu. Semua calon mahasiswa baru yang telah mendaftar secara online tersebutpun melakukan tugasnya untuk mengikuti tes di Universitas Tanjungpura Pontianak. Karena hal tersebut tidak bisa dilakukan secara online, kamipun harus berada di tempat yang dimaksud sesuai dengan jadwal yang telah ditntukan. Pada seleksi yang kedua ini, lagi-lagi aku ditempatkan di gedung FKIP Untan. Bahkan yang lebih kebetulan lagi, aku menempati ruangan yang sama saat aku mengikuti tes pertamaku dulu. Yang berbeda hanyalah urutan tempat duduk yang aku tempati. Aku heran, apakah ini hanya suatu kebetulan. Tapi aku berharap, mudah-mudahan itu menjadi pertanda baik untukku. Siapa tau, aku bisa lolos pada seleksi edua tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah mengikuti tes tahap kedua, akupun meninggalkan kota Pontianak dan kembali bekerja di Sintang. Aku hanya tinggal menunggu hasil dari apa yang telah aku lakukan. Aku sempat berfikir, jika aku tidak bisa lolos pada seleksi tahap kedua, aku harus mendaftar kemana lagi?. Tapi aku sudah memiliki planing untuk mencoba mengikuti tes di Polnep Pontianak atau pilihan terakhirku adalah STAIN Pontianak. Aku memang tidak berminat untuk kuliah di tempat-tempat swasta, selain karena biaya yang ditimbulkan lebih mahal,akupun tidak memiliki cadangan uang yang cukup. Lagi pula, aku tidak ingin memberatkan kedua orang tuaku. Setidaknya, jika aku bisa kuliah di Universitas Negeri, biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu mahal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu itupun tiba. Pihak Universitas mengumumkan hasil seleksi pada tahap kedua tersebut melalui surat kabar dan juga internet. Saat itu, aku tengah berada di Kota Piontianak untuk bersiap-siap menerima hasil keputusan yang akan aku dapatkan. Apabila aku lolos pada jurusan Bahasa Inggris, otomatis aku akan segera melakukan daftar ulang sesui dengan apa yang telah di jadwalkan oleh pihak kampus. Akan tetapi, apabila aku tidak lolos pada jurusan tersebut, aku akan memilih untuk mendaftar di kampus lain, yaitu Polnep ataupun STAIN. Itulah alasanku mengapa aku berada di Pontianak saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hari itu, satu hari sebelum pengumuman kelolosan tahap kedua melaui surat kabar, pengumuman kelolosan tersebut sudah bisa di lihat melalui internet pada malam harinya. Malam itu, kota Pontianak tengah di guyur hujan. Akhirnya akupun mengurungkan niatku untuk pergi ke warnet dan melihat hasil pengumuman tersebut. Hatiku semakin dibuat penasaran malam itu. Lolos atau tidakkah aku saat itu?. Setelah mengurungkan niatku tersebut, akupun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pergi mengambil motor milik abang angkatku. Karena alasan yang sangat penting, mau tidak mau aku harus mengambilnya di tengah guyuran hujan lebat malam itu. Jarak yang harus aku tempuh malam itupun terbilang cukup jauh. Saat itu, aku menginap di rumah teman SMA ku dulu, yaitu Fitria yang beralamat di daerah Tanjung Raya 2. Rumah temanku tersebut memang berdekatan dengan kampusnya, yaitu YARSI. Sedangkan aku harus mengambil motor di daerah Ayani 2. Meskipun demikian, mau tidak mau aku harus melewati jalanan malam itu. Sesampainya di tempat tujuan, aku mendapatkan SMS dari temanku yang bernama Bujang. Dia menanyakan kepadaku lolos atau tidakkah aku pada seleksi tersebut. Karena aku belum sempat untuk pergi ke warnet dan melihat hasilnya, akhirnya akupun meminta bantuan kepadanya untuk melihat hasil pengumuman malam itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setelah aku memberikan nomer pesertaku kepadanya, diapun membantuku untuk melihatkan hasil yang aku peroleh. Setelah beberapa menit kemudian, diapun kembali mengabariku melalui sms bahwa aku berhasil lolos pada jurusan Ekonomi Pembangunan. Saat mengetahui kabar tersebut, aku tengah dalam perjalanan pulang dari Ayani 2 menuju Tanjung Raya 2.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Malam itu, hujan terasa bagikan salju yang jatuh membasahiku. Sepanjang perjalanan pulang tersebutpun aku tersenyum merasakan bahagia. Aku berhasil lolos pada seleksi tahap kedua tersebut. Akan tetapi bukan pada jurusan Bahasa Inggris. Setidaknya saat itu aku sudah memiliki pegangan sebagai calon mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Mengetahui bahwa aku sudah lolos pada jurusan Ekonomi Pembangunan, akupun mulai mempertimbangkan apa yang telah aku peroleh saat itu. Cocokkah aku apabila aku mengambil jurusan tersebut? Dan apakah peluang kerja kedepannya bisa lebih baik apabila aku memilih jurusan tersebut?. Sebelum aku mendapatkan pengumuman kelolosan tersebut,aku juga telah mendaftarkan diriku di STAIN Pontianak dan mengambil Jurusan Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Hal ini aku lakukan sebagai antisipasiku apabila aku tidak lolos di Universitas Tanjungpura Pontianak. Namun aku yakin, apabila di STAIN aku sudah pasti diterima dan lolos.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhirnya, akupun meminta pendapat kepada orang-orang yang lebih berpengalaman. Antara lain adalah orang tuaku, guru Ekonomi sekaligus wali kelasku semasa aku SMA, yaitu ibu Nani, serta beberapa orang lainnya. Apakah aku harus mengambil jurusan Ekonomi Pembangunan, atau apakah aku harus mengambil pilihan keduaku, yaitu jurusan Dakwah prodi Komunikasi Penyiaran Islam di STAIN?. Aku harap, mereka bisa memberiku masukan yang berharga untukku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah mendapatkan saran dari berbagai orang, akupun akhirnya memutuskan untuk memilih Jurusan Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam di STAIN Pontianak. Aku jadi teringat saat aku baru mendaftarkan diriku dikampus tersebut. Karena kampus ini berbasiskan islam, otomatis tes yang harus diikutipun berisi tes Bahasa Arab. Untungnya aku adalah alumni dari pondok pesantren, jadi aku tidak mengalami kesulitan saat mengikuti tes tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu kemudian, pihak STAIN memberikan informasi tentang kelulusanku tersebut. Aku berada di urutan ke tiga saat kelulusan yang di urutkan berdasarkan nilai yang aku peroleh saat aku mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru. Dari hasil yang telah aku capai tersebut, akhirnya keputusanku semakin bulat untuk melanjutkan studiku di STAIN Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku kembali ke Kota Sintang. Akupun mengatakan keputusan yang telah aku ambil kepada kedua orang tuaku. Mereka memang tidak memaksaku untuk bisa kuliah di universitas tertentu yang mereka pilih. Bahkan mereka juga tidak memotivasiku untuk bisa kuliah. Hanya akulah yang memotivasi diriku sendiri untuk bisa kuliah. Aku tidak ingin nasibku nanti sama sepeti kedua orang tuaku. Setidaknya aku harus lebih baik dari mereka. Semoga saja langkahku ini bisa berhasil di kemudian hari. Amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Kini aku telah menjadi bagian dari calon mahasiswa STAIN Pontianak. Sebelum aku resmi menjadi mahasiswa di kampus tersebut, kami harus mengikuti kegiatan yang di sebut Opak. Opak adalah singkatan dari Orientasi Pengenalan Akademik. Melalui Opak inilah kami harus mengikuti apapun yang diperintahkan oleh panitia. Panitia-panitia tersebut adalah kakak tingkat yang sudah berada pada semestr atas. Banyak pengalaman yang tidak aku lupakan sewaktu Opak tersebut.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebagai mahasiswa baru, kami di bagi menjadi beberapa kelompok dan tidak sesuai dengan jurusan yang kami pilih. Percampuran tersebut terdiri dari mahasiswa baru jurusan Tarbiyah (PAI dan PBA), Syari’ah ( Ekonomi dan Muamalah) serta dari jurusan Dakwah (KPI dan BPI). Awalnya kami tidak saling mengenal antara satu dan yang lainnya. Namun karena kami di bagi menjadi beberapa kelompok dan berbaur menjadi satu selama beberapa hari, kamipun bisa saling mengenal dengan baik dan berteman dengan masing-masing dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Opak waktu itu dijalankan pada awal bulan ramadhan. Tepatnya pada hari ketiga di bulan ramadhan. Ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti orientasi pada bulan puasa. Hari pertama saat puasa ramadhan di mulai, aku masih bisa bersahur dan berbuka bersama keluargaku di Sintang. Akan tetapi pada sahur kedua, aku sudah berada di dalam bus karena harus melakukan perjalanan dari Sintang ke Pontianak. Otomatis pada buka puasa dan sahur di beberapa hari berikutnya, aku harus melaksanakannya tanpa keluargaku, karena kami melaukan Opak selama 3 hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Saat mengikuti kegiatan Opak, kami di suruh untuk berangkat awal setelah shalat subuh. Pukul 05.00 pagi, semua mahasiswa baru sudah harus berkumpul di kampus STAIN dengan membawa dan menggunakan peralatan yang telah di tentukan oleh pihak panitia. Barang-barang tersebut antara lain, kami harus menggunakan kaos kaki yang berbeda warna. Sebelah kanan menggunakan kaos kaki bola berwarna merah, sedangkan sebelah kiri menggunakan kaos kaki bola berwarna kuning. Setelah itu, kamipun harus menggunakan papan nama yang terbuat dari triplek yang dilapisi kertas karton dan bertuliskan nama kita masing-masing. Warna kertas kerton yang digunakanpun harus berbeda. Untuk jurusan Dakwah menggunakan kertas karton berwarna hijau, Syaria’ah berwarna merah muda, sedangkan Tarbiyah berwarna biru. Terasa aneh memang, tapi bila dijalani juga terasa menyenangkan. Beberapa haripun berlalu, akhirnya kami selesai juga melaksanakan kegiatan Opak yang melelahkan tersebut. Dan saat itu, kami hanya tinggal menunggu waktu untuk memasuki masa perkuliahan yang di mulai pada pertengahan bulan September 2010 sesudah hari raya Idul Fitri. Ini pasti sangat menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Awal perkuliahan terasa berbeda untukku. Bahkan hampir semuanya berbeda. Mulai dari tempat, suasana, teman, model belajar, dan yang lainnya. Ini adalah pengalaman pertama untukku. Disini aku menemukan hal-hal baru yang belum pernah aku temui sebelumnya. Hari itu, tepatnya hari Senin, kami semua mulai memasuki perkuliahan. Aku bertemu dengan teman-teman KPI ku yang lainnya. Semuanya berjumlah 24 orang. Mereka adalah Ridwan Abdi Putra, Dedy Setiawan, Rahmat Sudiro, Patrio Vitalanta Ritonga, Agustiansyah, Faturrachman, M.Ruji, M.Anwar, Sumirzan, Saiful Anwar, Herdiansyah, Dayang Fitri Nurjannah, Vilga Ayong Sari, Safitri, Widati, Ramidah, Halimatuttaubah, Markamah Uswatun Khasanah, Ratna, Isroh Isti Dewi Sari, Lely, Yuyuk Furwati, dan juga Turyati. Mereka inilah yang menjadi teman satu kelasku di KPI. Mudah-mudahan saja kami bisa menyelesaikan kuliah kami secara bersama-sama sampai semester berikutnya. Amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Waktu terus saja berjalan. Tanpa terasa kini kami telah memasuki semester dua di KPI, tepatnya pada awal tahun 2011. Dan saat aku menuliskan buku ini, aku tengah menyelasaikan tugas dari salah satu mata kuliah yang aku ambil. Tapi setidaknya tulisan ini akan menjadi kenanganku sehingga aku bisa bernostalgia dengan saat-saat indah seperti saat ini. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Vivaldi; font-size: 18.0pt; line-height: 115%;"&gt;My Life My Adventure&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Hidup itu adalah petualangan. Banyak hal yang akan kita dapat diluar sana. Yang kita perlukan hanyalah keberanian untuk menghadapi tantangan yang belum pernah kita jalani sebelumnya. Hidup itu tidak akan terasa indah bila tidak ada hal-hal yang menantang. Bagai makan tanpa garam, semuanya tidak akan terasa nyaman. Bagiku, pengalaman bisa aku dapatkan dengan mudah melalui tempat-tempat yang pernah aku kunjungi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Aku ditakdirkan menjadi anak pertama dalam keluargaku. Otomatis, aku harus mempunyai keberanian lebih dibandingkan dengan adik-adikku yang lain. Dan sebagai faktor pendukung untuk melakukan itu semua, aku memiliki hoby pertualangan dalam diriku. Aku memang sangat menyukai pertualangan dan berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Bagiku, ada banyak hal baru yang akan aku temukan di sana. Untungnya, kedua orang tuaku juga mengajariku untuk bersikap berani dengan apapun yang aku hadapi. Mereka hanya berpesan agar aku bisa menjaga diriku dengan baik dimanapun mereka berada. Aku senang mendapatkan perlakuan seperti itu, karena aku memang tidak suka menjalani hidup yang terlalu di kekang. Yang aku perlukan adalah rasa percaya mereka terhadapku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Semenjak aku berada di masa-masa tsanawiyah, aku mulai menyukai pertualanganku tersebut. Aku sering pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, akan tetapi aku telah mendapatkan persetujuan kedua orang tuaku terlebih dahulu. Awalnya aku mulai ke daerah-daerah yang tidak terlalu jauh dari daerah Kota Sintang. Aku ikut bersama teman-temanku yang lain memasuki daerah-daerah perkampungan yang ada di Kabupaten Sintang. Menyenangkan. Itulah kata yang bisa aku utarakan. Namun, kebebasanku kadang terhalang oleh izin dari bibiku. Wajar saja, saat itu aku memang tinggal bersama bibiku. Apabila bibi ada di rumah, aku tidak bisa leluasa untuk pergi berjalan-jalan. Namun apabila bibiku ada di Jakarta, aku bisa menggunakan kesempatan itu. Bibiku memiliki dua buah rumah, yaitu rumah yang aku tinggali bersama kakak sepupuku di kota Sintang, dan rumahnya yang berada di Jakarta. Bibiku bekerja sebagai pedagang pakain. Oleh sebab itu, tidak heran jika dia sering bepergian hanya untuk berbelanja barang dagangannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berbicara mengenai pertualangan, aku jadi teringat kisah sedih di tahun 2006. Di tahun tersebut, aku kehilangan kakak sepupu yang tinggal bersamaku di rumah bibi. Namanya adalah Kak Nurrachmi Puspa Sari. Aku memanggilnya Kak Nur. Dia adalah anak kedua dari Pamanku, Sumarto Bagindo. Kak Nur Meninggal saat kami berdua sama-sama duduk di bangku kelas Tiga. Aku di kelas Tiga tsanawiyah, sedangkan dia di kelas Tiga SMA. Ia meninggal saat menolong temannya yang tenggelam di danau. Karena tidak ada satupun di antara teman-temannya yang ikut pergi ke danau bisa berenang, akhirnya diapun memberanikan diri untuk menyelamatkan temannya tersebut. Teman yang ditolongnya berhasil diselamatkan, tapi sayang, kak Nur justru tenggelam setelah membawa temannya tersebut ke pinggir danau. Mungkin saat itu dia sudah terlalu kelelahan, di tambah lagi pakain seragam olahraga dan sepatu sekolah yang ia gunakan membuatnya kesulitan untuk berenang dengan baik. Ia berhasil diselamatkan setelah beberapa menit berada di dalam air oleh penduduk yang ada di sekitar danau. Akan tetapi, ia kehabisan nafas saat berada di perjalanan menuju rumah sakit. Mengetahui kabar duka tersebut, aku amat sangat terpukul. Bagaimana tidak, kakak sekaligus teman satu kamarku tersebut telah tiada. Banyak kenangan yang telah kami lalui selama kurang lebih tiga tahun tinggal bersama di rumah bibiku tersebut. Namun inilah takdir. Kita tidak pernah tahu kapan azal itu akan menjemput kita dan bagaimana caranya. Kita hanya perlu menyiapkan diri kita untuk menghadapi itu semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Belajar dari pengalaman. Itulah yang harus aku lakukan. Aku tidak ingin bahaya menimpaku. Sebisa mungkin aku akan melakukan segalanya dengan hati-hati, karena kita tidak pernah tahu bahaya apa yang ada di hadapan kita nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selesai dari masa-masa tsanawiyah, aku melanjutkan ke masa-masa aliyah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Memasuki masa ini, aku memiliki lebih banyak pengalaman dan pertualangan. Berada di tempat yang berbeda membutku menemukan hal-hal baru dalam hidupku. Singkawang, inilah kota yang aku tempati setidaknya selama tiga tahun. Di kota Singkawang, aku banyak menemukan hal-hal baru karena suasana, lingkungan, serta topografinya berbeda dengan kota Sintang. Singkawang memiliki banyak tempat-tempat wisata yang menarik. Mulai dari pantai, bukit-bukitnya yang banyak, taman-taman kota,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serta daerah-daerah yang termasuk di wilayah itu sendiri. Sebagai orang yang tidak pernah menjumpai laut selama berada di Sintang, Singkawang adalah tempat yang tepat untuk mewujudkannya. Karena di Singkawang sendiri memiliki beberapa pantai yang indah dan terkenal di daerah tersebut. Selama aku berada di sana, aku pernah mengunjungi beberapa pantai yang ada di daerah tersebut, diantaranya adalah pantai Pasir Panjang, Samudera Indah, Kura-Kura Beach, Tanjung Gundul,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pantai Pasir Putih, dan beberapa pantai lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Jujur, aku sangat menyukai laut. Laut memberiku inspirasi tanpa batas. Saat berada di pantai, aku mendapatkan ispirasi yang luar biasa dalam pikiranku. Memandang lautan lepas tanpa batas, merasakan hembusan angin yang semilir, duduk di atas batu sambil menikmati pemandangan alam, cahaya matahari yang hampir tenggelam, semuanya memberiku ketenangan dalam hatiku. Aku pernah beberapa kali menghabiskan waktuku seharian di pantai bersama teman-temanku. Menjelang sore hari, barulah kami kembali pulang. Aku pernah berhayal sesuatu saat aku berada di pantai. Andai saat itu ada seekor lumba-lumba yang berenang tidak jauh dari tempatku duduk, itu pasti akan amat sangat menyenangkan, karena aku sangat menyukai binatang tersebut. Entah kapan aku baru bisa melihat atau bahkan menyentuh dan berenang bersama lumba-lumba tersebut. Kerana setahuku, di tempat-tempat wisata yang ada di kota-kota besar, hal itu sudah bisa dilakukan. Sayangnya, di Kalimantan Barat sendiri hal itu masih belum bisa aku jumpai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Bagiku, lumba-lumba adalah binatang yang lucu dan menggemaskan. Selain itu pula, lumba-lumba adalah binatang yang pintar. Dia bisa mengerti bahasa manusia, dia bisa bersahabat dengan manusia, menghibur manusia, bahkan dia bisa menolong manusia. Yang aku tahu saat ini, lumba-lumba banyak digunakan dan dipelihara oleh manusia sebagai binatang yang menghibur sekaligus sebagai media pengobatan manusia. Lumba-lumba mengeluarkan bunyi berupa gelombang elektromagnetik yang dapat membantu penyembuhan bagi manusia yang mempunyai gangguan pendengaran. Bunyi yang dihasilkan oleh binatang tersebut merangsang funsi saraf pendengaran kita sehingga menimbulkan efek positif untuk diri kita. Biasanya pengobatan tersebut di lakukan dalam bentuk terapi dengan cara berenang langsung bersama lumba-lumba. Inilah yang membuatku semakin kagum terhadap binatang air tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Beralih dari masalah pantai, selama berada di Singkawang aku juga pernah mengunjungi tempat-tempat seperti daerah perbukitan, namun orang Singkawang lebih sering menyebutnya dengan sebutan gunung. Gunung-gunung tersebut antara lain adalah Gunung Jempol atau Gunung Poteng, serta Gunung Roban. Gunung Poteng memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari pada Gunung Roban. Aku mengunjungi Gunung Poteng di sela-sela liburan sekolahku sewaktu aku masih bersekolah di Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang dulu. Di Gunung Poteng terdapat air yang mengalir di atas bebatuan yang memiliki kemiringan sekitar 120 derajat. Apabila musim penghujan tiba, maka air yang mengalir di atas bebatuan tersebut terbilang cukup deras. Namun sayang, saat aku mengunjungi tempat tersebut, air yang mengalir tidak terlalu deras. Hal ini disebabkan karena pada waktu itu adalah musim kemarau. Tapi aku menyukai tempat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan Gunung Poteng, Gunung Roban tidak memiliki air terjun yang mengalir di atasnya. Yang ada pada Gunung Roban hanyalah aliran kecil dari mata air yang ada di lereng gunung tersebut. Di Kota Singkawang, Gunung Roban lebih sering digunakan sebagai tempat untuk berolahraga. Belum lama ini, aku mengunjungi gunung tersebut bersama teman dekatku, Abi. Dulu dia pernah berjanji untuk membawaku mengunjungi tempat tersebut, dan akhirnya pada tanggal 19 Februari 2011 dia menepati janji itu. Awalnya aku penasaran dengan Gunung Roban tersebut. Aku birpikir mungkin di sana terdapat air terjun sehingga membuat nama gunung tersebut menjadi terkenal. Akan tetapi, setibanya aku di tempat yang di maksud, aku hanya menjumpai daerah perbukitan yang tinggi dan orang-orang yang sedang berolahraga. Mungkin, gunung tersebut lebih dikenal oleh masyarakat kota Singkawang sebagai tempat sarana olahraga seperti Hiking. Di gunung tersebut, akupun menjumpai tempat ibadah masyarakat suku Tionghoa yang disebut dengan Klenteng, namun letaknya berada di lereng gunung tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Akhir kelas Tiga aliyah dulu, aku dan teman-teman satu kelas IPS beserta wali kelas kami, ibu Nani, pergi mengunjungi salah satu tempat yang ada di lereng pegunungan. Waktu itu ibu mengajak rekannya yaitu ibu Siti Nurhayati. Kami mengunjungi tempat yang di sebut dengan Hang Moi. Hang Moi adalah salah satu nama tempat wisata alam yang ada di kota Singkawang. Mengapa diberi nama seperti itu, aku sendiri tidak tahu secara pasti. Hanya masyarakat Singkawang saja yang menyebutnya demikian. Di Hang Moi sendiri terdapat air yang mengalir di atas bebatuan yang membentuk alur seperti sungai. Airnya begitu jernih karena air yang mengalir berasal dari pegunungan setempat. Semakin tinggi letak batu yang ada di sungai tersebut, maka akan semakin deras air yang mengalir di atasnya. Sungguh pemandangan yang luar bisa. Suasana yang tercipta di tempat tersebut juga sangat tenang. Sangat cocok untuk orang yang ingin mencari inspirasi, karena ketenangan memberikan banyak inspirasi yang mengalir di dalam pikiran kita. Aku hampir saja tidak ingin pulang saat itu. Tanpa terasa hari sudah menjelang sore. Piknik kecil kami bersama wali kelas kamipun harus berakhir sampai di situ, karena itu adalah kebersamaan kami yang terakhir bersama ibu wali kelas sebelum menerima hasil kelulusan kami. Aku jadi merindukan saat-saat tersebut bisa terulang kembali. Dengan orang, suasana, dan tempat yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Setelah puas dengan wisata alam yang diberikan, akupun pernah mengunjungi beberapa daerah yang ada di sekitar kota Singkawang dan beberapa daerah di luarnya. Di desa yang masih berada di daerah Singkawang, aku pernah mengunjungi salah satu desa dari kakak kelasku sewaktu aku di Aliyah. Di desanya, aku mengunjungi perkebunan semangka dan juga jeruk. Hal ini tentu tidak aku dapatkan selama aku berada di Sintang, karena perkebunan tersebut memang lebih banyak terletak di daerah-daerah pesisir pantai. Saat berada di daerah Sambas, tepatnya di kecamatan Tebas, akupun menjumpai perkebunan jeruk yang cukup luas. Akupun dengan semangatnya menuju perkebunan tersebut dan membantu memanen hasil perkebunan yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selain daerah-daerah tersebut, ada beberapa daerah lagi yang pernah aku kunjungi. Daerah-daerah tersebut antara lain adalah daeah Jawai, tepatnya saat aku berkunjung ke desa tempat teman baikku dilahirkan sewaktu Aliyah dulu, yaitu Yumy Mulyani di Desa Pampang. Selama aku berada di rumahnya, aku juga diajaknya untuk mengunjungi desa-desa lain seperti Kolam, Kuala, Lambau, Pelempaan, Bakau, Setie, Nyireh, Kolai, Sentebang, Danau, dan juga Nilam. Ditempatnya, aku menemukan hal baru yang baru pertama kali aku jumpai dan aku ikuti. Hari itu, di desanya terdapat sebuah rumah yang sedang melakukan acara. Karena rumah orang tersebut berdekatan dengan rumah temanku, akhirnya iapun mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut. Berhubung saat itu aku tinggal dirumahnya, akupun di ajak oleh Yumy untuk menghadiri acara tersebut. Setelah berada di rumah orang yang melakukan acara, kamipun disugukan makanan yang harus kami makan secara bersama-sama yang terdiri dari 4-5 orang. Penduduk setempat menamainya dengan sebutan Saprahan. Saprahan sendiri adalah adat cara makan dari masyarakat suku melayu Sambas. Saprahan dilakukan dengan cara menghidangkan berbagai macam makanan yang kemudian makanan tersebut akan dimakan secara bersama-sama oleh empat atau lima orang. Modelnya lebih mirip seperti membentuk kelompok makan. Jadi, bila tamu yang hadir di rumah tersebut ramai, maka otomatis kelompok yang terbentuk juga akan ramai. Pengalaman seperti ini baru aku jumpai di daerah tersebut, meskipun di daerah-daerah lain juga masih terdapat cara yang demikian. Selama beberapa hari di Jawai, akupun mengunjungi tempat-tempat alamnya. Antara lain adalah pantai yang berada di daerah Sentebang dan beberapa tempat lainnya. Karena daerah Jawai termasuk daerah pesisir, maka tidak jarang di daerah tersebut banyak di jumpai pantai-pantai lainnya. Akupun merasakan pengalaman yang berbeda selama aku berada di sana. Aku bahkan menjumpai logat atau gaya bahasa yang berbeda saat berbicara dengan penduduk setempat. Apalagi saat berbicara kepada orang-orang yang lebih tua. Mereka menggunakan bahasa Melayu Sambas dalam percakapan mereka sehari-hari. Ada kejaian lucu saat aku berada di sana. Saat baru datang ke daerah tersebut, aku sempat ditanyai oleh keluarga dari temanku, Yumy. Karena mereka menggunakan bahasa Melayu Sambas, jadi aku tidak begitu paham dengan apa yang mereka bicarakan. Bisa dikatakan, pertanyaan yang diberikan dengan jawaban yang aku utarakan tidak nyambung. Tapi disitulah letak keunikannya. Dari situ, aku bisa belajar bahasa mereka dan berkomunikasi dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Bengkayang, inilah daerah yang aku kunjungi selanjutnya. Saat itu, akupun masih berada di Aliyah Ushuluddin Singkawang. Saat itu, aku mengunjungi rumah adik kelasku yang bernama Susi. Selama berada di Bengkayang beberapa hari, aku diajak oleh Susi untuk melihat bangunan kantor bupati Bengkayang yang cukup megah. Bangunannya hampir sama dengan bangunan-bangunan megah yang ada di Jakarta. Aku sempat hampir tidak percaya saat pertama kali melihatnya. Tapi kenyataannya, bangunan itu memang terdapat di daerah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Selesai menjelajah Bengkayang, akupun melanjutkan perjalananku untuk mengunjungi daerah Sanggau Ledo, tepatnya di daerah paket. Akupun tidak mengetahui secara jelas mengapa tempat tersebut di namai paket.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat itu, aku mengunjungi rumah temanku yang berada di Paket 4, yaitu rumah temanku Yasinta dan juga adik kelasku Dewi Retno Sari. Di desanya tersebut di kelilingi oleh pegunugan. Aku terkejut saat aku berada di pagi hari. Cuaca yang aku rasakan terasa amat dingin, mirip seperti berada di daerah puncak. Karena dingin yang luar biasa tersebut, akupun baru berani untuk mandi pada pukul 12.00 siang. Mungkin, aku memang belum terbiasa dengan cuaca dan suhu yang seperti itu. Untungnya, temanku memaklumi keadaanku tersebut. &lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, masih ada banyak tempat yang pernah aku kunjungi. Tapi yang menarik dan membuatku terkesan hanyalah tempat-tempat yang aku sebutkan di atas. Untuk daerah Kalimantan Barat sendiri, aku hanya masih penasaran dengan daerah Ketapang. Karena aku rasa, hanya tempat itulah yang belum pernah aku kunjungi maupun aku lihat secara langsung. Selebihnya, hampir semua daerah telah aku lihat secara langsung meskipun itu hanya dalam perjalananku saat melintasi daerah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 115%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: -1.0cm; margin-right: -22.4pt; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;Pertualangan itu tidak akan pernah ada habisnya. Pertualangan juga selalu memberiku kesan-kesan tersendiri di dalam hatiku. Banyak hal yang dapat kita lihat dengan mata kita, tapi tidak banyak yang dapat kita rasakan dengan hati kita. Bagiku, pertualangan hidupku tidak akan berhenti hanya sampai disini.&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-199338811464362164?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/199338811464362164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/true-story-of-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/199338811464362164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/199338811464362164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/true-story-of-me.html' title='The True Story of Me'/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-6573604155393365089</id><published>2011-10-16T10:12:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T10:12:07.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>Ada banyak pelajaran hidup yang kita dapatkan di dunia ini. tapi terkadang kita nggak pernah sadar dari mana, kapan, dan oleh siapa kita memperolehnya.&lt;br /&gt;Hidup itu perjalanan sekaligus tantangan.&lt;br /&gt;mau tidak mau, suka tidak suka kita akan menemuinya.&lt;br /&gt;dan kini aku berada pada titik tersebut..&lt;br /&gt;aku ingin lari, tapi percuma. semuanya tidak akan selesai bila kita lari dari masalah yang kita hadapi.&lt;br /&gt;aku memperoleh pelajaran hidup dari orang-orang yang ada di sekitarku.&lt;br /&gt;merekalah guru terbesar dalam hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-6573604155393365089?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/6573604155393365089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/ada-banyak-pelajaran-hidup-yang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6573604155393365089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/6573604155393365089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/ada-banyak-pelajaran-hidup-yang-kita.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-261784966797054808</id><published>2011-10-16T09:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-16T09:25:26.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pontianak'/><title type='text'></title><content type='html'>pagi ini aku stay d kampus... sendirian, tetep aja di jabanin. suasana kampus hari minggu di kampus t ternyata kayak gini ya???&lt;br /&gt;bodo amat... yang penting aku bisa online. niat hati emang mau ngeluarkan uneg2 yang udah bejamur di kepala lewat situs jejaring sosial.&lt;br /&gt;akhir2 ini, aku emang lg badmod tingkat tinggi. apalagi setelah kejadian 17 September yang lalu.&lt;br /&gt;Shit... he leave me alone !!!!&lt;br /&gt;kebayang sakitnya kayak apa waktu kamu di tinggalin oleh orang yang kamu sayang????&lt;br /&gt;aku salah apa coba??????&lt;br /&gt;setiap di tanya, pasti jawabnya gak salah apa2...&lt;br /&gt;hmmmmm.... ne orang apa emang niat dr awal apa y???&lt;br /&gt;buat kamu mungkin semuanya semudah membalikkan telapak tangan, but its so dificult for me !!!!&lt;br /&gt;tapi, mau gak mau aku harus tetap ngejalanin semuanya.&lt;br /&gt;yeah... iam still oke without you !!!&lt;br /&gt;aku pasti bisa...&lt;br /&gt;my life must go on... and i must moving on...&lt;br /&gt;akhirnya, aku tutup curhatan hari ini...&lt;br /&gt;tepat sehari sebelum tanggal 17 Oktober.&lt;br /&gt;kita nggak akan pernah tau kedepaannya bakal kayak gemana...&lt;br /&gt;but i believe, i can happy in other time :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-261784966797054808?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/261784966797054808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/pagi-ini-aku-stay-d-kampus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/261784966797054808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/261784966797054808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/10/pagi-ini-aku-stay-d-kampus.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8377084417310635695.post-167584106370328162</id><published>2011-04-28T11:56:00.001+07:00</published><updated>2011-04-28T11:56:42.876+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>akhirnya blog ke 2 ku jadi juga....&lt;br /&gt;tapi msh binggung mau di isi apa..... :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8377084417310635695-167584106370328162?l=myfacedown.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://myfacedown.blogspot.com/feeds/167584106370328162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/04/akhirnya-blog-ke-2-ku-jadi-juga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/167584106370328162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8377084417310635695/posts/default/167584106370328162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://myfacedown.blogspot.com/2011/04/akhirnya-blog-ke-2-ku-jadi-juga.html' title=''/><author><name>Vania Fadhillah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770249479984792424</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-gW6GtDbOVsA/Tssluy15vVI/AAAAAAAAAE0/pL0DHv9HqUc/s220/Foto1450.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
